Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Penyakit Adlan Atau Perasaan Gezia?


__ADS_3

Gezia berguling gelisah di atas tempat tidurnya. Mengingat ucapan Adlan tadi siang benar-benar membuat dirinya terus kefikiran dan tidak bisa tidur sudah selarut ini. Apa maksud dari ucapan pria itu? Gezia benar-benar bingung.


"Komisinya hatimu saja? Apa maksudnya coba? Hati aku buat dia gitu? Apa dia punya penyakit hati ya? Jadi dia lagi butuh pendonor hati, ya ampun Kak Adlan kasihan banget"


Mulai berasumsi sendiri, padahal dia tidak juga tidak menanyakan langsung pada Adlan apa maksud dari ucapan pria itu. Adlan langsung pergi karena mendapat telepon setelah mengatakan itu. Sekarang Gezia malah di buat bingung oleh perkataan Adlan tadi siang.


"Udahlah, besok biar aku tanyakan saja sama Abang. Apa benar Kak Adlan punya penyakit parah di hatinya"


Akhirnya Gezia terlelap dengan posisi tidur yang tidak benar. Dia hanya ingin segera pagi dan bisa menanyakan langsung pada Kakaknya apa yang sebenarnya terjadi pada kesehatan Adlan.


Dan pagi ini dia benar-benar sudah bersiap untuk ke rumah Kakaknya. Tidak peduli dengan mata panda yang menghiasi wajahnya karena semalam dia tidak cukup tidur. Mama yang sedang membantu pelayan menyiapkan makanan langsung terkejut saat melihat putri sudah rapi sepagi ini. Karena biasanya Gezia selalu berangkat agak siang ke butiknya . Tidak sepagi ini, bahkan setelah sarapan saja dia masih bisa leha-leha di atas sofa sebelum benar-benar bersiap untuk pergi ke butiknya.


"Loh Zi, mau kemana sudah rapi?"


"Mau ke rumah Abang, pengen ketemu Kakak Ipar.." Gezia mencium pipi Mama "..Aku sarapan di rumah Abang saja ya Ma, bye. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Mama sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak gadisnya yang sudah berumur cukup dewasa tapi masih saja manja. Apalagi pada Kakaknya itu.


Gezia mengendarai mobilnya menuju rumah Ganesh. Dia harus segera menemui Kakaknya dan menanyakan soal Adlan. Ucapan Adlan benar-benar membuatnya terus kefikiran sampai sekarang. Akhirnya Gezia sampai juga di rumah Kakaknya, Tyas yang membukakan pintu juga terkejut karena adik iparnya yang datang sepagi ini ke rumahnya.


"Loh Zi, pagi sekali datang kesini. Ada apa? Mama, Papa dan Kakek baik-baik saja 'kan?"


Gezia nyelonong masuk ke rumah Kakaknya itu. "Mereka baik Kak, tapi Kak Adlan yang sedang tidak baik"


Tyas mengerutkan keningnya bingung. Dia menutup kembali pintu rumah dan mengikuti adik iparnya yang berjalan ke ruang tamu. "Loh, memangnya kenapa sama dia?"


"Abang mana Kak? Aku harus bicara sama Abang, kayaknya dia juga tidak tahu tentang ini"

__ADS_1


Semakin bingung Tyas dengan kelakuan adik iparnya ini. Daripada dia semakin bingung, lebih baik dia segera ke kamar untuk memanggil suaminya. Sepertinya Gezia tidak mau cerita kalau tidak ada Kakaknya ini. Tyas masuk ke dalam kamar dan melihat suaminya sedang memakai dasi, segera dia membantunya untuk memakaikan dasi di lehernya.


"Ada Zia di bawah Mas"


"Ngapain dia kesini pagi-pagi begini?" Reaksi Ganesh sama bingungnya dengan Tyas. Tidak biasanya Gezia datang sepagi ini ke rumah mereka.


"Gak tau, katanya si mau membahas soal keadaan Tuan Adlan sama kamu"


Semakin dalam kerutan di kening Ganesh, membahas soal asistennya. Memangnya ada apa dengan Adlan?


"Sudahlah, kamu temui saja. Aku juga bingung"


Akhirnya sepasang suami istri ini turun ke lantai bawah untuk menemui Gezia. Saat menyadari Kakaknya sudah menuruni anak tangga, Gezia langsung berdiri dan menghampirinya. Dia sudah tidak sabar untuk segera menceritakan tentang Adlan pada Ganesh.


