Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Ketulusan Mama


__ADS_3

Empat bulan berlalu sejak Tyas pergi meninggalkan Ganesh. Semuanya masih tertutup rapat. Seolah Tyas ada yang menyembunyikan hingga tidak bisa Ganesh maupun orang-orang suruhannya temukan di manapun. Ganesh hampir putus asa, namun dia tidak bisa menyerah begitu saja. Tyas yang menemaninya selama hampir satu tahun dengan segala sikap buruknya saja masih bisa bertahan selama itu. Tidak mungkin jika Ganesh sudah menyerah di waktu yang baru sebentar. Ganesh masih harus lebih keras lagi berusaha mencari keberadaan Tyas.


Ganesh mengendarai mobilnya di tengah hujan deras dan suara petir yang saling bersahutan. Malam ini dia memilih diam di kantor untuk beberapa jam, hanya sekedar menghilangkan penat. Hingga dia harus pulang semalam ini. Adlan sudah mulai membiarkan Ganesh kembali mengemudi sendiri. Karena Ganesh juga sudah tidak terlihat begitu terpuruk. Meski hatinya masih sangat terluka dalam penyesalan terbesarnya. Namun, Ganesh mencoba hidup dengan baik agar dia bisa menemukan Tyas dengan segera.


Tinnnn....


Ganesh melirik ke arah samping, dan sebuah truk dari persimpangan jalan melaju kencang dengan tidak stabil. Mungkin rem nya blong, Ganesh mencoba menghindar namun takdir berkata lain. Brakkk... Benturan keras yang membuat mobilnya berguling di atas aspal. Jeritan orang-orang di sekitar jalan masih samar terdengar oleh Ganesh sebelum dia benar-benar kehilangan kesadarannya.


"Ayuningtyas, Aku mencintaimu" Ucapan lirih yang terakhir kali Ganesh ucapkan sebelum dia kehilangan kesadarannya.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


"Bagaimana ini Pa, anak kita kecelakaan" kata Mama yang terlihat panik dengan air mata yang terus mengalir dari matanya.


"Beritahu Syifa, supaya dia memberitahu Tyas. Mau bagaimana pun dia masih istrinya dan berhak tahu apa yang terjadi pada suaminya"


"Ge, ke rumah Tante Syifa sekarang. Jemput mereka untuk ke rumah sakit, Om Rio masih di luar kota"


"Oke Ma"


Mama, Papa dan juga Kakek segera ke rumah sakit dimana Ganesh di rawat sekarang. Mereka baru mendapat kabar kecelakaan itu beberapa menit yang lalu di saat hari sudah sangat larut. Bahkan sebentar lagi sudah hampir tengah malam. Sungguh, Mama tidak pernah menyangka jika anaknya akan mengalami ini. Bermaksud memberikan pelajaran pada Ganesh tentang apa yang dia lakukan pada istrinya itu adalah salah. Namun, Mama atau anggota keluarga lainnya tidak pernah menyangka jika semua ini akan terjadi.


"Tyas menyerah Ma"


Mama sudah menduganya. Dia memang tidak tahu bagaimana kehidupan pernikahan anaknya. Tapi, Mama sudah menduga jika hal ini mungkin saja terjadi. Mengingat pernikahan Ganesh dan Tyas terjadi karena perjodohan. Apalagi saat melihat penolakan Ganesh saat rencana pernikahan ini.

__ADS_1


"Tunggu Mama Sayang, Mama akan menjemputmu ke sana"


Tidak ada kata selalu membela anaknya apapun yang terjadi. Istilah itu tidak berlaku bagi Mama maupun Papa. Keduanya tetap akan membela yang benar dan memberi hukuman pada yang salah. Meski itu adalah anaknya sendiri. Keadilan yang perlu di tegakkan. Begitulah yang di ajarkan Kakek pada semua anak cucunya.


Mama mengajak Tante Syifa dan Erlita malam itu. Mereka datang pukul 2 dini hari, tentu Tyas sudah membereskan semua barang-barang miliknya. Sehingga saat mereka datang, Tyas sudah bersiap. Namun, emosi Mama langsung meledak saat melihat semua foto di ruang tamu rumah Ganesh ini. Semuanya adalah foto-foto Seira dan dirinya.


