Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 12 (Session 2)


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa setelah sarapan dihotel Sifa, Leoni dan Siti kembali bermain dipantai sedangkan Erni hanya memperhatikan dari kejauhan sambil sedikit melamun karena memikirkan sahabatnya yang sedang ada masalah tetapi dia tidak ada disampingnya.


Lamunan Erni dibuyarkan dengan dering ponselnya. Dengan malas Erni pun melihat siapa yang menghubunginya ternyata Edi yang menelpon. Dengan sedikit lesu Erni pun menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan dari Edi.


"Halo Mas." sapa Erni yang saat itu terhubung melalui panggilan video.


"Halo juga Er, uda pada sarapan?" tanya Edi.


"Uda Mas, itu anak-anak langsung main pasir lagi." jawab Erni sambil memindahkan kamera ke belakang untuk dia tunjukkan dimana anak-anaknya berada.


"Ow ya sudah kalau gitu." ucap Edi dan Erni kembali mengubah kamera ke arah depan supaya Edi bisa melihat wajahnya lagi.


"Mas Edi gak kerja?" tanya Erni, karena dia melihat Edi dengan pakaian biasanya tidak mengenakan seragam kerja seperti yang biasa dia pakai.


"Aku hari ini jatah libur Er." jawab Edi.

__ADS_1


"Ow gitu." ucap Erni dengan mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia mengerti.


Beberapa saat kemudian mereka saling terdiam, tetapi Edi melihat wajah Erni yang tidak seceria biasanya.


"Kamu kenapa Er? Lagi ada masalah? Kog kayak gak happy gitu?" tanya Edi sesuai dengan apa yang dia lihat.


Sebelum menjawab Erni menghela nafas pelan.


"Bukan aku sih Mas yang ada masalah, tapi Vera." jawab Erni lirih seakan dia benar-benar merasakan kesedihan itu.


Tentu saja Edi tahu siapa Vera, karena sebelum mereka menikah pun Erni sudah lebih dahulu bersahabat dengan Vera sehingga Edi tahu orang terdekat Erni adalah Vera selain dirinya sendiri waktu itu.


"Vera lagi ada masalah sama pacarnya Mas. Tapi aku belum tahu pasti apa masalahnya soalnya dari kemarin Vera belum bisa dihubungi. Cuma yang aku tahu Vera uda yakin sama ini cowok, tapi ketika mantan cowoknya datang si cowok tiba-tiba oleng Mas. Dan yang bikin aku sedih aku gak ada disampingnya ketika dia lagi ada masalah, aku gak bisa kasih dia pelukan untuk sekedar menenangkannya." Erni pun menceritakan apa yang dia tahu kepada Edi, karena Erni yakin bahwa Edi juga tidak mungkin menceritakan kepada orang lain.


Dan Edi pun dengan setia mendengarkan setiap cerita dari Erni. Dia tidak menyela perkataan Erni sebelum Erni selesai bercerita.

__ADS_1


"Ya jujur saja kita tidak bisa menilai dari satu sisi Er, kita harus bisa mendengarkan dari keduanya. Kita cuma bisa doakan supaya masalah mereka cepat selesai. Dan sekarang kamu juga jangan banyak mikir macam-macam kan kamu lagi liburan, harusnya kan happy bukan malah sedih gitu. Bukannya aku nyuruh kamu gak peduli sama sahabat kamu, tapi kan juga keadaannya sekarang kamu lagi jauh dan Vera juga gak bisa dihubungi jadi percuma juga kalau kamu terlalu banyak mikir. Mendingan sekarang kamu fokus dulu dengan liburan kamu dan anak-anak, nanti kalau sudah pulang kamu segera temui Vera dan kasih dukungan buat dia." ucap Edi panjang lebar mencoba memberikan pengertian kepada Erni.


Erni pun terdiam sesaat mencoba mencerna setiap apa yang dikatakan oleh Edi. Dan menurutnya ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Edi.


"Iya deh Mas." jawab Erni dengan menganggukkan kepala.


"Ya uda kalau gitu aku mau nyusul anak-anak dulu ya Mas." lanjut Erni berpamitan sebelum dia mengakhiri panggilan dari Edi.


"Iya sudah kalau begitu, kalian hati-hati ya. Nanti aku hubungi lagi." jawab Edi.


"Iya Mas."


Akhirnya mereka pun mengakhiri panggilan tersebut dan Erni sesuai dengan apa yang dia katakan, yaitu menghampiri kedua anaknya yang sedang bersama dengan Siti.


...****************...

__ADS_1


Tetap semangat 💪


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2