"Bang, Abang tahu kalau Kak Adlan sekarang lagi kena penyakit serius kayaknya"


"Kamu beneran Zi? Kita duduk dulu deh" kata Tyas yang langsung percaya begitu saja dengan ucapan adik iparnya. Tyas mengajak suaminya dan adik iparnya untuk duduk agar lebih nyaman untuk berbicara.


"Jadi, maksud kamu gimana? Coba ceritakan dulu sama Abang detailnya, kenapa sampai kamu bisa menyimpulkan kalau Adlan sedang sakit parah"


"Jadi kemarin siang dia datang ke butik karena ada temannya yang mau di buatkan gaun sama aku. Terus pas aku bilang kalau nanti aku juga akan kasih dia komisi, eh dia malah bilang kalau komisinya hatimu saja. Apa mungkin ada masalah dengan hati Kak Adlan, jadi dia minta aku untuk donorin hatiku ke dia"


Hahaha..


Tidak.. Adiknya tidak mungkin sebodoh itu. Tapi memang Gezia sangat bodoh dalam hal cinta. Selama 25 tahun, dia tidak pernah mengenal yang namanya cinta. Yang Gezia tahu hanya belajar waktu dia sekolah dulu, dan sekarang hanya bekerja dan buat desain. Dia benar-benar polos sekali dalam hal cinta. Karena sepertinya dia tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya.


Gezia malah bingung saat Kakaknya malah tertawa dengan lebarnya. Tyas juga ikut tertawa, meski dia sudah mencoba untuk menahannya. Ternyata ini permasalahan yang membuat adik iparnya sampai datang sepagi ini ke rumah mereka.

__ADS_1


"Ihh, Abang kok malah ketawa si" kesal Gezia karena merasa dirinya malah dijadikan lelucon oleh Kakaknya sendiri.


"Oke, gini deh Zi.. Haha.. Apa kamu punya perasaan aneh sama Adlan? Kayak gimana ya.." Ganesh bingung sendiri untuk mengenalkan cinta pada adiknya ini. Gezia yang terlalu cuek, membuat dirinya bahkan tidak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.


"Seperti jantung berdebar kalau dekat dengannya, terus hati kamu selalu bahagia hanya karena bertemu dengannya saja, mendengar suaranya" Tyas yang lanjut menjelaskan, menyambung ucapan suaminya yang terhenti.


Gezia sedikit berpikir, jantungnya berdebar, hatinya senang saat bertemu dengannya. Sepertinya dia tidak asing dengan perasaan itu. Dia pernah mengalaminya, tapi tidak memperdulikan nya. "Sepertinya pernah"


Jawaban Gezia membuat Ganesh dan Tyas saling pandang dan melempar senyuma penuh arti. "Sejak kapan kamu merasakan itu? Dan sama siapa saja"


Gezia berfikir lagi, sepertinya dia sudah cukup lama merasakannya. Dan hanya pada satu orang saja. "Sebelum aku pergi kuliah ke luar negeri dan hanya sama Kak Adlan saja, pas di luar negeri juga aku tidak merasakan lagi hal itu. Aku tidak memperdulikannya lagi, sampai aku kembali ke sini dan bertemu lagi dengan Kak Adlan, aku merasakan itu lagi. Sering juga aku gugup di depannya"


Tuhan, sudah sejelas itu tapi kenapa adikku ini masih saja tidak sadar akan perasaannya. Dasar bodoh!


Ingin rasanya Ganesh menggeplak kepala adiknya agar dia sadar jika apa yang dia rasakan adalah jatuh cinta. "Zi, apa kamu tidak pernah menonton film atau membaca buku cerita romantis?"


Gezia menggeleng cepat "Aku hanya nonton action atau film kingkong, gorila gitu. Yang menguji adrenalin aja"


Tyas terkekeh di balik punggung suaminya, dia tidak tahan untuk tidak tertawa mendengar jawaban Gezia. Ternyata adiknya memang sepolos itu dalam hal cinta.


"Gezia dengerin Abang, yang kamu rasakan pada Adlan itu adalah cinta. Kamu jatuh cinta pada Adlan"


Deg...


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..

__ADS_1


__ADS_2