
Mama dan Tante Syifa mengajak Tyas ke kamar Mama dan Papa. Tyas dan Ganesh sudah satu hari tinggal di rumah Kakek. Dan Tante Syifa sengaja datang hari ini. Mereka ingin membicarakan tentang sikap Ganesh selama mereka berdua berbulan madu, kemarin. Mama dan Tante Syifa cukup cemas dengan sikap keras Ganesh. Apalagi, mereka tahu jika pernikahan ini terjadi karena terpaksa.
Duduk di pinggir tempat tidur dengan Mama dan Tante Syifa berada di sisi kanan dan sisi kirinya. Tyas mulai gelagapan, dia takut akan salah menjawab dan membuat semuanya semakin kacau.
"Jadi, bagaimana selama kalian berada di villa satu minggu itu? Apa sudah ada yang terjadi?" tanya Tante Syifa, sangat antusias untuk mendengarkan cerita dari pengantin baru ini.
Tyas mengangguk sebagai jawaban. Banyak hal yang terjadi, bahkan Tyas bisa melihat secara jelas bagaimana suaminya begitu mencintai kekasih hatinya. Kejadian yang mungkin akan sangat sulit untuk bisa dilupakan oleh Tyas.
Rencana berbulan madu bersama suaminya, tapi dengan tega suami yang baru di nikahinya itu malah membawa kekasihnya di tempat mereka berbulan madu. Bayangkan saja, bagaimana perasaan Tyas saat itu. Tentu sangat hancur.
Mama dan Tante Syifa langsung bersorak senang. Mereka menganggap jika anggukan Tyas adalah jawaban dari setiap kegelisahan dan rasa penasaran mereka selama Tyas dan Ganesh pergi berbulan madu.
"Syukurlah jika begitu, berarti kami tidak perlu cemas lagi. Karena Ganesh telah seutuhnya memilikimu" kata Mama sambil mengelus punggung Tyas.
Tyas hanya tersenyum, bukan dia tidak mengerti apa yang di maksud mertuanya itu. Hanya saja, Tyas ingin menutupi aib suaminya di depan keluarganya. Tidak mungkin dia menceritakan apa yang telah terjadi pada pernikahannya ini. Selama Tyas masih kuat untuk menahan semuanya, selama kesabaran Tyas habis, maka Tyas akan memendamnya sendiri.
Namun, entah apa yang akan di lakukannya jika kesabaran Tyas benar-benar sudah habis dan tak bisa lagi bertahan dengan pernikahannya ini.
Tyas merasakan ketulusan dari Tante Syifa dan juga Mama mertuanya. Dia begitu di perlakukan dengan baik di keluarga suaminya ini. Setidaknya inilah alasan Tyas untuk lebih kuat lagi dan berusaha untuk meluluhkan hati suaminya. Semoga bisa.
Suasana ramah di rumah ini mungkin akan segera berakhir. Karena nanti sore Tyas dan Ganesh harus segera kembali ke rumah mereka. Dan itu membuat Tyas merasa kebahagiaannya di rumah Kakek akan segera berakhir setelah mereka kembali ke rumahnya.
Selama berada di rumah Kakek, Ganesh cukup bersikap baik padanya. Dia benar-benar pandai memerankan sosok suami yang baik. Namun, Tyas merasa bahagia meski hanya sementara sikap baik suaminya itu.
__ADS_1
"Apa gak mau lebih lama lagi tinggal disini Yas?"
Mama seolah masih belum rela jika menantu kesayangannya itu kembali ke rumah baru mereka. Tyas hanya menjawabnya dengan senyuman hangat.
"Gak bisa Mam, kamu tetap harus kembali sekarang" kata Ganesh
Ganesh sudah sangat jengah melakukan peran suami yang baik dan mencintai istrinya. Dia bahkan harus rela tidur di atas sofa karena tidak mungkin mereka harus tidur pisah kamar, sementara keluarganya tahu jika mereka adalah suami istri.
