
Seperti tersambar petir di pagi hari, Ganesh benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Barusan Erland menelepon nya dan mengatakan jika Kakek masuk rumah sakit karena tiba-tiba sesak nafas. Padahal Kakek sedang senang-senangnya menginap di rumah Tante Syifa. Sudah lima hari dia berada disana dan bilang betah tinggal disana. Hal yang membuat Tante Syifa senang mendengarnya. Bahkan semua makanan yang Kakek inginkan selalu dia masakan sepesial untuk Ayah tercinta. Tapi, tidak di sangka jika hal ini akan terjadi. Kakek masuk ruang ICU dan sekarang keadaannya tidak bisa di bilang baik-baik saja.
Ganesh dan Tyas segera ke rumah sakit setelah mendengar kabar itu. Bahkan disana sudah berkumpul semua anggota keluarga. Menunggu di luar ruangan.
"Bagaimana keadaan Kakek?" Ganesh langsung menghampiri keluarganya dan bertanya dengan panik.
Kakek adalah sosok yang paling menjadi contoh baik bagi semua cucunya. Dia juga sangat dekat dengan semua cucunya tak terkecuali. Menyayangi semuanya mau pada cucu perempuan ataupun cucu laki-laki. Dan Ganesh termasuk yang paling dekat karena dia tinggal serumah dengan Kakek sejak dia lahir. Jadi dia lebih sering menghabiskan waktu bersama Kakek. Jadi, kabar ini tentu membuat semua keluarganya sedih. Kakek selalu terlihat sehat dan baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba dia jatuh sakit dan keadaannya langsung kritis seperti ini.
"Kata Dokter Kakek mengalami serangan jantung. Sekarang keadaannya benar-benar mengkhawatirkan" jelas Om Erwin
Ganesh duduk lemas di atas kursi tunggu, Tyas langsung memeluk suaminya. Tyas tahu jika Kakek sangat berarti dalam hidup Ganesh, dan hidup semua cucu dan anaknya. "Tenang Mas, kita berdo'a semoga Kakek bisa melewati masa kritis nya"
"Apa tidak bisa oprasi saja Pi?" kini giliran Erland yang bertanya.
Om Erwin menggeleng pelan menjawab pertanyaan anaknya itu. "Dokter bilang karena usia Kakek yang sudah terlalu tua. Jadi sangat beresiko jika melakukan oprasi"
"Papa dimana?" tanya Ganesh saat tidak melihat Papa disana
"Papa yang menunggu Kakek di dalam, hanya boleh satu orang saja yang masuk ke dalam" jelas Adlan yang juga sedang menenangkan istrinya yang sejak tadi menangis..
Semuanya hanya diam dengan fikiran masing-masing. Tyas mencob menenangkan suaminya yang terlihat gelisah. Tante Syifa dan Mama saling berpelukan dan saling menguatkan. Gezia dan Erlita juga hanya bisa saling menguatkan satu sama lain. Sampai tiba-tiba Papa keluar dari ruangan dengan wajah panik, bersamaan dengan dokter dan perawat yang berlarian masuk ke dalam ruangan Kakek. Mungkin Papa sudah memanggil tenaga medis itu dengan tomobol darurat yang ada di ruangan Kakek.
"Ada apa Mas?" tanya Syifa yang mulai takut dengan kabar terburuk.
__ADS_1
"Detak jantung Kakek berhenti"
Deg..
Semuanya lemas mendengar ucapan Papa. Apa ini saatnya? Apa ini sudah waktunya Kakek berpulang karena sudah melihat Ganesh bahagia dengan Tyas. Karena Kakek yang sangat menginginkan perniakahan ini terjadi. Tapi, kenapa sesingkat ini? Bahkan rasanya Tyas belum benar-benar berterima kasih pada Kakek atas semua yang telah dia berikan padanya.
Beberapa menit kemudian Dokter kembali keluar dari ruangan Kakek. Dia melepas masker kesehatan yang di gunakannya. Wajahnya terlihat lelah dan putus asa. Anggota keluarga segera menghampiri dokter itu.
"Bagaiamana Dok?" Papa yang bertanya lebih dulu, karena dia sangat khawatir dengan keadaan Ayahnya.
Dokter menggeleng pelan "Tuan Aditama sudah berpulang, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi sepertinya ini sudah waktunya"
Tangisan langsung pecah, Mama dan Tante Syifa saling berpelukan dengan tangis yang pecah. Tyas pun memeluk suaminya yang terlihat sangat lemas mendengar ucapan dokter. Tyas meneteskan air matanya. Tidak menyangka jika pria sebaik Kakek telah berpulang pada maha pencipta.
