
Kehidupan Ganesh seolah tidak ada lagi masa depan. Dia bahkan sudah beberapa kali sengaja datang ke rumah Seira. Namun, Ayahnya benar-benar melarang Ganesh untuk menemui putrinya. Meski Ayah tidak menjelaskan apa alasannya memisahkan dia dan Seira. Sampai saat ini Ganesh tidak juga sadar akan kesalahannya yang telah melukai dua wanita dalam hidupnya. Seira dan juga Tyas.
Hingga akhirnya Ganesh hanya bisa pasrah dan kembali pada kehidupannya. Tentunya kehidupan yang sangat hampa karena tidak adanya cinta di hidupnya. Tyas telah pergi, dan Ganesh merasa cintanya tidak ada lagi. Semua rasa cintanya terbawa oleh Seira.
Empat tahun bukanlah waktu sebentar untuk melupakan semua kenangan mereka berdua. Tentu, Ganesh sangat sulit untuk melupakan Seira. Bahkan dia sudah tidak lagi memikirkan kesehatan dan penampilannya. Ganesh hanga menyibukkan diri dengan bekerja dan terus bekerja.
"Ada rapat siang ini, segera bersiap Tuan" kata Adlan yang masuk ke dalam ruangan Ganesh.
Ganesh melirik Adlan sekilas, namun dia tidak menjawab apapun hanya memberi isyarat dengan tangannya agar Adlan segera pergi dari ruangannya. Ganesh hanya ingin sendiri.
"Baiklah, aku akan keluar. Aku tunggu kau saat jam makan siang" kata Adlan, kali ini dia berbicara sebagai teman. Adlan sungguh tidak habis fikir dengan kelakuan bos sekaligus temannya itu. Di tinggalkan kekasihnya membuat Ganesh seperti mayat hidup. Sementara masih ada istrinya yang selalu menunggunya di rumah.
Jam makan siang Ganesh dan Adlan pergi menuju tempat meeting yang telah di tentukan. Ganesh sempat ragu saat tahu dimana tempat meeting yang di tentukan itu. Ternyata adalah restoran yang sering menjadi tempat Ganesh dan Seira menghabiskan waktu bersama. Bahkan, dinner romantis yang Ganesh persiapkan untuk Seira beberapa bulan lalu juga di tempat ini.
"Kenapa kesini?" tanya Ganesh pada Adlan yang tentu tahu kenangan Tuannya bersama Seira di tempat ini.
"Tuan Alex yang menentukan tempatnya, Tuan"
"Sial. Dia seolah sengaja ingin menertawakan kehancuran hubunganku dan Seira" kesal Ganesh, namun dia bukanlah pria yang tidak profesional. Ganesh tidak akan mencampurkan urusan pekerjaan dan urusan pribadinya.
Akhirnya Ganesh hanya bisa pasrah saja saat semua kenangan bersama Seira kembali terulang di fikirannya saat dia mulai memasuki restaurant ini. Ganesh dan Adlan menunggu di ruang VIP restaurant tersebut. Tidak ada percakapan diantara mereka.
Adlan hanya mampu menghela nafas melihat Tuannya seperti tidak ada tujuan hidup lagi. Bahkan penampilannya pun sudah tidak seperti dulu. Rambut yang acak-acakan, bulu-bulu halus mulai tumbuh di sekitaran wajahnya. Ganesh benar-benar tidak lagi memperhatikan penampilannya itu.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka membuat mereka berdua langsung menoleh ke arahnya. Dan muncullah Alex, sebagai rekan kerja mereka dengan di ikuti sekretaris nya. Namun, siapa sangka jika sekretaris Alex adalah Seira. Semua itu membuat Ganesh terkejut dan juga kecewa sekaligus.
__ADS_1
Apa kamu pergi karena pria ini, Ra.
Seira juga terlihat begitu terkejut saat bertemu kembali dengan Ganesh. Seira berjalan mendekat ke arah meja di dalam ruangan VIP ini. Alex menarik kursi dan mempersilahkan Seira duduk di sana. Dan hal itu tentu tidak lepas dari pandangan Ganesh. Namun, Seira hanya berwajah datar dan tidak sedikit pun melirik ke arah Ganesh.
Tuhan... Aku tetap tidak bisa semudah itu melupakan pria di sampingku ini. Apalagi jika dia berada di dekatku seperti ini.
Seira juga terluka dengan semua ini, namun dia yakin jika keputusanku yang dia ambil saat ini benar-benar keputusan yang terbaik untuk hubungan mereka.
