Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 35


__ADS_3

Erni hanya diam saja mendengar semua perkataan Vera karena dia tiba-tiba saja teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu soal baju baru yang dibelikan Edi hanya untuk Leoni.


"Maaf Er, bukannya aku mau ikut campur masalah keluargamu tapi kalau memang Mas Edi keberatan dengan keberadaan Sifa boleh gak kalau Sifa ikut aku aja? Nanti biar diasuh Ibuku seperti waktu dulu itu." lanjut Vera dengan hati-hati karena tidak mendapat respon apa-apa dari Erni.


Seketika Erni langsung menoleh dia bisa melihat keseriusan dan kasih sayang yang tulus dari sahabatnya ini untuk anak sambungnya.


"Iya Ver, aku ngerti aku juga merasa Mas Edi memberi perbedaan pada kedua anaknya. Dia lebih memihak kepada Leoni. Padahal dari awal dia sudah tahu kalau aku sudah memiliki Sifa. Nanti aku akan bicara berdua dengannya, aku coba bicara dari hati ke hati..."


Erni menghela nafas pelan sebelum dia kembali melanjutkan ucapannya.


"Terima kasih karena ketulusanmu untuk Sifa ya Ver." ucap Erni dengan terisak, dia kemudian bangkit berdiri dan memeluk erat Vera.


Keduanya terhanyut dalam suasana malam itu. Setelah menenangkan hati masing-masing mereka segera masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


...****************...


Beberapa waktu berlalu Edi dan Erni sudah saling berbicara dari hati ke hati dan Edi sudah mulai bisa sedikit merubah perbedaan yang dilakukan untuk kedua anaknya.

__ADS_1


Mereka menjalani kehidupan normal layaknya keluarga kecil yang bahagia. Begitupun dengan Vera dia juga merasa bersyukur karena bisa melihat Sifa mendapatkan kasih sayang yang sama dari kedua orang tuanya. Vera merasa tidak sia-sia malam itu membicarakan langsung kepada sahabatnya tentang kejanggalan hatinya.


...****************...


2 tahun berlalu, usia Leoni sudah menginjak 3 tahun dan usai Sifa sudah 5 tahun. Tidak ada kehidupan yang selalu baik-baik saja pasti ada sesuatu hal yang akan menimpa semua orang. Entah itu besar atau kecil tergantung bagaimana mereka bisa menyelesaikannya.


Saat ini dikantor Edi sedang mengadakan pengurangan karyawan besar-besaran. Tidak hanya karyawan junior saja yang akan diberhentikan tetapi ada karyawan senior juga yang diberhentikan, entah karena usia yang sudah tidak produktif lagi atau karena kinerja mereka yang kurang maksimal.


Salah satu dari mereka adalah Edi.


Karena kedua anaknya sedang tidur siang, hanya Erni seorang diri yang menyambut kepulangan Edi.


Erni segera menuntun Edi untuk duduk di ruang tamu dan segera dia menuju ke dapur mengambilkan air putih untuk suaminya.


"Ini diminum dulu Mas." ucap Erni seraya memberikan gelas yang berisi air putih itu kepada Edi.


"Trima kasih yank." jawab Edi seraya menerima gelas dan meminum isinya hingga habis kemudian mengembalikan gelas tersebut kepada Erni.

__ADS_1


Edi menghela nafas kasar seraya menaruh punggungnya di sandaran sofa.


"Mas terkena PHK yank." ucap Edi dengan sedih.


"Ya sudah Mas, kan kita sudah bahas sebelumnya kita harus bisa menerima apapun yang akan terjadi nanti di depan kita. Pasti kita bisa asalkan kita terus selalu bersama." ucap Erni menguatkan suaminya.


Erni segera duduk disebelah Edi yang sebelumnya dia sudah menaruh gelas di meja depan mereka. Edi segera membawa Erni kedalam pelukannya.


"Terima kasih ya Yank kamu uda mau menerimaku dalam suka dan duka." ucap Edi dengan mengecup pucuk kepala Erni dari samping.


"Sama-sama Mas, kan tujuan kita menikah untuk itu." jawab Erni dengan senyum manisnya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏

__ADS_1


__ADS_2