
Ternyata keberuntungan kali ini tidak berada dipihak Topan. Berita yang sudah dia tutup dengan uang malah tersebar. Tentu saja sang pemilik Bank tempatnya bekerja sudah mengetahui dan saat ini sedang berusaha menghubungi Topan.
Topan yang sebenarnya tahu bahwa Bos nya terus menghubungi takut untuk menjawab panggilan tersebut karena Topan tahu bahwa Bos nya menghubungi pasti akan marah besar kepadanya.
"Arrgghh brengsek..! Kenapa bisa bocor beritanya? Aku sudah bayar mahal untuk ini semua!" maki Topan dan vas bunga yang ada disebelahnya menjadi sasarannya.
Topan pun tidak berhenti menghubungi orang yang sudah dia bayar untuk menutup berita tetapi tidak merespon sama sekali.
Karena Topan tidak segera merespon panggilan darinya, sang Bos pun mengirim pesan bahwa Topan dipecat saat itu juga secara tidak hormat dan tidak menerima pesangon sama sekali.
Topan pun membaca pesan yang dikirim oleh Bos nya seketika amarahnya semakin memuncak. Ponsel yang dipegangnya dia lempar hingga hancur berkeping-keping.
Tidak berbeda dengan ruangan dikelompok sosialita istrinya Topan, Bu Suci. Salah satu teman sosialitanya sedang ramai membicarakan berita yang baru saja viral.
"Bu Suci, bukannya ini suami Ibu?" tanya Bu Retno yang memang terkenal julid dan iri dengan Bu Suci yang tentu saja lebih kaya darinya sambil menunjukkan ponselnya yang berisi berita viral.
__ADS_1
Bu Suci yang belum mendengar berita apa-apa pun dan tidak merasa curiga sedikitpun ikut melihat dan membaca berita tersebut. Seketika matanya langsung membulat sempurna dan diam-diam mengepalkan tangannya yang berada dibawah meja. Kemudian dia segera bangkit berdiri dan pamit untuk pulang.
"Maaf, Ibu-ibu saya permisi dulu." ucapnya sambil berlalu menuju parkiran tempat dimana mobil dan sopir yang setia mengantarnya sedang menunggu.
Ibu-ibu yang merasa kasihan pun ikut sedih tetapi juga tidak sedikit yang merasa senang dengan kesedihan Bu Suci.
"Suami kayak gitu aja masih dipelihara. Uda tahu kelakuannya kayak gitu dari dulu kenapa gak dibuang aja dari dulu malah masih dipelihara. Ya kan Ibu-ibu." ucap Bu Retno yang mencoba mengompori Ibu-ibu yang lain agar ikut menggunjing Bu Suci. Dan tidak sedikit juga yang mengiyakan perkataan Bu Retno. Karena memang hampir semua teman-teman Bu suci tahu kelakuan suaminya.
"Sudahlah Bu Retno jangan gitu kasihan kan Bu Suci, beliau kalau boleh milih juga gak mau seperti itu." ucap salah satu temannya.
"Sudah-sudah kenapa kita yang malah ribut, ayo segera kita selesaikan arisannya habis itu segera pulang." ucap Ibu yang lainnya menengahi pertengkaran mereka.
Akhirnya arisan pun dilanjutkan tanpa adanya Bu Suci tetapi sebelum mendengar berita tadi Bu Suci sudah membayar arisan sehingga tidak akan ada lagi yang mempermasalahkannya.
Begitu sampai di parkiran Bu Suci segera mencari sopirnya yang ternyata masih ngopi di warung depan. Pak Jono sang sopir yang sigap begitu melihat majikannya datang segera menghampiri.
__ADS_1
"Pak Jono ayo kita pulang kerumah sekarang!" seru Bu suci dengan menahan amarah.
"Lhoh kog pulang Bu?" tanya Pak Jono, tetapi meskipun begitu tetap membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Sudah cepetan Pak jangan banyak tanya!" jawab Bu Suci dengan nada kesal.
Kalau sudah dalam mode seperti itu Pak Jono sudah hafal bahwa majikannya sedang tidak baik-baik saja dan dia segera melajukan mobilnya menuju ke rumah.
"Haduh biyung kopi ku durung tak ombe kae maeng." batin Pak Jono, tetapi untung saja dia sudah membayar sebelumnya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Mau donk kayak Pak Jono, dikopiin ðŸ¤
__ADS_1