Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 41


__ADS_3

Entah kenapa ketika Edi bercerita kepada Siska dia merasa sangat nyaman menceritakan semua kehidupannya. Karena Siska sendiri pun dia pintar untuk bercerita sehingga lawan bicaranya akan merasa nyaman. Setelah cukup lama berada dirumah Siska, Edi pun ingin berpamitan untuk kembali bekerja. Tetapi Siska melarangnya.


"Mas Edi langsung pulang aja istirahat, mulai besok pagi Mas Edi jadi langganan antar jemput aku aja nanti aku pesan offline. Trus ini uang untuk hari ini terima kasih sudah mau membantuku." ucap Siska dengan menyerahkan 3 lembar uang 100ribuan kepada Edi.


Edi ragu untuk menerima tetapi Siska tetap memaksa agar Edi mau menerimanya. Akhirnya Edi pun menerima uang tersebut dan dia berpamitan kepada Siska.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi Mbak, besok pagi saya akan kesini untuk menjemput Mbak." kata Edi dengan bangkit berdiri, Siska pun juga ikut bangkit berdiri dan tiba-tiba saja mencium pipi kanan dan kiri Edi sambil menempelkan tubuhnya sehingga dada bidang Edi terasa ada sesuatu yang menyentuhnya.


"Siska Mas, panggil aja Siska gak usah pake Mbak." ucap Siska setelah melepaskan tangan Edi.


Kemudian keduanya benar-benar keluar dari rumah Siska, Edi pun segera melajukan mobilnya untuk keluar dari halaman rumah Siska.


"Tenang saja Siska pelan-pelan saja pasti dia tidak lama akan jatuh ke pelukanmu." gumam Siska dengan sinis sambil menatap mobil Edi yang sudah berlalu dari halaman rumahnya.

__ADS_1


Setelah mobil Edi sudah tidak terlihat lagi, Siska segera masuk ke dalam rumahnya.


Sedangkan didalam perjalanan Edi bingung harus seperti apa menghadapi sikap Siska terhadapnya.


"Sebenarnya apa sih maunya itu janda? Masa iya mau deketin aku, kan aku uda cerita kalau sudah punya istri bahkan punya 2 anak. Tapi kalau melihat dari sikapnya kog kayaknya murahan banget mau asal tempel sama laki orang? Ya jujur aja sebagai cowok normal aku bakalan kalah kalau tiap hari disuguhin kayak gitu hahaha." ucap Edi dengan terkekeh.


Begitu sampai dirumah Edi segera disambut oleh istri dan kedua anaknya dengan senyum ceria. Tetapi ketika melihat penampilan Erni yang saat itu sedang memakai daster dengan rambut digulung asal dan terlihat belum mandi, seketika membuat Edi membandingkan dengan penampilan Siska.


"Hadeh nyampai rumah kenapa jadi sepet gini." batin Edi.


"Bajunya kog wangi banget Pah?" tanya Erni dengan mengendus-endus kemeja yang dikenakan Edi.


Seketika Edi menjadi grogi dia takut Erni berpikiran macam-macam padahal dia tidak melakukan apa-apa, lebih tepatnya belum melakukan apa-apa.

__ADS_1


"Iya tadi ada bapak-bapak yang jualan parfum naik taksi Mah trus nawarin parfum cewek disemprotin ke baju ku katanya buat beliin istrinya tapi karena harganya mahal ya maaf gak jadi tak beliin, nanti kalau sudah ada uang ya Mah?" bohong Edi.


"Owalah gitu, iya gak apa-apa Pah. Ya uda aku mandi dulu ya?" Erni segera berlalu dari hadapan Edi untuk menuju kamar mandi tetapi sebelumnya dia sudah terlebih dahulu membuatkan minuman untuk Edi sedangkan Edi langsung bermain dengan anaknya. Didalam hati Edi merasa lega karena Erni tidak merasa curiga sama sekali.


Begitu Erni selesai mandi dia segera menyiapkan makan malam untuk Edi, dan Edi segera berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah seharian beraktifitas.


...****************...


Tetap semangat 💪


Jangan lupa favoritin karya baru aku ya kak 👇


Like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏

__ADS_1



__ADS_2