Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Gezia dan Adlan


__ADS_3

"Adiknya pemimpin perusahaan mengungkapkan cinta pada asisten Kakaknya"


Seperti itulah rumor yang tersebar di perusahaan. Sebenarnya bukan hanya rumor, ini memang kenyataan. Malunya Gezia saat menyadari jika apa yang di ucapkan salah tempat. Karena pengungkapan cintanya berada di tempat yang ramai orang. Sehingga dia segera di tarik oleh Adlan untuk masuk ke dalam lift dan membawa gadis itu ke dalam ruangannya.


Dan saat ini Gezia hanya diam di ruangan Adlan. Pria itu sedang mengambil pesanan makanan untuk Tuannya. Sementara Gezia hanya di suruh menunggu di ruangannya ini, sendiri. Dia bingung harus bicara apa pada Adlan setelah pria itu kembali. Akhirnya Gezia hanya bisa mengutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana dia bisa seceroboh itu mengungkapkan cinta di lobby perusahaan dan pas jam makan siang. Tentu suasana tidak akan sepi disana di jam seperti itu.


Zia.. Kenapa kamu bodoh sekali.


Pintu ruangan yang terbuka membuat Gezia langsung mendongak kaget. Yang masuk ke dalam ruangan ini sudah pasti adalah Adlan. Gezia mencengkram baju yang di pakainya. Dia bingung harus bagaimana dan berkata apa. Semua kata yang di rangkai sejak tadi, buyar seketika setelah kejadian di lobby tadi.


Memalukan. gumamnya pada diri sendiri. Ingin rasanya Gezia menertawakan dirinya sendiri yang dengan mengatakan cinta tanpa melihat tempat dan keadaan sekitar. Beginilah kalau orang yang tidak mengenal cinta sebelumnya, di saat dia jatuh cinta dia jadi gila seperti ini.


"Makan dulu Zi" Adlan menaruh makanan yang di belinya di atas meja depan Gezia duduk. Sepertinya pria itu sedang menahan diri untuk tidak langsung menanyakan apa maksud dari perkataan Gezia tadi. Apa itu memang benar atau hanya lelucon saja.


"I-iya Kak" Gezia yang gugup dan malu, langsung mengambil makanan di atas meja dan memakannya dengan cepat. Terlalu berfikir keras hingga membuat Gezia merasa lapar. Dia harus mengisi tenaga sebelum mulai lagi memikirkan kata-kata yang tepat saat Adlan menanyainya tentang kejadian tadi.


"Laper ya Zi?"


Gezia menoleh ke arah Adlan dengan mulut yang penuh dengan makanan. Dia tidak sadar telah makan seperti orang kelaparan saja. Gezia tersenyum malu dengan pipinya yang mengmbung karena terlalu penuh di isi makanan.


Adlan malah gemas sendiri dengan wajah Gezia yang sedang bersusah payah menelan makanan di mulutnya. Gezia begitu menggemaskan dimatanya. Gezia selesai makan, dia mengambil minum dan meminumnya dengan cepat.


"Pelan-pelan Zi, nanti keselek"


Gezia menaruh botol air minum itu di atas meja. Selesai makan, kenapa otaknya masih belum menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan semuanya pada Adlan. Otaknya seolah beku dan tak bisa di ajak bekerja saat ini.

__ADS_1


"Jadi...." Adlan menatap Gezia dengan lekat, membuat gadis itu semakin gugup "....Apa maksud dari ucapanmu di lobby tadi? Aku butuh penjelasanmu"


Tuhan, bagaimana ini? Otak ayo dong bekerja, aku harus memulai dari mana nih.


Gezia malah diam, di sedang bingung harus memulai dari mana. Oke, dia tidak bisa hanya diam saja. Adlan butuh penjelasan dan dirinya juga harus segera mengungkapkan perasaan yang menyiksanya ini. "Kak, aku juga gak tau ini benar atau engga. Tapi, yang jelas jantungku selalu berdetak lebih kencang kalau dekat sama kamu. Terua hatiku juga selalu merasa senang jika ada kamu, meski kita hanya saling menyapa biasa saja. Kata orang si, ini namanya cinta. Dan aku mulai yakin saat perasaan itu gak hilang-hilang meski Kakak sedang tidak ada di dekatku. Bahkan hanya dengan bayangan Kakak yang tiba-tiba saja muncul sudah membuat aku senang"


Adlan terdiam, ini tandanya jika perasaannya selama ini terbalas. Tapi, kenapa Adlan malah tidak percaya diri sekarang. Dia merasa lancang karena mencintai adik dari bosnya sendiri. Adlan merasa jika dirinya tidak pantas bersama Gezia yang terlahir dari keluarga Aditama dan seorang desainer yang sedang berada di puncak kariernya.