Ganesh benar-benar keterlaluan. Mama mengepalkan tangannya dengan esmosi. Ingin sekali dia menampar wajah anaknya yang tidak punya perasaan itu. Setega itu dia menyakiti gadis sebaik dan setulus Tyas.


"Dimana anak itu sekarang?" tanya Mama


"Di kamar Tyas Ma"


"Di kamar kamu? Jadi, selama ini kalian juga pisah kamar. Ohh Tuhan, Mama tidak menyangka jika anak itu akan sebodoh ini. Semua ini seperti di cerita fiksi dan Mama tidak menyangka semuanya akan terjadi pada anak Mama yang bodoh itu"


"Benar kamu Syifa, ayo kita pergi sekarang. Semua barang-barang kamu sudah di bawa 'kan Sayang?" tanya Mama pada Tyas


Tentu gadis itu begitu terharu dengan ketulusan keluarga suaminya ini. Bahkan Tyas tidak mampu menahan air matanya saat ini. Air mata sedih dan juga air mata haru karena kebaikan Mama san Tante Syifa.


Bahkan di saat sulitnya seperti ini, Tyas tidak mampu untuk meminta bantuan pada keluarganya. Padahal dia masih memiliki Ayah kandung yang masih hidup dan sehat. Tapi, tidak mungkin juga Ayah yang bahkan rela mengorbankan perasaan anaknya hanya demi perusahaan, akan menolongnya. Tyas tidak bisa berharap lebih untuk itu.


"Ayo kita pergi sekarang"


Tante Syifa membawa barang-barang Tyas yang tidak seberapa itu. Mengikuti langkah Mama yang sedang menuntun menantunya itu.


"Tyas, kenapa jalanmu seperti itu?"

__ADS_1


Deg..


Tyas diam mematung mendengar pertanyaan dari Tante Syifa. Tentu Tyas malu untuk menjawabnya, tidak tahu sudah semerah apa wajah dia sekarang. Tyas benar-benar malu jika harus menceritakan semuanya. Tapi, tatapan Mama seolah menginginkan penjelasan atas semuanya ini.


"Astagfirullah, apa Ganesh telah melakukannya? Kapan Sayang? Kapan dia melakukannya?" tanya Mama setelah menyadari hal yang terjadi pada Tyas


"Barusan Ma, malam ini adalah malam pertama kami setelah 10 bulan menikah. Tapi setelah itu...." Tyas sudah terlanjur buka suara dan tidak mungkin jika dia tidak menceritakannya. Akhirnya Tyas menceritakan kisah malam ini. Hanya tentang malam ini, tidak dengan hari-hari sebelumnya. Tyas masih ingin menjaga aib suaminya, meski yang satu ini tetap harus terpaksa dia ceritakan.


Mama hanya mampu menggelengkan kepala dengan dada yang naik turun menahan emosi. Dia tidak mampu lagi berkata-kata dengan sikap anaknya ini. Jujur, Mama sangat malu mempunyai anak seperti Ganesh. Yang memperlakukan istrinya bagaikan wanita malam yang tidak berharga.


Kini mereka telah sampai di dalam mobil, sejak tadi Erlita hanya diam saja. Dia tidak bisa berkata apapun di saat situasinya sedang tidak kondusif seperti ini.


"Untuk sementara ini, kamu tinggal di rumah Tante Syifa dulu ya. Kamu harus menghilang dulu dari hidup Ganesh biar dia menyesal karena telah mengabaikan mutiara sepertimu"


Tyas mengangguk, dia peluk ibu mertuanya itu dari samping. Tyas tidak bisa membayangkan jika ibu mertuanya bukan Mama, mungkin hidupnya akan semakin menderita dan tidak punya tempat untuk meminta tolong selain pada Tuhan nya. Kini, Tyas merasa mempunyai keluarga yang begitu tulus menerima kehadirannya.


"Terimakasih Ma, maaf karena aku tidak bisa memenangkan hati Mas Ganesh"


"Sudah Sayang, biarkan anak bodoh itu menyesal. Kau tidak perlu sebodoh itu untuk memberikan hatinya pada pria sialan seperti Ganesh. Jika kau ingin bercerai darinya, Mama akan mengurus semuanya"


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


Beruntung banget kalo punya Ibu mertua seperti Mama. Sosok yang tidak selalu membela anaknya yang jelas-jelas sudah salah. Kalo menurut kalian bagaimana?

__ADS_1


__ADS_2