
Malam hari, Ganesh kembali ke rumah. Entah kenapa dia merasa ragu untuk masuk ke dalam rumahnya sendiri. Mengingat kejadian tadi siang di kantor, membuat Ganesh merasa tidak enak jika harus bertemu lagi dengan Tyas. Wanita yang dia sakiti.
Sungguh, Ganesh tidak bermaksud sampai membentak dan mendorong Tyas ke tembok saat itu. Dia hanya terdorong oleh esmosi dan ketakutannya akan pernikahan mereka yang di ketahui karyawan kantor dan akan membuat Seira semakin terluka.
Ganesh masuk ke dalam rumah dengan mengucap salam. Tidak di sangka, gadis yang dia sakiti hati dan fisiknya malah sedang menunggunya dengan senyuman hangat. Tatapan matanya tidak menunjukan rasa benci pada Ganesh. Namun, Ganesh bisa melihat tatapan penuh luka di balik mata indahnya itu.
Tyas menjawab salam, lalu berjalan mendekat ke arah Ganesh yang masih diam mematung di tempatnya. Tyas meraih tangan kanan Ganesh lalu menciumnya. Dia ambil tas kerja dan jas Ganesh yang sudah dia lepas dan di sampirkan di lengannya.
"Mau mandi dulu Mas, aku sudah menyiapkan makan malam"
Ganesh mengerjap kaget, dia gelagapan sendiri di perlakukan seperti itu oleh Tyas. Tanpa menjawab Ganesh langsung berlalu begitu saja. Tyas hanya tersenyum lirih melihat itu. Bahkan dia sudah mencoba bersikap biasa saja setelah apa yang terjadi tadi siang.
Bukannya Tyas tidak marah dan kecewa. Dia sudah sangat marah dan kecewa. Hanya saja, Tyas masih mencoba mengerti posisi Ganesh saat itu. Mungkin suaminya yang takut nama baik Seira tercemar karena kehadiran nya di kantor. Padahal Tyas tidak mengungkapkan identitas dia sebenarnya.
"Kuat Tyas, bertahun-tahun di benci keluargamu. Kamu masih bisa bertahan. Ini hanya baru beberapa minggu saja"
Mundur jatuh dan maju tetap akan terjatuh. Istilah yang tepat untuk kehidupan Tyas saat ini. Dia tidak mungkin mundur karena keluarganya pun tidak akan mau menerimanya lagi. Pilihan Tyas hanya tetap menjalani hidupnya meski dengan hati yang tersakiti.
Sementara itu, Ganesh terdiam di tempat tidurnya setelah selesai mandi dan ganti baju. Hatinya masih begitu merasa bersalah untuk kejadian tadi siang. Tapi egonya masih terlalu tinggi untuk sekedar meminta maaf pada Tyas. Ganesh masih berharap dengan cara seperti ini, maka Tyas akan segera menyerah dan meminta berpisah darinya.
Ganesh mengusap wajah, frustasi "Kenapa aku jadi plin plan begini? Jelas sekali dia yang salah, kenapa harus aku yang merasa bersalah padanya. Salah dia sendiri sudah membuat hubunganku dan Seira semakin rumit"
Ganesh hanya sedang mencoba menolak kata hatinya. Mempertahankan egonya. Menganggap Tyas adalah orang yang membuat hubungannya dengan Seira semakin rumit. Meski hati kecilnya menolak pemikiran itu.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Waktu berlalu terlalu cepat, pernikahan yang tidak di inginkan ini ternyata masih bertahan sampai bulan ini. Meski sikap Ganesh yang masih belum menunjukan perubahan apapun. Tyas tetap masih berusaha meluluhkan hatinya. Karena hanya itu yang bisa Tyas lakukan. Untuk mundur saat ini, Tyas tentu tidak bisa. Karena tidak akan ada yang mau menampung Tyas. Keluarganya saja telah membuangnya dengan topeng perjodohan ini.
__ADS_1
"Mau kemana Mas?" tanya Tyas saat Ganesh turun dari lantai atas, sudah memakai setelan rapi.
