
Di saat sang suami sedang terpuruk dengan kepergiannya. Tyas justru berfikir jika Ganesh akan bahagia karena kepergiaannya. Karena itulah yang dia harapkan selama ini. Jika saja benihnya tidak tumbuh di rahim Tyas, mungkin dia sudah mengirim surat gugatan cerai pada suaminya itu. Namun, Tyas tidak menyesali kehadiran calon anaknya ini. Karena dia yang akan menemani Tyas dalam melewati hidupnya. Meski tanpa seorang suami nantinya. Tyas akan lebih kuat karena bayinya ini.
Melingkari kalender di pangkuannya, Tyas tentu ingat jika hari ini adalah tanggal pernikahan mereka. Tidak terasa, Tyas ternyata bisa bertahan sampai satu tahun. Meski sebelum genap satu tahun pernikahan mereka, Tyas sudah memilih pergi dan menyerah untuk terus berjuang membuat Ganesh mencintainya.
Bersyukur di saat-saat seperti ini, Tyas di kelilingi orang-orang baik yang mau dengan tulus membantunya. Pernikahan yang tak di harapkan telah membuat Tyas terjerumus pada kisah rumit Ganesh dan Seira. Dia hanyalah korban keegoisan orang tuanya. Namu, sekali lagi Tyas memang selemah itu.
Bahkan dia tidak bisa hanya untuk menolak perintah dari Ayahnya. Karena sejak kecil, Tyas tidak punya pilihan. Semuanya selalu menuruti keinginan Ayah dan Ibu tirinya. Dia tidak pernah mempunyai pilihan sejak Ibu kandungnya meninggal. Tyas benar-benar menjadi gadis yang penurut, bahkan terlalu penurut hingga mengatakan 'tidak' saja dia tidak mampu jika ini sudah bersangkutan dengan perintah dari keluarganya.
"Semoga kamu baik-baik saja Mas. Tentu saja kamu akan baik-baik saja tanpa kehadiranku, karena kamu menginginkan kepergianku ini"
Tyas tidak mampu menahan air matanya saat dia mengingat kembali malam pertama juga malam terakhir dirinya bersama Ganesh. Bagaimana suaminya mengatakan hal yang mampu membuat Tyas menyerah saat itu juga. Membuat semuanya berakhir dan Tyas memilih pergi, meninggalkan setiap luka yang di torehkan oleh suaminya di hatinya ini.
"Tenanglah, aku akan segera menceraikan istriku setelah satu tahun pernikahan ini. Hanya kau yang akan menjadi ratuku, Seira"
Ucapan Ganesh waktu itu tentu telah menunjukan jika suaminya tidak menginginkan kehadiran Tyas sama sekali. Ganesh hanya berharap Tyas segera pergi dari hidupnya, Ganesh hanya menginginkan Seira dalam hidupnya. Bukan Tyas.
Hal itu masih terlalu menyakitkan untuk Tyas. Suaminya sendiri tidak menginginkannya. Bahkan dirinya seolah tidak di inginkan oleh siapapun. Orang tuanya pun tidak pernah menginginkan kehadirannya. Ayahnya saja tega menjadikan Tyas kambing hitam dalam permasalahan perusahaannya. Membuat citra Tyas di mata suaminya menjadi hancur. Tyas sudah di cap sebagai wanita penggila uang oleh suaminya sendiri.
Tangan rapuhnya mengelus lembut perutnya. Hanya calon bayinya yang mampu menguatkan Tyas di setiap kesedihannya. "Kamu akan baik-baik saja bersama Bunda, Nak"
__ADS_1
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Ganesh mulai merubah kembali penampilannya seperti dulu. Perkataan Adlan benar-benar membuat Ganesh risih dan segera merubah kembali penampilannya. Meski seperti itu, kekacauan hatinya masih tetap sama. Dia masih terus mencari Tyas. Bahkan Ganesh sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari istrinya itu. Namun, sampai hari ini masih belum ada kabar baik tentang istrinya.
Entah dimana Tyas bersembunyi sehingga orang suruhan Ganesh yang tentunya sudah ahli di bidangnya ini. Namun, pencarian Tyas seolah ada yang menghalangi. Bahkan mereka tidak bisa menemukan jejaknya saja. Ganesh semakin frustasi. Istrinya menghilang bak di telan bumi.
