Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 16 (Session 2)


__ADS_3

3 bulan berlalu, sesuai dengan apa yang dikatakan Edi tentang dia yang akan pulang ke Indonesia. Saat ini dia sedang packing menyiapkan pasport dan segala sesuatu yang akan dia bawa pulang ke Indonesia. Tidak lupa juga oleh-oleh untuk kedua anaknya, Siti dan tentu saja Erni.


Edi pun berniat ingin menghubungi Erni lebih dulu sebelum dia akan beristirahat dan besok akan melakukan penerbangan. Setelah menunggu beberapa deringan telepon akhirnya Erni pun menerima panggilan darinya.


"Halo Mas, maaf tadi lagi didepan ponselnya dikamar jadi gak denger ada telepon." ucap Erni begitu panggilan tersambung.


Edi hanya tersenyum menanggapi reaksi Erni yang seakan Edi akan marah jika Erni telat menerima telepon darinya.


"Kog malah senyum-senyum sih Mas?" tanya Erni bingung karena Edi tidak segera menjawab.


"Gak apa-apa, lucu aja lihat kamu yang panik gitu." jawab Edi yang masih terkekeh.


"Ihh lucu apanya." ucap Erni dengan cemberut.


"Ow ya sebentar aku panggilkan anak-anak ya." lanjut Erni sambil berjalan keluar dari kamar untuk mencari kedua anaknya. Ternyata mereka sedang bersantai di ruang televisi.


"Kakak, Adek ini Papa telepon!" seru Erni supaya kedua anaknya mendengar perkataan Erni.


Seketika membuat kedua anak yang berbeda usia tersebut merasa kegirangan dan berebutan untuk meminta ponsel Erni.

__ADS_1


"Jangan rebutan donk sayang!" perintah Erni kepada kedua anaknya karena mereka sangat antusias ketika Papa mereka menghubunginya.


Dan Erni meninggalkan mereka sebentar pergi ke dapur membuat teh untuk dirinya sendiri. Erni memang jarang menyuruh Siti untuk membuatkan dirinya teh, karena Erni lebih suka membuat sendiri sehingga dia bisa menyesuaikan dengan selera teh yang dia buat sendiri.


Tidak berapa lama Erni sudah kembali lagi ke ruang televisi dan masih terlihat bahwa anak-anaknya masih asyik bertelepon dengan Papanya. Dan Erni juga melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa Leoni dan Sifa sangat bahagia ketika Edi memberitahukan bahwa besok dia akan pulang ke Indonesia dan membawakan oleh-oleh untuk mereka.


Bukan mengharapkan oleh-olehnya tetapi Erni sangat tahu bahwa kedua anaknya juga begitu merindukan Papa mereka.


Akhirnya Edi pun berpamitan kepada anak-anaknya untuk istirahat karena besok akan melakukan penerbangan. Tetapi sebelumnya Edi mengobrol sebentar dengan Erni.


"Apa gak kerepotan Mas bawa oleh-oleh segala buat anak-anak? Mas Edi pulang aja mereka udah senang kog gak harus bawa oleh-oleh segala." ucap Erni karena merasa nanti Edi akan kerepotan membawa banyak barang bawaan.


"Apa perlu aku jemput dibandara besok Mas?" tanya Erni.


"Memangnya kamu gak kerja? Kog mau jemput aku?" Edi balik bertanya.


"Ya kerja, kan bisa minta ijin sebentar." jawab Erni.


"Udah gak usah, besok Wahyu kog yang jemput aku dibandara. Trus nanti aku istirahat dulu dikontrakannya baru sorenya setelah kamu pulang kerja aku ke rumah. Gak apa-apa kan?" tanya Edi memastikan.

__ADS_1


"Ow gitu, iya gak apa-apa donk Mas. tapi kalau memang masih capek gak usah dipaksakan kerumah besok, bisa kapan-kapan." jawab Erni memberi saran.


"Ehh gak bisa gitu, kan aku uda kangen sama kalian." jawab Edi dengan cepat.


Erni hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, karena seolah sedang menghadapi anak kecil yang tidak diberi apa yang dia inginkan.


"Ya sudah sekarang Mas Edi istirahat biar besok gak ketinggalan pesawat." ucap Erni.


"Iya, kamu juga istirahat besok mesti kerja kan?" tanya Edi.


"Iya. Besok hati-hati ya Mas." ucap Erni tulus.


"Pasti. Aku akan berhati-hati buat kalian." jawab Edi.


Dan panggilan mereka pun terputus, Erni dan Edi pun istirahat.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2