Kakek memang paling berjasa dalam hubungan Tyas dan Ganesh. Kakek adalah awal mulai pernikahan ini terjadi. Meski mendapat penolakan keras dari Cucunya. Tapi Kakek tetap kekeuh dengan keinginannya itu. Sampai dia mengancam Ganesh dengan sagala hal hingga akhirnya Ganesh tidak lagi bisa menolak. Karena Kakek tahu jika gadis pilihannya adalah yang terbaik untuk Ganesh. Kakek hanya ingin kebahagiaan untuk cucu pertamanya itu.
"Kakek..." lirih Ganesh dengan isakan pelan.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Karangan bunga dengan tulusan berduka cita, terpampang di beberapa sudut halaman kediaman Aditama. Banyak sekali yang datang ke kediaman Aditama. Rekan bisnis yang banyak datang. Semuanya pun merasa sangat kehilangan sosok Tuan Aditama yang di kenal ramah, namun tetap tegas dalam urusan pekerjaan. Pendiri utama dari perusahaan GE. Perusahaan yang kini menjadi perusahaan besar dan cukup terkenal di negara ini.
Keluarga masih merasa sangat kehilangan, jenazah Kakek baru saja turun dari mobil jenazah dan di sambut dengan tangisan keluarga. Gezia dan Erlita sudah beberapa kali pingsan. Kedua cucu perempuan ini selalu bersikap manja pada Kakek meski sudah dewasa sekalipun. Namun, Kakek tetap menjadi sosok Kakek terbaik bagi mereka. Yang selalu memanjakan mereka. Hingga sampai hari ini mereka benar-benar tidak menyangka akan kehilangan sosok itu untuk selama-lamanya.
__ADS_1
Di sisi lain, Tyas masuk ke kamar suaminya. Sejak datang ke rumah, Ganesh hanya berdiam diri di kamar. Bahkan saat jenazah Kakek datang pun dia tidak keluar sama sekali. Ganesh sedang mencoba menyembunyikan kesedihannya. Namun dia tetap tidak bisa menyembunyikannya dari sang istri. Tyas duduk di samping suaminya yang duduk di sofa dekat jendela. Memandang ke arah luar jendela dan melihat orang-orang yang silih berganti berdatangan di halaman rumahnya. Halaman rumahnya sampai hampir penuh dengan mobil pelayat yang datang.
"Mas, jenazah Kakek sudah tiba"
Ganesh menoleh, dia menarik Tyas ke dalam pelukannya. Memeluk istrinya dengan erat. "Aku tidak menyangka Sayang, Kakek akan pergi secepat ini. Pantas saja waktu di butik Gezia, dia mengatakan sangat merindukan Nenek. Mungkin itu adalah keingianan Kakek pada saat itu. Dia ingin segera bertemu dengan Nenek"
"Semuanya sudah ada yang mengaturnya Mas. Kita tidak tahu umur seseorang 'kan. Mungkin sekarang Kakek sudah bahagia bersama Nenek di surga. Kita hanya perlu ikhlas dan selalu mengirim do'a untuk Kakek dan Nenek"
"Aku ikhlas Sayang, aku ikhlas dengan kepergian Kakek. Beruntungnya karena di saat seperti ini aku sudah memilikimu"
"Karena mungkin Kakek hanya menginginkan yang terbaik untuk kamu dan kita"
Ganesh mengangguk, dia mencium puncak kepala istrinya. "Aku menyesal karena dulu sempat menentang Kakek karena perjodohan ini. Ternyata ini maksud Kakek, dia sudah tahu mana yang terbaik untuk hidupku"
"Sudahlah, itu sudah berlalu. Kakek memilih aku untukmu, bukan karena aku yang terbaik. Tapi karena hubungan kamu dan Kak Seira tidak ada harapan untuk bisa di lanjutkan ke jenjang pernikahan. Cinta di atas perbedaan, selalu berakhir berpisah jika salah satunya tidak ada yang mengalah. Dan mungkin Kakek tidak ingin kamu hanya membuang waktu dalam ketidak pastian"
Ya, benar yang di ucapkan Tyas. Memang cinta di atas perbedaan hanya membuang waktu dalam ketidak pastian. Yang akhirnya tetap berpisah juga.
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
Yuk mampir di karya temanku ini.. cerianya bagus..
__ADS_1