Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 25


__ADS_3

Akhirnya acara ijab kabul berjalan dengan lancar dan keduanya sudah dinyatakan SAH oleh para saksi dan semua yang berada disana. Setelah keduanya menandatangani surat nikah mereka pun melakukan sesi foto bersama dengan teman, saudara dan keluarga yang hadir.


Setelah hampir semua tamu sudah memberikan selamat dan juga foto bersama, mulai satu per satu dari mereka pulang karena acara sudah selesai.


Dan saat ini tinggal Bu Ijah, baby Sifa, Vera, Erni dan juga Edi yang memang malam ini menginap dirumah Erni. Karena tidak ingin mengganggu pengantin baru akhirnya Vera pun mengajak Bu Ijah dan baby Sifa untuk menginap dirumahnya beberapa hari. Karena sudah diberitahu Vera jauh-jauh hari, Bu Ijah pun sudah menyiapkan koper dan barang-barang yang dibutuhkan baby Sifa selama menginap dirumah Vera.


Saat ini mereka berada di teras rumah karena akan mengantar kepergian Vera, Bu Ijah dan juga baby Sifa.


"Sayang kamu hati-hati ya disana jangan lama-lama nanti mama kangen sama kamu cantik." ucap Erni dengan sedih sambil menciumi pipi baby Sifa yang saat ini berada digendongannya.


Baby Sifa hanya menjawab dengan senyum-senyum dan teriak-teriak senang.


"Uda gak usah khawatir baby Sifa aman sama mommy nya. Yang penting kamu harus tetep sehat terus biar bisa gas pol! Ya gak Mas Edi?" tanya Vera sambil tertawa karena dengan sengaja menggoda Erni.


"Iya betul itu Ver. By the way thanks lho ya buat pengertian kamu." jawab Edi malah semakin sengaja menggoda Erni.

__ADS_1


"Kalian ini apa-apaan sih!"


"Uda buruan sana pergi." usir Erni dengan bercanda.


"Ciee yang uda gak sabar. Iya-iya kita pergi deh. Yuk Bu Ijah kita pergi, pengantin barunya uda gak sabar haha." ucap Vera sambil berlalu dari rumah Erni menuju mobilnya.


Bu Ijah dan Edi hanya tersenyum melihat kekonyolan Vera dan Erni.


Edi dan Erni masih berada di teras sampai mobil Vera keluar dari halaman rumahnya dan tidak terlihat lagi. Karena Erni masih saja bergeming, akhirnya Edi merangkul pinggang Erni dan berbisik ditelinganya.


"Sepi deh gak ada baby Sifa." ucap Erni sedih sambil duduk di sofa ruang tamu.


Edi pun menghampiri dan duduk disampingnya.


"Mau rame?" tanya Edi.

__ADS_1


"Emang mau ngapaian Mas?" tanya Erni polos.


"Kita lakuin sesuatu biar rame yank."


"Apaan emangnya Mas?" tanya Erni yang masih belum mengerti maksud dari suaminya tersebut.


"Yuk masuk ke kamar dulu, nanti Mas jelasin mau ngapain." ucap Edi dengan mengerlingkan mata kirinya kepada Erni.


Erni pun tahu maksud dari suaminya pun hanya mencubit pelan perut sang suami dan merekapun terkekeh sambil menuju ke kamar, tetapi sebelumnya mereka sudah mengunci pintu dan mematikan lampu di ruang tamu.


Di dalam kamar tersebut menjadi saksi penyatuan kedua insan yang sudah sah menjadi pasangan suami istri. Dan menjadi pengalaman pertama bagi mereka semua, meskipun diawali dengan susah untuk penyatuannya tetapi mereka tetap masih bisa mencapai kenik-matan itu. Dan hanya ada suara desah-an dan erang-an dari keduanya di rumah yang sepi tersebut.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2