Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Teman-teman Mama Yang Ramah


__ADS_3

"Mas, gak usah ikut saja ya"


Masih saja Tyas membujuk suaminya agar tidak jadi ikut ke acara perusahaannya. Ganesh hanya diam tak menghiraukan istrinya yang sedang merengek itu. Sungguh melihat wajah Tyas yang seperti itu sangat membuatnya gemas saja.


"Pasangkan aku dasi" Ganesh menyerahkan dasinya pada Tyas agar istrinya memasangkannya. Dengan cemberut Tyas menuruti apa yang di inginkan suaminya. Dia memasangkan dasi di leher suaminya itu. Karena terlalu gemas, Ganesh mengecup bibir cemberut istrinya.


"Ish Mas apaan si"


Tyas kesal dan malu sekaligus. Akhir-akhir ini Ganesh memang selalu mencuri ciuman darinya. Entahlah, Tyas juga merasa aneh dengan sikap Ganesh yang sangat berubah dari awal-awal pernikahan mereka. Jika dulu sikap Ganesh begitu dingin dan cuek padanya. Kini, sikapnya benar-benar hangat dan sangat perhatian pada Tyas. Bahkan Ganesh selalu menunjukan rasa sayangnya dengan begitu tulus.


"Kamu harus tetap datang Sayang, karena kamu adalah pendampingku. Aku ingin semua orang tahu jika kamu adalah istriku"


Tyas terdiam, selama ini memang hanya keluarganya dan keluarga Ganesh yang mengetahui kalau Tyas ini adalah istrinya. Bahkan saat dulu dia datang ke perusahaan suaminya, tidak ada satu orang pun karyawan disana yang mengetahui siapa Tyas, selain Adlan sebagai asisten Ganesh. Lalu, apa sekarang Ganesh benar-benar akan memperkenalkannya sebagai istrinya.


"Emangnya Mas siap jika pernikahan kita dia umumkan? Semua karyawan dan rekan bisnis Mas, akan tahu jika aku istrinya Mas? Apa Mas yakin akan siap?"


Entahlah.. Tyas masih merasa ragu untuk menjadi istri Ganesh yang di ketahui banyak orang. Tyas takut dengan segala spekulasi orang-orang tentang dirinya. Karena memang dia masih merasa tidak pantas untuk bisa bersanding dengan seorang Ganesha Aditama. Tyas masih merasa terlalu rendah diri untuk bisa menjadi bagian dari keluarga Aditama. Apalagi dengan segala masa lalu dan masalahnya selama hidupnya. Ibunya yang meninggal karena menolongnya saat akan tertabrak mobil. Ayah dan keluarganya yang memebencinya. Sungguh benar-benar tidak ada kisah yang bahagia dalam hidupnya.


Cup..


Ganesh mencium bibir Tyas, menempelkan cukup lama bibirnya di bibir Tyas. Tidak ada ******an atau apapun. Dia hanya menempelkannya saja untuk membungkam ucapan istrinya yang membuatnya tidak suka.

__ADS_1


Setelah beberapa detik, Ganesh melepaskan tautan bibir mereka. Menatap lekat istrinya. "Aku akan menceritakan betapa beruntungnya hidupku atas kehadiran kamu dalam hidupku. Tidak ada rasa tidak yakin, aku sudah sangat yakin untuk mengungkapkan status kamu dalam hidupku"


Tidak menjawab, Tyas hanya menghambur ke pelukan suaminya. Hatinya begitu berbunga saat mendengar setiap kata yang keluar dari mulut suaminya. Dan hal itu tidak pernah dia sangka, suaminya akan benar-benar setulus ini menyayangi dan mencintainya.


"Makasih ya Mas, sudah menerima aku dengan semua kekuranganku"


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Turun dari mobil, Tyas menatap takjub ke setiap sudut tempat acara yang begitu mewah dengan berbagai hiasan. Seorang penjaga keamanan langsung mengangguk hormat pada Ganesh. Berjalan masuk ke dalam gedung dengan karpet merah yang menjadi alasnya. Sungguh mewah sekali acara ini. Dan ini adalah pengalaman pertama bagi Tyas. Membuat dia menjadi semakin gugup saja.