"Tuan Ganesh, perkenalkan ini adalah Seira Queenera. Dia adalah sekretaris pengganti selama sekretaris lama saya mengambil cuti" kata Alex yang langsung memperkenalkan Seira secara formal. Meski mungkin dia tahu tentang hubungan mereka. Namun, ini tentang pekerjaan. Tidak bisa di kaitkan dengan kehidupan pribadi.
Seira mengangguk hormat pada Ganesh dan Adlan. Dia adalah seseorang yang setia dengan Ganesh.
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan Ganesh dan Tuan Adlan"
"Baik, mari kita langsung mulai saja" kata Alex memecahkan suasana canggung yang tercipta.
Kali ini Ganesh tidak akan melalui kesempatan pertemuannya dengan Seira tanpa menanyakan apa alasan wanita itu tiba-tiba menghilang bak di telan bumi dari hidupnya.
"Bisa minta waktunya sebentar, ada yang ingin saya bicarakan dengan sekretaris anda" Ganesh akhirnya berucap, setelah dia hanya diam sejak meeting ini dimulai.
"Baiklah, saya izinkan anda berbicara dengan sekretaris saya ini. Selesaikan segala masalah diantara kalian berdua" kata Alex sebelum dia berlalu pergi keluar ruangan ini. Adlan menganggukan kepalanya dengan hormat sebelum dia juga ikut keluar, meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan ini.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Ganesh berdiri diam menatap pemandangan di luar jendela kamarnya. Pertemuannya dengan Seira tadi siang tidak membuahkan hasil apapun.
__ADS_1
Alasannya apa Ra?
Pertanyaan itu benar-benar tidak terjawab apapun oleh Seira. Bahkan gadis itu pergi meninggalkan Ganesh saat tiba-tiba Ganesh harus mengangkat telepon. Semuanya masih belum jelas untuk Ganesh. Seira meninggalkannya begitu saja.
Tok..tok..
Suara pintu yang di ketuk sama sekali tidak mengalihkan Ganesh dari pandangannya. Dia tahu siapa yang datang ke kamarnya, jika bukan Tyas. Ganesh pun merasa heran karena gadis itu masih bisa bersikap baik setelah Ganesh tidak lagi menganggapnya ada. Tyas hanya bagaikan bayangan yang lewat di sekitar Ganesh. Pria itu benar-benar tidak memperdulikan keberadaannya.
"Mas, makan malam dulu. Aku sudah siapkan di bawah" teriak Tyas dari luar kamar, namun Ganesh tetap diam.
"Mas, aku masuk ya"
Lagi-lagi tidak ada jawaban, akhirnya Tyas memberanikan diri untuk membuka pintu kamar Ganesh yang Tyas tahu tidak akan di kunci. Tyas sudah mulai memahami kebiasaan suaminya ini, Ganesh selalu lupa mengunci pintu kamarnya sendiri.
Tyas berjalan masuk dan menatap prihatin pada suaminya yang berdiri di depan jendela dengan tatapan kosong. Setelah di tinggalkan Seira, Ganesh benar-benar seperti mayat hidup yang tidak lagi mempunyai tujuan hidup dan masa depan.
Tyas berjalan ke arah meja di depan sofa di ujung ruangan. Menyimpan nampan yang di bawanya di atas meja. Lalu, Tyas menghampiri Ganesh. Tak terasa air mata Tyas menetes begitu saja melihat wajah pucat suaminya. Ganesh benar-benar tidak seperti Ganesh yang Tyas kenal saat awal-awal pernikahan mereka.
Ganesh yang kasar dan suka membentaknya. Kini, Ganesh bahkan tidak lagi peduli saat Tyas tidak sengaja menjatuhkan figura foto Dia dan Seira. Ganesh benar-benar sudah kehilangan hidupnya dan Tyas tidak tega melihatnya. Tyas lebih baik melihat Ganesh yang membencinya dan memarahinya daripada Ganesh yang diam dengan tatapan kosong tanpa araj seperti ini.
Perlahan Tyas memegang lengan Ganesh yang dia masukan ke dalam saku celana panjang yang di pakainya. "Makan dulu yuk, aku sudah siapkan semuanya"
Ganesh langsung menepis tangan Tyas "Aku tidak mau makan, kau pergi dari kamar ku. Aku ingin sendiri"
Ganesh berlalu ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya disana. Membelakangi Tyas yang masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..