
Erni segera masuk kembali ke dalam rumah untuk mengambil ponselnya. Setelah mencari kontak Vera dia segera melakukan panggilan, karena Erni ingin berbicara langsung kepada Vera tanpa mengetik pesan terlalu lama, pikirnya.
Tidak perlu menunggu lama Vera pun segera menerima panggilan dari Erni.
"Ya Er, ada apa? Tumben banget kamu telpon? Biasanya juga cuma chat doank." jawab Vera begitu panggilan tersambung.
"Begini Ver, aku gak ngerti harus dari mana ngomong sama kamu." jawab Erni dengan gelisah.
Vera pun memahami jika saat ini sahabatnya sedang mengalami masalah, dari suaranya saja Vera sudah bisa menebak.
"Kamu kenapa Er? Ada masalah lagi?" tanya Vera langsung.
"Leoni dibawa pergi Mas Edi Ver." jawab Erni dengan kembali meneteskan air mata.
"Maksud kamu gimana? Kan ya gak apa-apa Mas Edi bawa pergi anaknya." Vera semakin tidak tahu apa yang dimaksud oleh Erni, karena dia berpikir bahwa pergi dalam konteks biasa.
__ADS_1
Akhirnya Erni pun menceritakan kejadian yang dialaminya selama pagi hari tadi dirumahnya.
"Kamu yakin Mas Edi membawa Leoni pergi ke rumah yang kapan lalu kita datangi itu?" tanya Vera ketika Erni mengajaknya untuk mengecek rumah yang menjadi kecurigaannya itu.
"Aku tidak yakin sih Ver, tapi feeling aku mengatakan bahwa rumah itu ada sangkut pautnya." jawab Erni mengutarakan apa yang ada dipikirannya saat ini.
"Baiklah kalau begitu, habis ini kamu sama Sifa bersiap-siap selesai aku pulang kerja langsung ke rumah kamu dan kita antar Sifa dulu ke rumah ku habis itu baru kita datangi rumah itu." jawab Vera memberi perintah kepada Erni.
"Iya Ver, aku tunggu kamu. Terima kasih banyak Ver, aku gak ngerti lagi apa yang harus aku lakukan." ucap Erni dengan terisak.
Akhirnya panggilan pun berakhir dan Erni membangunkan Sifa untuk bersiap-siap agar nanti ketika Vera datang mereka sudah tinggal berangkat tanpa menunggu lagi.
...****************...
Sedangkan dilain pihak, Siska, Edi dan juga Leoni sudah bersiap akan melanjutkan perjalanan mereka menuju luar kota dimana telah menjadi tujuan awal mereka.
__ADS_1
Di dalam mobil Siska duduk dikursi penumpang sebelah Edi sedangkan Leoni duduk dibelakang dengan alasan supaya kalau mengantuk bisa tidur dengan leluasa.
Tidak menunggu lama akhirnya Leoni pun tertidur dikursi belakang. Ketika Siska menoleh dan melihat Leoni sudah nyenyak, akhirnya Siska memberanikan diri menempel kepada Edi. Karena Siska masih menjaga sikapnya kepada Leoni, bagaimana pun mereka baru 1 kali bertemu sehingga membuat Siska untuk bisa menjaga batasannya dahulu.
"Terima kasih ya Mas, kamu sudah memilihku." ucap Siska dengan suaranya yang selalu terdengar manja jika sedang berduaan dengan Edi.
Seketika Edi pun melihat ke arah spion diatasnya untuk memastikan apakah Leoni sudah tidur atau belum, karena dia malas jika harus memberikan alasan-alasan tentang siapa sebenarnya Siska. Meskipun nanti suatu saat Edi akan memberitahukan semuanya, tetapi tidak untuk saat ini.
Karena merasa yakin Leoni sudah tertidur Edi pun berani membalas sikap manja Siska kepadanya. Dia mengecup kening Siska dengan sayang seakan mengatakan bahwa apapun akan dia berikan untuk Siska.
...****************...
Tetap semangat 💪
Tinggalkan jejak like, komen dan hadiah 🙏
__ADS_1
Jangan lupa mampir dikarya yang sudah tamat kak 🙂