"Lanjutkan pencarian sampai istriku benar-benar ketemu"
Ganesh tidak akan menyerah begitu saja. Dia yakin jika dirinya bisa menemukan Tyas. Ganesh tidak akan menyerah sampai dia benar-benar menemukan istrinya itu. Tidak peduli seberapa lama dia melakukan pencarian ini. Asalkan Tyas ketemu, Ganesh tidak peduli telah menghabiskan banyak waktu dalam hidupnya hanya untuk mencari istrinya ini.
Ganesh meraih figura foto pernikahan mereka yang berada di atas meja kerjanya. Hampir setiap hari dia selalu mengamati foto pernikahan mereka. Mencium dan mengelus bagian foto Tyas. Ganesh benar-benar merindukan gadis itu. Senyuman dan ketulusannya, suara lembutnya uang selalu meneduhkan hati.
Ganesh seolah berbicara dengan sosok Tyas yang nyata di foto itu. Ganesh hanya ingin sedikit meredakan kegelisahan dalam hatinya setiap dia memikirkan kehadiran Tyas di hidupnya selama ini. Istrinya yang dia abaikan setiap ketulusannya. Ganesh bahkan menolah hati kecil yang selalu mengatakan jika Tyas tidak salah dalam hal ini. Tapi egonya yang tinggi membuat Ganesh menolak kata hatinya sendiri.
"Kamu tahu gak, kalo hati aku itu sudah menyimpan simpati sama kamu. Tapi, aku selalu menghindari perasaan itu. Hingga sekarang aku mengerti, jika perasaan yang aku kira hanya simpati biasa. Ternyata apa yang aku rasakan padamu sudah menjadi cinta dan sayang. Kehilanganmu adalah hal paling berat dalam hidupku, kamu yang baik dan tulus. Yang selalu tersenyum meski aku menatap benci padamu. Semua itu telah berhasi meluluhkan hatiku"
Panjang lebar Ganesh bercerita pada foto Tyas. Berharap jika istrinya bisa mendengar semua curahan hatinya saat ini.
Ganesh pulang ke rumah setelah seharian di sibukan dengan pekerjaannya di kantor. Setiap dia membuka pintu rumahnya, bayangan Tyas selalu hadir. Suara lembut yang menyambutnya dengan penuh ketulusan. Ganesh selalu tersiksa saat dia berada di rumah ini. Hampir setiap ruangan mempunyai bayangan dan kenangan tentang istrinya. Bukan kenangan indah, namun kenangan menyakitkan. Semua sikap buruknya pada Tyas selalu terlintas dan membuat Ganesh semakin tersiksa dengan segala penyesalannya.
__ADS_1
Malam ini, dia sengaja tidur di kamar tempat Tyas. Bahkan sudah beberapa kali dirinya tidur di kamar yang menjadi saksi bagaimana malam pertama mereka terjadi sebelum esoknya Tyas benar-benar pergi dan menghilang. Bahkan sprei di tempat tidur itu masih belum dia ganti. Darah perawan Tyas sudah mengering di sprei putih itu.
Ganesh selalu menangis di atas tempat tidur itu. Dia hanya bisa membayangkan malam terakhir dirinya bersama sang istri. Bercak darah itu, telah membuktikan jika mereka telah melakukannya. Dan setelahnya, Tyas pergi.
Ganesh meringkuk di atas tempat tidur, menangis menyesali semuanya. Hingga Ganesh mengingat perkataan adiknya waktu itu. Baca novel? Ganesh masih terus berfikir apa yang di maksud adiknya itu. Menyuruhnya membaca sebuah novel?
Apa mungkin ini petunjuk tentang Tyas?
Ganesh segera bangun dan mengambil ponselnya di atas nakas. Dia memasang dulu aplikasi yang di sebutkan Gezia waktu itu. Lalu Ganesh mencari judul yang dikatakan Gezia. Mulai membaca dari bab satu, dan Ganesh sudah menteskan air mata saat kisah itu adalah tentang dirinya.
Tidak terasa Ganesh selesai sampai bab terkahir, namun belum juga ada petunjuk tentang kemana Tyas pergi. Ganesh tahu siapa penulis cerita ini. Meski dia memakai nama pena yang berbeda. Tentu Ganesh tahu jika istrinyalah yang menulisnya. Meski selama ini Ganesh tidak tahu jika istrinya memiliki bakat ini.
Sayang, sebenarnya kemana kamu pergi?
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
Sudah cukup belum penyesalan Ganesh.
__ADS_1