"Pergi, kau tidak perlu ikut campur urusanku dan selalu menanyakan kegiatan aku di setiap harinya" ketus Ganesh
"Tapi aku hanya heran saja, tidak biasanya Mas pergi malam-malam begini" jelas Tyas, dia tidak pernah ikut campur atau sekedar menanyakan urusan Ganesh. Malam ini, Tyas hanya merasa heran karena melihat suaminya sudah rapi, bersiap untuk pergi dan Tyas tidak tahu kemana suaminya pergi.
Ganesh tidak menjawab, dia langsung berlalu begitu saja. Tidak menghiraukan atau berpamitan pada istrinya. Lagi-lagi Tyas hanya bisa menghela nafas melihat sikap suaminya yang membuatnya mulai terbiasa dengan itu.
Ting..tong
Saat Tyas baru saja akak beranjak ke kamarnya, tiba-tiba suara bel pintu rumahnya berbunyi. Tyas merasa ragu untuk membukakan pintu karena suaminya yang sedang tidak ada di rumah. Memang belum terbilang larut malam, masih pukul setengah delapan malam. Tapi, Tyas takut jika yang datang adalah orang jahat.
"Assalamualaikum"
Suara perempuan yang mengucapkan salam membuat Tyas menghapus ketakutannya. Dia segera berjalan ke arah pintu, membuka pintu rumahnya dan ternyata yang bertamu adalah saudara suaminya.
"Duduk dulu, biar aku buatkan minum"
Tyas membuatkan minum untuk tamunya, dan segera bergabung dengan tamunya itu. "Jadi, kalian sengaja kesini atau abis darimana ini?"
Erlita dan Gezia terlihat saling tatap bingung. Mereka seolah ingin mengatakan sesuatu pada Tyas, tapi ragu.
"Emm. Bang Ganesh mana Kak?" tanya Erland
"Mas Ganesh pergi, ada urusan katanya"
Jelas sekali Tyas sedang berbohong saat ini. Jelas-jelas Ganesh tidak memberi tahu dia mau pergi kemana. Tapi, Tyas tidak mau menyebar permasalahan rumah tangganya pada saudara suaminya ini. Apalagi mereka masih anaka-anak remaja yang belum mengerti tentang rumitnya rumah tangga. Apalagi dengan pernikahan yang terpaksa.
__ADS_1
"Maaf ya Kak, maafin Bang Ganesh" lirih Gezia, gadis yang selalu tenang itu memancarkan kesedihan di balik tatapan matanya.
"Kenapa minta maaf Zi? Mas Ganesh baik kok sama Kakak, bahkan dia selalu menyayangi Kakak"
Bohong Tyas! Kau sedang berbohong.
Erlita pindah duduk menjadi di samping Tyas, dia menggenggam tangan Kakak iparnya itu. Menatap wajah Tyas yang tersenyum, namun terluka di balik tatapan mata indahnya. Erlita tahu itu. Tyas hanya sedang menutupi kesedihannya.
"Kak Tyas bisa bercerita dengan kami, kami tahu apa yang Kak Tyas lewati selama ini. Tenanglah Kak, kami tidak akan menceritakan ini pada keluarga yang lain jika Kakak tidak mengizinkannya. Tapi, mohon ceritalah sama kami agar Kakak bisa lebih tenang"
Mata Tyas mulai berkaca-kaca, merasakan ketulusan dari saudara suaminya ini. Betapa baiknya adik dan sepupu suaminya ini. Bahkan mereka lebih tahu apa yang Tyas rasakan daripada suami dan keluarganya sendiri.
"Kak Ganesh keluar malam ini karena memang hari ini adalah Anniversary mereka"
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Sementara itu kedua sejoli yang sedang di landa cinta setelah 4 tahun mereka jalani bersama-sama. Berdansa dengan diiringi musik yang memanjakan telinga, dekorasi di tempat ini sudah sangat indah dan mewah. Tulisan 'Anniversary Ke 4' Terpajang dengan besar di sana. Di kelilingi dengan beberapa pernak-pernik hiasan pesta.
Berpelukan erat dengan tubuh yang bergerak mengikuti irama musik. Semuanya terasa sangat indah, saat seperti ini maka dunia terasa hanya milik mereka berdua. Seolah mereka melupakan masalah yang sedang di hadapi saat ini.
"Aku mencintaimu, Seira Queenera"
"Aku juga mencintaimu, Ganesha Aditama"
Bersambung
Bagaimana?
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya.. like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..