"Mas, aku takut" bisik Tyas pada suaminya, dia takut membuat Ganesh malu karena ini adalah pengalaman pertamanya datang ke acara seperti ini.


Ganesh memegang tangan Tyas yang melingkar di tangannya. Istrinya benar-benar gugup sampai tangannya terasa sangat dingin. "Jangan takut, ada aku disini"


Ganesh membawa istrinya menuju keluarganya berkumpul, Mama langsung menggandeng Tyas untuk bergabung dengan ibu-ibu sosialita lainnya. Tyas langsung menoleh ke arah suaminya, dia takut untuk pergi dari samping Ganesh. Apalagi dengan teman-teman Mama yang tidak dia kenal.


"Ma, istriku takut jika harus berkumpul dengan teman-teman Mama itu" kata Ganesh yang langsung mengerti ketakutan Tyas.


"Tenang saja, Mama akan menjaga menantu Mama dengan baik. Kau tenang saja"


"Tapi Ma.." Tyas menahan tangan Mama yang siap menariknya. Mama menoleh ke arah Tyas, tersenyum menenangkan ke arah menantu kesayangannya itu.

__ADS_1


"Sudah, kamu harus mulai terbiasa dengan ini. Mama akan selalu menjagamu, Tyas. Jangan takut ya, tidak akan ada yang berani melakukan apapun padamu. Mama bisa menjamin itu"


Meski sebenarnya Tyas masih sangat takut dan gugup. Tapi, dia berusaha untuk percaya dengan ucapan Mama. Tyas mencoba untuk menghadapi semuanya. Karena memang sudah seharusnya dia menjalani kehidupan seperti ini jika menjadi istrinya Ganesh. Tyas harus siap dengan semuanya. Termasuk kehidupan sosialita Ibu mertuanya ini.


"Semuanya, perkenalkan ini adalah menantu kesayangan saya. Namanya Ayuningtyas"


Tyas sedikit tersentuh dengan cara Mama memperkenalkan dirinya. Mama benar-benar menganggap Tyas sebagai menantu kesayangannya. Tidak ada yang di buat-buat dalam nada bicaranya, semuanya sangat tulus.


"Ya ampun Nyonya Aditama, kenapa menantumu bisa semanis ini. Ya ampun, aku sangat gemas melihatnya" Seorang teman Mama langsung berdiri dan menghampiri Tyas yang berdiri di samping Mama. "..Apa kau mempunyai adik perempuan Nak? Boleh perkenalkan pada anak Tante, ya ampun kamu sangat manis sekali"


Tyas hanya tersenyum mendapat perlakuan gemas dari teman Mama itu. Sungguh reaksi semua teman-teman Mama tidak seperti yang dia bayangkan. Semuanya terlihat ramah dan wellcome pada Tyas. Tidak seperti ibu-ibu sosialita yang Tyas lihat di banyak cerita fiksi. Namun, ternyata teman-teman Mama sangat berwibawa dan ramah semuanya. Tidak ada kata sombong atau apapun itu.


Ya, mungkin Tyas tidak tahu jika Mama hanya memilih teman-teman yang sepemikiran dengannya. Tidak menggunakan kekayaan untuk kesombongan. Dan dengan teman-temannya ini memang sama dengannya. Tidak menggunakan kekuasaan dan kekayaan sebagai kesombongan.


Di sisi lain, Ganesh terlihat khawatir dengan istrinya yang berada di lingkungan teman-teman Mama. Takut jika istrinya itu merasa tidak nyaman. Namun, apa yang lihat Ganesh tidak seperti apa yang di pikirkannya. Istrinya terlihat biasa saja, bahkan sesekali tertawa saat teman-teman Mama menggodanya.


"Kau tenang saja, kau tahu sendiri bagaimana Mamamu mencari teman. Tentu mereka akan menyambut kehadiran istrimu dengan baik" Papa menepuk bahu putranya yang sedang gelisah itu.


Ganesh menoleh dan tersenyum tipis pada Papa. "Iya Pa"


Akhirnya Tyas bisa melewati rasa gugup dan takut saat dirinya akan datang ke acara ini. Ternyata semuanya tidak seperti yang ada di pikirannya.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya


__ADS_2