"Tapi Zi, kamu adalah adik Ganesh"


Gszia menatap bingung pada Adlan, kenapa pria itu malah membahas soal dirinya yang adik dari Ganesh. Padahal bukan itu jawaban yang dia harapkan. "Memangnya kenapa?"


"Aku merasa tidak pantas untuk bersamamu Zi, kamu dan aku itu berbeda. Kamu yang dari keluarga kaya yang terpandang, sementara aku siapa? Bukan siapa-siapa Zi"


"Kak.." Gezia menatap Adlan dengan penuh keyakinan. "...Tidak semuanya harus tentang harta, dan tidak semuanya harus dari kalangan yang sama. Cinta itu suci Kak, tidak perlu memandang status atau keluarga. Yang menjalaninya hanya kita berdua, bukan orang lain"


Gezia tersenyum "Aku siap dan aku yakin dengan pilihan pertama dan terakhir ku ini. Lagian Kakak terlalu merendah, seorang asisten Abang juga sangat terkenal. Bagaimana Abang tanpa Kakak, justru Kakak yang banyak berperan dalam kerja baiknya Abang. Kan Kakak juga yang sering menggantikan Abang bekerja disaat Abang sibuk dengan urusannya sendiri"


Ya, Adlan memang tidak seprihatin itu. Dia juga memiliki karier yang bagus. Seorang tangan kanan perusahaan GE adalah dirinya. Hanya saja Adlan masih merasa rendah karena dia yang sendiri, tidak mempunyai keluarga.


"Tapi aku anak yatim piatu, aku tidak mempunyai siapa-siapa di sini. Aku benar-benar sebatang kara Zi"


"Ya kan bagus kalau aku nikahin Kakak, jadi aku dapat pahala. Kan memberi anak yatim itu dapat pahala, nah aku sudah memberikan cintaku pada Kakak. Jadi aku bakalan dapat pahala yang besar"


Ya gak gitu juga konsepnya. gumama Adlan. Dia malah ingin tertawa sendiri melihat kepolosan Gezia yang terkadang malah membuat orang kesal.

__ADS_1


"Udah deh, Kakak jangan banyak mikir. Aku sekarang mau ke ruangan Abang, pengen kasih tau Abang kalau kita udah jadian"


Gezia sudah akan berdiri dari duduknya, tapi di tahan oleh Adlan. "Tunggu dulu Zi, emangnya aku udah nerima kamu ya"


Hah?


Gezia kembali membuat malu dirinya sendiri. Akhirnya Gezia kembali duduk dengan wajah memerah malu. "Ya, terus jawabannya apa Kak? Jangan buat aku malu lagi deh"


Adlan tertawa kecil melihat wajah kesal Gezia. Adlan malah ingin mengerjai Gezia, gadis cuek yang baru saja menyatakan cinta dan membuat dirinya jadi terlihat bodoh. "Jawabannya....."


"Apa Kak? Jawabannya apa? Aku harus segera ke ruangan Abang dan minta dia segera persiapkan pernikahan kita"


Adlan terbelalak mendengarnya "Pernikahan? Kamu yakin Zi? Kenapa langsung menikah, emangnya kamu sudah yakin sepenuh hati kamu untuk menikah sama aku?"


"Kalau aku gak yakin ngapain juga kesini cuma buat nyatain cinta ke Kakak. Lagian aku gak mau pacaran, gak bebas. Sekarang aja mau pegang Kakak gak berani aku"


Adlan tersenyum, dia senang dengan prinsip gadis itu. "Yasudah, aku menerimamu"


Yey..


Gezia bersorak senang, lalu dia segera berlari keluar ruangan Adlan untuk segera menemui Kakaknya.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..

__ADS_1


Ada karya temanku nih..



__ADS_2