Suamiku Terpikat Janda Kembang

Suamiku Terpikat Janda Kembang
Bab 6


__ADS_3

Setelah berhasil membuat baby Sifa tertidur lagi, akhirnya mereka berdua keluar dari kamar. Di waktu yang bersamaan Vera pamit untuk pulang.


"Ya uda aku balik dulu ya Er, mau siap-siap dulu. Kamu hati-hati dirumah sendiri ya, kalau ada apa-apa langsung minta tolong sama tetangga jangan diam aja. Besok kan masih cuti jadi bisa tunggu Bu Ijah yang bakal ngurus baby Sifa." kata Vera panjang lebar, seakan mau meninggalkan anaknya jadi memberi banyak wejangan.


Erni hanya tersenyum mendengar semua perhatian tulus dari sahabatnya itu.


"Woy..! Di bilangi kog malah senyum-senyum gak jelas sih." kesal Vera karena Erni tidak segera menjawab malah hanya tersenyum saja.


"Iya-iya emak ku yang cerewet, aku dengerin kog. Pokoknya siap laksanakan semua perintah hehe." jawab Erni dengan bercanda.


"Habisnya kamu diem aja sih. Nanti kalau balik mau dibawain apa?"


Erni kembali terkekeh, karena Vera persis seperti akan meninggalkan anaknya. Sampai ditanya perihal oleh-oleh.


"Tu kan uda persis kayak emak-emak pokoknya."


Keduanya pun tertawa bersama, mengingat betapa konyolnya tingkah mereka.


Akhirnya Vera pun pergi, dan tinggallah Erni di rumah sendiri. Karena baby Sifa masih tidur, akhirnya dia juga memutuskan untuk ikut beristirahat juga.


...****************...

__ADS_1


Sore hari pun tiba, Erni sudah memandikan baby Sifa dan sudah memberi minum dot akhirnya baby Sifa kembali tertidur dipangkuan Erni yang sedang memberi dot.


"Erly, meskipun kamu uda ninggalin kakak untuk selamanya tapi terima kasih kamu gantiin baby Sifa disamping kakak. Kakak janji akan menyayangi dia sepenuh hati karena dia adalah kamu." Erni bermonolog sendiri.


Sampai akhirnya ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.


Tok..


Tok..


Tok..


"Siapa ya? Malam-malam gini kog ada tamu." batin Erni.


Tok..


Tok..


Tok..


"Iya tunggu sebentar." jawab Erni dengan menaruh baby Sifa di box dan sedikit berteriak karena takut baby Sifa akan terbangun.

__ADS_1


Akhirnya Erni segera menuju pintu untuk di buka. Begitu dia membuka pintu, dia sedikit mengerutkan kening karena tidak tahu siapa yang bertamu.


"Siapa ya?" tanya Erni.


"Hah kamu lupa Er sama aku?" tanya balik seorang pria yang sedang berdiri di luar tersebut.


"Maaf siapa ya?" tanya Erni kembali yang masih belum ingat siapa tamu yang datang ke rumahnya malam-malam. Erni juga belum berniat menyuruh masuk orang tersebut, karena memang dia belum tahu siapa.


"Aku Edi kakak tingkatmu kuliah dulu! Beneran kamu lupa?" tanya Edi sedikit tak percaya. Karena dia merasa cowok paling tampan di kampus jadi siapa saja pasti langsung mengingatnya.


Tapi Edi heran dengan Erni, masa iya Erni melupakannya. Padahal dulu mereka sering bareng, malah banyak yang mengira mereka berpacaran karena mereka sangat serasi. Yang cowok tampan dan ceweknya cantik.


"Edi? Edi?" Erni berusaha untuk mengingatnya. Karena memang setelah lulus kuliah hidupnya hanya untuk adiknya saja, dia tidak mempunyai waktu untuk memikirkan cowok. Karena tanggung jawab itulah yang membuat dia hampir tidak pernah berpacaran.


"Oooo... Kak Edi!" seru Erni yang sudah berhasil untuk mengingatnya.


"Nah ingatkan!" jawab Edi dengan senang. Karena akhirnya dia bisa menemukan kembali gadis cantik incarannya dulu sewaktu kuliah. Dan setelah mencari info dimana rumahnya akhirnya dia bisa menemuinya. Bahkan gadis itu sekarang berada dihadapannya.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Mohon dukungannya


Jangan lupa like, komen dan hadiahnya 🙏


__ADS_2