Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 14 (Session 2)


__ADS_3

Begitu turun dari mobil, Brian segera masuk ke dalam rumah Vera. Disana Brian melihat 2 wanita yang sedang menatap ke arahnya secara bersamaan. Tatapan mata Erni lebih tajam daripada tatapan mata Vera terhadapnya. Brian hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar. Kalau boleh memilih dia lebih baik berkelahi dengan sesama pria daripada harus dihadapkan dengan kemarahan wanita apalagi dua wanita sekaligus.


"Aku tunggu dikamar Ver, kalau ada apa-apa teriak aja aku akan langsung keluar!" ucap Erni dengan penuh penekanan tanpa menatap Vera justru melirik tajam ke arah Brian bahkan Erni tidak menyapa Brian sama sekali.


Vera hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Erni sengaja meninggalkan Vera dan Brian berdua, supaya mereka bisa menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin. Erni tidak mau ikut campur terlalu jauh, karena bagaimanapun juga keputusan ada ditangan Vera.


Begitu Erni sudah tidak terlihat, Brian segera duduk disebelah Vera dan memegang tangan Vera.


"Yank, maafin aku!" lirih Brian dengan penyesalan yang terlihat jelas diwajahnya.

__ADS_1


Vera perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Brian. Brian pun menyadari hal itu, dia bahkan melihat tangan Vera yang tidak mau digenggamnya.


"Gak ada yang perlu dimaafkan, kamu gak salah apa-apa." jawab Vera dengan senyum yang dipaksakan, dan tentu saja senyuman itu mengandung rasa sakit yang begitu dalam.


"Yank, please! Silahkan kamu maki aku, kamu marah-marah ke aku tapi aku mohon jangan diamkan aku kayak gini." ucap Brian yang kembali meraih tangan Vera. Vera pun berusaha melepaskannya tetapi dengan kuat Brian menahannya jadi mau tidak mau Vera pun membiarkan tangannya digenggam oleh Brian.


"Aku tahu aku salah Yank, aku gak bisa tegas tapi sumpah demi apapun aku uda gak ada apa-apa sama dia semenjak dia pergi ninggalin aku gitu aja." Brian mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


Sedangkan didalam kamar, sambil menunggu Vera dan Brian yang sedang berbicara serius menyangkut hubungan mereka berdua, Erni memilih berbaring diranjang. Bohong kalau dia tidak merasa capek karena baru saja pulang dari Bali, tapi karena rasa solidaritasnya yang tinggi dia lebih memilih mengesampingkan rasa capeknya.


Begitu rebahan Erni teringat akan ponselnya yang ada didalam tas. Dia kembali bangun dan mengambil tas yang semula dia letakkan di sofa dikamar Vera. Erni segera mengambil ponsel dan ketika dilihatnya ternyata banyak sekali pesan dan panggilan tidak terjawab dari Edi yang menanyakan apakah mereka sudah kembali dari Bali, apakah sudah sampai dirumah hingga ke hal yang membuat Edi khawatir. Bahkan Edi sampai berfikir bahwa ada apa-apa dengan Erni dan anak-anaknya.

__ADS_1


"Astaga aku lupa kasih tahu Mas Edi!" seru Erni sambil menepuk jidatnya setelah dia membaca semua pesan yang Edi kirimkan.


Bahkan ketika masih didalam pesawat hingga sampai dirumah dan saat ini pun Erni belum sempat memegang ponselnya. Karena dia yang masih memikirkan Vera.


Tidak menunggu lama lagi Erni segera melakukan panggilan video kepada Edi. Dan tidak menunggu lama Edi pun segera menjawab panggilan tersebut.


...****************...


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2