Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 24


__ADS_3

"Yang ini bagus kan Ver?" tanya Erni sambil mengangkat barang yang akan ia tunjukkan kepada Vera tanpa menoleh ke belakang. Tetapi karena merasa tidak ada jawaban, Erni segera menoleh dan melihat Vera ternyata sedang melamun bersedih. Erni segera meletakkan apa yang semua dia pegang dan dengan cepat menghampiri sahabatnya. Erni takut Vera kenapa-kenapa.


"Kamu kenapa Ver? Kog nangis? Kamu sakit?" tanya Erni bertubi-tubi sambil memegang dahi Vera.


Tetapi sektika Vera segera memeluk erat pinggang Erni yang berdiri dihadapannya dengan terisak. Erni pun semakin panik karena tiba-tiba saja sahabatnya menangis tanpa tahu kenapa.


Ketika Erni akan bertanya lagi, Vera segera membuka suaranya.


"Aku nangis bahagia Er. Seneng akhirnya bisa lihat dan mendampingi kamu menikah. Aku tahu perjuangan kamu sejak dulu gak gampang, aku berharap kamu bahagia selalu ya." ucap Vera masih setia memeluk Erni.


Erni pun tersenyum begitu mendengar ucapan tulus dari sahabatnya tersebut. Erni membawa Vera untuk menghadapnya.


"Amin, trima kasih. Aku pasti akan sangat bahagia karena dikelilingi orang-orang yang sayang sama aku. Trima kasih banyak Ver, kamu bukan hanya sahabat tapi kamu saudara aku." ucap Erni dengan mata berkaca-kaca dan memeluk Vera.


Akhirnya kedua sahabat tersebut malam ini tidur dengan perasaan bahagia, dan tidak akan terpisah meskipun salah satu dari mereka sudah berumah tangga.

__ADS_1


...****************...


Keesokan harinya.


Erni saat ini sedang dirias oleh perias. Dia terlihat sangat cantik dengan riasan adat jawa.


Vera pun masuk ke ruangan dimana sang sahabat sedang dirias.


"Wah cantik banget kamu Er! Bener-bener pangkling deh! Wah bisa-bisa tar Mas Edi gak bakalan ijinin kamu keluar dari kamar kalau begini. Lihat aja besok jalan kamu pasti diseret haha." ucap Vera dengan antusias dan menggoda Erni.


Dan mereka yang berada disana pun hanya tersenyum mendengar ocehan sahabat dari sang pengantin.


"Ya uda itu pengantin prianya uda datang. Uda selesai kan Mbak?" tanya Vera pada periasnya.


"Iya sudah kog Mbak, silahkan Mbaknya dibawa keluar." jawab perias sambil merapikan barang-barang yang baru saja dipakai untuk merias Erni.

__ADS_1


Diluar sana Edi sudah menunggu dengan keluarga besarnya. Dia merasa sangat gugup dan tangannya pun sampai berkeringat. Karena bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama dalam hidupnya. Dan berharap menjadi pengalaman terakhir juga.


Juga jangan lupakan Bu Ijah dan baby Sifa yang sudah terlihat sangat cantik dengan memakai baju dengan warna senada dengan Vera.


Vera segera membawa Erni keluar dari kamar untuk menuju tempat dimana akan diadakan ijab kabul. Karena penghulu dan semua saksi sudah terlihat siap disana.


Begitu Edi melihat Erni yang keluar dari kamar, 1 kata yang ada dipikirannya saat ini.


"Cantik." gumam Edi sambil terus menatap Erni.


Erni yang tahu kalau sedari tadi diperhatikan Edi pun berpura-pura untuk tidak menatapnya, karena dia juga merasa grogi apalagi sudah 1 minggu mereka tidak diperbolehkan untuk bertemu. Jadi hari ini adalah pertemuan pertama mereka setelah dipingit selama 1 minggu sekaligus hari dimana mereka akan resmi menjadi pasangan suami istri.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2