Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 48


__ADS_3

"Sebaiknya kita selidiki dulu Er, gak bisa asal nuduh begitu. Apalagi kamu gak punya bukti apa-apa yang menunjukkan bahwa suami kamu selingkuh. Kalau cuma bau parfum dibaju aja belum tentu membuktikan bahwa suami kamu selingkuh." Vera menasehati.


"Ya uda nanti kapan-kapan kita atur waktu kita selidiki bareng-bareng apa bener suami kamu selingkuh. Sekarang gak usah terlalu dipikirkan lagi, nanti kamu rugi sendiri. Kasihan anak-anak kalau kamu sedih terus." lanjut Vera.


Erni hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya dia merasa beruntung karena masih ada orang yang sayang sama dia.


"Makasih ya Vera kamu memang paling bisa ngertiin aku." ucap Erni sambil menghambur ke pelukan Vera dan kembali menangis.


"Uda gak usah nangis lagi. Biar hari ini aku yang jemput anak-anak aja, mau kasih surprise ke mereka." kata Vera sambil melepaskan pelukan Erni dan melihat jam dipergelangan tangannya karena sudah waktunya Sifa dan Leoni pulang sekolah.


"Ya uda kalau gitu aku siapin makan dulu ya, nanti begitu kalian datang kita langsung makan." ucap Erni sambil melangkah masuk ke dalam rumah dan membawa paper bag yang sebelumnya Vera bawa untuk oleh-oleh.


"Siap." jawab Vera yang berlalu ke halaman rumah mengambil sepeda motor Erni yang biasa digunakan untuk mengantar-jemput Sifa dan Leoni ke sekolah.


...****************...


Sore harinya seperti biasa Edi menjemput Siska ditempat kerjanya. Dan saat ini keduanya sedang berada didalam mobil untuk menuju ke rumah.


"Kita langsung pulang aja ya Mas, kita makan dirumah aja aku lagi pengen masak buat Mas Edi." kata Siska yang saat ini sedang bergelanyut manja dilengan Edi.

__ADS_1


"Iya terserah kamu aja yank. Tapi ngomong-ngomong gak lagi pengen yang lain juga?" tanya Edi sambil menaikturunkan alisnya.


Siska yang tahu maksud dari Edi seketika mencubit mesra perut Edi, dan keduanya pun tertawa bersama.


"Ow ya Mas, aku serius lho dengan obrolan kita kemarin." Siska berkata sambil menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah Edi yang masih fokus menyetir.


"Yang mana yank?" tanya Edi.


"Aku serius pengen nikah sama Mas Edi kita bangun rumah tangga Mas, aku rela meski nikah siri dulu baru nanti kita bisa nikah resmi setelah Mas Edi bercerai dengan istrimu." Siska kembali memberi pilihan yang sulit untuk Edi.


Edi menghela nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan Siska.


"Trus kalau gak dibahas kita akan selamanya kayak gini terus Mas? Kita bakalan sembunyi-sembunyi kayak gini?" tanya Siska bertubi-tubi sambil menahan kesal karena Edi belum bisa tegas dengan hubungan mereka.


"Iya sabar dulu."


"Mau sabar sampai kapan?"


"Aku juga harus memikirkan anak aku juga yank si Leoni, kalau Sifa sih terserah istriku."

__ADS_1


"Kenapa bingung Mas, kan bisa Mas Edi bawa. Aku juga gak keberatan kog kalau Leoni ikut kita." ucap Siska memberi masukan kepada Edi.


"Beneran yank kamu mau terima kalau Leoni ikut kita?" tanya Edi sambil menoleh ke arah Siska karena saat ini mereka sedang berhenti dilampu merah.


"Iyalah Mas, kan Leoni bakal jadi anak aku juga." jawab Siska.


"Trima kasih banyak yank. Iya nanti coba aku pikirkan lagi ya." ucap Edi sambil menggenggam tangan Siska untuk dikecup punggung tangannya.


"Iya tapi jangan lama-lama mikirnya." jawab Siska dengan cemberut.


"Iya sayang jangan ngambek gitu donk, jadi pengen niduri kalau cemberut gitu." ucap Edi dengan terkekeh.


"Mesum!" Siska langsung mencebikkan mulutnya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Pagi-pagi langung 2 bab ini kak 🥰😘

__ADS_1


Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah ya 🙏


__ADS_2