"Baiklah jika begitu, tapi ingat Nesh. Kau harus menjaga istrimu ini, jika sampai Kakek tahu kau melukainya. Jangan pernah menyesal jika Kakek sendiri yang akan mengambilnya dari kamu"
Ucapan Kakek masih tidak terlalu berarti untuk Ganesh. Dia justru akan merasa senang jika Tyas di ambil oleh Kakek dari kehidupannya. Ganesh yakik jika dirinya tidak akan merasa menyesal sekalipun.
Akhirnya mereka berpamitan dan pergi dari rumah Kakek. Dan kehidupan pernikahan yang baik-baik saja akan segera berakhir. Kembali pada kenyataan, pernikahan yang tidak di inginkan.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Ganesh turun dari lantai atas, sudah siap dengan pakaian kantornya. Sangat tampan untuk lelaki yang memiliki paras wajah nyaris sempurna seperti Ganesh. Bohong jika Tyas tidak terpesona oleh ketampanan Ganesh. Apalagi Tyas sudah jatuh cinta pada Ganesh sejak lama.
"Sarapan dulu, Mas"
Ganesh menatap tidak suka pada Tyas yang tersenyum padanya. Ganesh membencinya, Ganesh ingin Tyas maraj dengan sikapnya lalu meminta cerai padanya. Bukan senyuman tulus Tyas yang menyambutnya di pagi hari.
"Aku sudah telat, mau jemput Seira. Kau tidak perlu repot-repot membuat sarapan untuk ku. Buat saja untuk dirimu sendiri"
__ADS_1
Tyas hanya diam menatap suaminya yang berlalu begitu saja tanpa mau mencicipi sedikit pun masakan yang di buatnya pagi ini. Tyas tersadar saat ada yang lupa untuk dia lakukan kepada Ganesh sebagai suaminya. Segera dia berlari menyusul Ganesh keluar rumah.
"Mas tunggu.."
Baru saja Ganesh akan membuka pintu mobilnya, namun langsung terhenti dengan suara teriakan dari istrinya. Ganesh menoleh dan menatap binging pada Tyas yang menghampirinya dengan berlari seperti itu.
Tyas berdiri di depan Ganesh, lalu dia meraih tangan kanan Ganesh dan menciumnya dengan lembut.
Ganesh terpaku dengan itu, apa yang di lakukan Tyas benar-benar membuatnya mematung seketika. Tidak menyangka jika istri yang dia sakiti dan selalu dia benci, malah melakukan hal ini dengan begitu tulus.
Apa dia ini tidak punya hati? Kenapa dia masih melakukan ini, apa hatinya tidak sakit?
Segera tersadar, Ganesh langsung menarik tangannya. Dia menjadi gelagapan sendiri, tanpa berkata apapun Ganesh segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya. Meninggalkan Tyas yang masih berdiri diam di tempatnya. Menatap mobil suaminya yang menghilang di balik gerbang rumah mereka.
Pagi ini adalah hari pertama kali Ganesh menjemput Seira untuk bekerja lagi setelah dia menikah. Beberapa hari ini dia hanya menghubungi Seira dengan menelepon atau mengirimkan pesan. Tentunya tanpa sepengtahuan anggota keluarganya.
Ganesh harus menghadapi suasana yang cukup tegang saat dia menjemput kekasihnya itu. Ayahnya Seira memaksa untuk bertemu dan berbicara dengan Ganesh.
Akhirnya Ganesh menemui pria paru baya itu dengan tenang. Ayahnya Seira menanyakan tentang kabarnya dan hubungan mereka. Tentu Ganesh sedikit ketar ketir dengan pertanyaan itu. Takut jika Ayahnya Seira akan mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.
Namun, bukan Ganesh jika tidak bisa menangani setiap masalah dengan tenang. Akhirnya dia bisa meyakinkan ayahnya Seira dengan jawaban bijaknya. Meski kenyataannya dia telah berbohong.
Bersambung
__ADS_1
Kisah Seira ada di judul Benteng Penghalang Kita. Yang belum mampir bisa langsung mampir ya, udah end.
jangan lupa dukungannya. Like komen di setiap chapter. Kasih hadiahnya dan votenya juga..