Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 38


__ADS_3

Begitu selesai menuntaskan has-ratnya dan kembali merapikan penampilannya, Edi segera melajukan mobilnya untuk mencari tempat yang biasa digunakan sebagai titik penjemputan orang-orang yang akan naik taksi baik online maupun offline. Meskipun hanya seorang sopir taksi online tapi Edi salah satu orang yang sangat memperhatikan penampilannya, karena itu juga bisa menambah nilai plus bagi penumpang.


Taksi online Edi lumayan rame untuk hari ini, banyak yang memakai jasanya. Dan saat ini sudah menjelang sore, Edi sedang beristirahat di sebuah warung angkringan hanya untuk sekedar minum kopi dan melepas lelahnya setelah hampir seharian menyetir. Dan kebetulan saja posisinya saat ini sedang berada tidak jauh dari Mall tempat Siska bekerja.


Siska sudah mempunyai banyak ide untuk menjerat Edi, sore ini juga Siska harus bisa mendapatkan paling tidak simpati dari Edi.


Jam kerja Siska sudah hampir habis, dia sedang bersiap-siap diloker untuk mengambil tas. Kemudian dia mencari nomor telepon Edi yang tadi tertera diaplikasi taksi online. Setelah menemukannya Siska segera melakukan panggilan.


Edi yang saat itu bermain game diponselnya, sedikit heran karena ada nomor yang tidak dikenal menghubunginya. Takut kalau ternyata adalah Bos dari taksi online nya ataupun orang penting lainnya, Edi segera menerima panggilan tersebut.


"Halo.." jawab Edi.


"Halo dengan Mas Edi ya?" tanya Siska basa-basi dengan suara manja dan seksinya.

__ADS_1


"Iya, siapa ini?" tanya Edi bingung. Sebenarnya Edi sudah bisa menebak bahwa itu pasti Siska tapi dia takut kalau ternyata salah orang.


"Masa lupa sih Mas sama Siska?" tanya Siska pura-pura merajuk.


"Ow Mbak Siska yang tadi pagi? Takut salah aja Mbak hehe. Ada apa Mbak kog telpon saya?" tanya Edi.


"Mas Edi sekarang lagi dimana? Aku bisa minta tolong gak?"


"Ini lagi didaerah Mall R Mbak. Minta tolong apa ya?" jawab Edi sambil celingak-celinguk melihat dia ada dimana.


"Lhoh dimatikan, aneh orang ini belum juga dijawab mau apa gak. Eh tapi gak apa-apalah lumayan dapat pemandangan seger lagi hehe." Edi segera menghabiskan kopinya dan membayar setelah itu dia segera pergi ke tempat dimana tadi pagi menurunkan Siska.


Begitu hampir sampai, Edi bisa melihat dengan jelas Siska sudah menunggunya bersama beberapa temannya yang lain. Tapi tentu saja Edi bisa membedakan yang mana Siska meskipun mereka memakai seragam kerja yang sama. Karena Siska lebih menonjol segalanya dari semua temannya yang lain. Belum apa-apa hanya melihat saja sudah membuat sesuatu yang semula tenang ingin memberontak. Ahh dasar otak mesum, pikir Edi.

__ADS_1


Siska pun sudah bisa mengenali mobil Edi dari kejauhan dan dia segera melambaikan tangannya seakan memberi tahu bahwa dia ada disana.


"Taksi kamu udah dateng Sis?" tanya Ratna teman Siska. Sudah tahu kebiasaan Siska yang sering memakai taksi online.


Padahal sebenarnya yang terjadi sebelum-sebelumnya yang mengantar adalah para pria hidung belangnya tetapi tentu saja Siska harus mengakui kepada temannya bahwa mereka adalah taksi online pesanannya.


"Hehe iya uda dateng. Aku duluan ya bye." Siska segera menuju ke mobil Edi begitu Edi sudah berhenti didepannya.


"Kalau yang ini beneran taksi online, tapi sebentar lagi akan jadi incaranku." batin Siska.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Mohon dukungannya like, komen dan hadiah 🙏


__ADS_2