Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 97


__ADS_3

Akhirnya keesokan harinya, mereka bersiap pagi-pagi sekali agar tidak macet dijalan dan bisa lebih menghemat waktu. Bahkan sebelum Leoni dan Sifa bangun ketiganya sudah pergi.


Kali ini yang akan mengemudi adalah Vera dengan menggunakan mobil Erni. Sedangkan mobil Vera sendiri nanti akan dipakai oleh Mamanya bersama dengan Leoni dan Sifa menghabiskan waktu bersama.


Sebelumnya Siti sudah memberitahukan alamat dimana mereka tinggal dulu dan kebetulan Vera tahu daerah yang dimaksud jadi tidak terlalu sulit untuk menemukannya. Hanya tinggal menuju ke rumahnya saja yang Vera kurang paham.


Akhirnya setelah kurang lebih 6 jam perjalanan, dengan sesekali berhenti di rest area ketiganya sampai dirumah yang akan mereka tuju. Mobil Vera berhenti dihalaman depan rumah tersebut. Dan sangat terlihat dengan jelas rumah tersebut sepi tanpa berpenghuni. Terlihat dari banyaknya daun berguguran yang sepertinya beberapa hari terakhir tidak pernah disapu.


"Benar itu rumahnya Siti?" tanya Erni. Saat ini ketiganya masih berada didalam mobil dan belum beranjak keluar dan hanya mengamati dari dalam mobil saja.


"Iya bener Bu. Kalau jam segini memang biasanya Bu Siska sedang bekerja dan Bapak juga kerja. Tapi kog tumben kayak sepi gitu ya Bu? Kotor banget halamannya kayak gak pernah ditinggali." ucap Siti mengungkapkan apa yang dia rasakan.


"Makanya itu, bener ini rumahnya?" tanya Erni sekali lagi.


"Iya bener kog Bu. Coba saya turun tanya tetangga sebelah ya Bu?" jawab Siti.


"Ayo mending kita turun dulu Er." ajak Vera.

__ADS_1


Akhirnya ketiganya pun turun dari mobil dan hendak berjalan mendekat ke arah rumah tersebut. Kebetulan ada seorang remaja yang juga bekerja sebagai asisten rumah tangga didaerah tersebut sedang lewat dan dia mengenali Siti yang terlihat bersama dengan 2 wanita dewasa.


"Eh Siti kemana aja kamu? Kog baru pulang?" tanya Yuni.


"Iya Yun, barusan dari kota X ini mau ketemu Bapak." jawab Siti jujur.


"Lhoh kamu gak tahu apa yang terjadi sama Bapak kamu ya?" tanya Yuni. Disana jika asisten rumah tangganya masih remaja maka akan memanggil majikannya dengan sebutan Bapak dan Ibu. Begitupun jika berbicara dengan asisten rumah tangga yang lain.


Seketika Vera, Erni dan juga Siti pun saling pandang.


"Memangnya Bapak ku kenapa Yun?" tanya Siti.


"Kamu tenang saja, mereka orang baik kog. Aku sekarang ikut kerja sama beliau." ucap Siti kemudian. Tetapi tentu saja dia tidak menceritakan secara detail karena itu bukan hak nya.


Yuni pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Trus kenapa Bapak ku? Kamu belum jawab Yun." tanya Siti lagi.

__ADS_1


"Ow iya sampai lupa. Bapak kamu beberapa hari yang lalu ditangkap polisi Sit. Rame rumah Bapak kamu ini. Dan Bapak kamu kayak orang pasrah gitu pas ditangkap." jawab Yuni polos, karena memang dia tidak tahu dengan jelas apa masalahnya.


Siti pun kaget dengan berita itu, apalagi dengan Vera dan Erni yang sedari tadi menyimak percakapan mereka.


"Kenapa bisa ditangkap polisi Yun? Trus Bu Siska gimana?" tanya Siti dengan panik.


"Soal itu aku gak tahu Sit. Soalnya beritanya gak terlalu jelas. Kalau kamu mau bisa tanya Pak RT aja biar jelas. Ow ya maaf ya aku duluan soalnya tadi masih disuruh Ibu ke warung." ucap Yuni dan sekalian berpamitan kepada mereka.


"Trima kasih banyak Yun infonya." ucap Siti.


"Iya sama-sama. Mari Bu." pamit Yuni kepada Vera dan Erni.


Tidak lupa Vera dan Erni pun mengucapkan terima kasih kepada Yuni.


...****************...


Tetap semangat terus 💪

__ADS_1


Sehat selalu semuanya 🥰


__ADS_2