
Begitu mengambil titipan dari Edi, Siti segera memberikan kepada Erni.
"Maaf Bu ini titipan dari Bapak. Katanya kalau sudah ketemu Ibu diminta untuk memberikan ini." ucap Siti sambil menyerahkan amplop putih yang berisi surat dari Edi.
Sebelum menerimanya Erni menoleh ke arah Vera seakan meminta pendapat apakah dia harus menerimanya atau tidak. Dan Vera pun menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa Vera menyetujui untuk menerima surat dari Edi.
Erni pun segera menerima kemudian dibukanya dan dibacanya perlahan. Vera yang duduk disampingnya pun juga ikut membacanya. Jujur saja sebagai seorang istri Erni masih memiliki hati untuk Edi yang saat ini masih menyandang status sebagai suami meskipun Erni tahu telah disakiti olehnya. Seketika air mata pun mengalir dipipi Erni dan Vera segera memeluknya untuk memberinya kekuatan.
Begitu selesai membaca, Erni segera menghapus air matanya dan kembali melihat kepada Siti.
"Trus sekarang Bapak dimana? Kog gak ikut sama kalian?" tanya Erni.
"Siti tidak tahu Bu, Bapak tidak ngomong apa-apa. Tapi kemarin Adek sudah ajak Bapak tapi katanya cuma titip salam aja buat Ibu dan Kakak gitu." jawab Siti apa adanya sesuai dengan apa yang dia tahu.
Vera dan Erni hanya bisa saling pandang.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat saja, kan habis perjalanan jauh pasti capek." ucap Vera mempersilahkan Siti untuk beristirahat dikamar.
"Mm.. Bu boleh Siti minta sesuatu?" tanya Siti kepada 2 orang yang berada didepannya dan bergantian dia pandang satu persatu.
"Mau minta apa Siti?" tanya Erni dengan lembut.
"Kalau boleh Siti mau ikut kerja dengan Ibu disini terserah nanti Ibu mau suruh Siti kerja apa saja Siti mau Bu. Karena kalau Siti balik lagi ke sana Siti gak tahu harus kemana Siti butuh pekerjaan Bu." ucap Siti dengan sendu. Dan memang benar apa yang dia katakan tanpa ada kebohongan. Vera dan Erni pun bisa melihatnya dari sorot mata Siti setiap dia berbicara sejak pertemuan pertama mereka beberapa jam yang lalu.
Erni yang mendengar permintaan Siti pun hanya tersenyum.
"Siti tanpa kamu minta pun Ibu sudah menyuruh kamu tetap disini dan terhitung sejak kamu datang kamu sudah langsung Ibu anggap bekerja. Ibu tetap mau kamu jaga Adek saja soalnya sekarang Ibu sudah mulai bekerja jadi Adek tidak ada yang menjaga." terang Erni panjang lebar.
"Terima kasih banyak Bu. Ternyata benar apa yang dikatakan Bapak." jawab Siti dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajahnya.
"Memang Bapak berkata apa?" tanya Erni dengan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bapak bilang kalau Ibu itu sangat baik, kalau saya meminta pekerjaan ketika sampai dikota ini pasti akan diberi. Dan benar saja Ibu langsung menyetujui permintaan saya." jawab Siti.
Seketika Erni merasa tersipu karena ternyata Edi masih mengingat kebaikannya.
"Karena saya melihat kamu orangnya tulus."
"Ya sudah sekarang kamu istirahat pasti capek kan. Adek biar tidur sama saya dan Bu Vera karena kami masih kangen." lanjut Erni seraya mencium kening Leoni yang tertidur pulas dipangkuannya.
"Iya tentu saja Bu. Adek juga sudah kangen daritadi tidak sabar ingin cepat ketemu Ibu. Ya sudah kalau begitu saya permisi ke kamar Bu." pamit Siti dengan sopan dan segera berlalu ke kamar.
Vera dan Erni hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Lanjut gak ni ya? 🤔
Dihadiahin dulu boleh donk 🙏