Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Tidak Punya Pilihan Lain?!


__ADS_3

Malam ini, Ganesh benar-benar gelisah dan tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan apa yang tadi siang di bicarakan Erland padanya. Ucapan Erland saat itu benar-benar mengganggu fikiran Ganesh saat ini.


Beranjak dari duduk dan berjalan keluar kamar. Ganesh ingin sejenak meredakan pusing di kepalanya karena terlalu banyak fikiran. Ganesh mengambil beberapa minuman di dalam lemari es. Menyimpannya di atas meja dan mulai membuka kaleng minuman pertama dan meneguknya hingga tandas.


Ganesh benar-benar sedang di landa kegelisahan. Di fikirannya terlalu banyak masalah yang harus dia selesaikan. Harapan tinggi nya ingin bisa hidup bersama Seira, selamanya. Namun, kenyataannya Tyas yang sekarang menjadi istrinya. Hal itu membuat Ganesh benar-benar tidak bisa berfikir jernih.


Yang Ganesh lakukan hanyalah untuk membuat Tyas segera pergi dari kehidupannya karena sikap kasar nya ini. Namun, sudah hampir 5 bulan pernikahannnya, Tyas masih tetap bertahan di sisinya. Membuat Tyas semakin frustasi saja.


Tepat pada saat Ganesh menghabiskan minuman ke duanya, Tyas muncul dengan membawa gelas kosong. Mungkin dia ingin mengambil minum.


"Mas belum tidur? Duh, kok malam-malam begini minum minuman seperti ini Mas. Ini tidak sehat"


Entah keberanian apa yang membuat Tyas segera mengambil kembali beberapa minuman yang masih utuh, menyimpannya kembali ke dalam lemari es. Tyas hanya tidak ingin Ganesh sakit karena terlalu banyak minum minuman berpengawet tinggi dan pemanis buatan. Tidak baik untuk kesehatannya.


"Biar aku buatkan teh jahe saja ya, Mas. Biar enak juga buat tubuh Mas"


Tanpa menunggu jawaban dari suaminya, Tyas segera membuatkan teh jahe hangat untuk suaminya. Sedikiti memakai madu, agar tidak terlalu banyak mengonsumsi gula pasir. Tyas benar-benar memikirkan sekali kesehatan suaminya, setelah apa yang sering Ganesh lakukan padanya. Setelah selesai membuat minuman itu, Tyas segera memberikannya pada Ganesh yang berada di meja makan.


"Nih Mas, ini bisa membuat tubuh rileks juga. Apalagi Mas pasti capek seharian kerja" Tyas menyimpan segelas teh jahe hangat itu di depan Ganesh.


Ganesh menatap Tyas dengan tatapan yang sulit di artikan. Kebaikan gadis ini malah semakin membuat Ganesh frustasi. Menyakitinya saja tidak cukup untuk membuat Tyas menyerah dan pergi dari kehidupannya.


"Ayo diminum Mas, biar anget badannya"

__ADS_1


Tutur bahasa yang lembut dan juga sopan, membuat Tyas semakin mendapat predikat gadis baik di dirinya. Namun, sayangnya Ganesh seolah buta dan tidak melihat kelebihan itu. Ganesh hanya terelalu jatuh cinta pada Seira, sehingga dia tidak sadar dengan kebaikan istrinya ini.


Akhirnya Ganesh meraih perlahan cangkir minuman itu, meminumnya sedikit dan dia langsung merasakan kehangatan di tubuhnya. Nyaman. Itulah yang dia rasakan saat meminum teh jahe buatan istrinya itu. Ganesh merasa tubuhnya lebih rileks dari sebelumnya. Benar apa kata Tyas, minuman ini memang cukup ampuh untuk sedikit merilekskan tubuh yang lelah.


"Mas kenapa?"


Ganesh mendongak dari tatapannya pada cangkir teh yang dia pegang. Entah sejak kapan Tyas sudah duduk di kursi depannya. Pertanyaan Tyas membuat Ganesh merasakan debaran aneh di hatinya. Pertanyaan Tyas seolah dia mengerti apa yang sedang di rasakan Ganesh saat ini.


Ganesh berdiri dari duduknya dengan masih membawa teh buatan Tyas itu. "Kau tidurlah, tidak perlu ikut campur urusanku!"


Ganesh berlalu pergi setelah berkata seperti itu. Hatinya masih belum menerima Tyas untuk bisa sedikit saja bercerita masalahnya pada gadis itu.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Beberapa hari kemudian, Ganesh di buat kebingungan dengan kekasihnya yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Bahkan semua akses Ganesh untuk menghubunginya telah di block. Semua sosial medianya telah benar-benar di block oleh Seira, membuat Ganesh frustasi karena tidak bisa menghubunginya.


Sampai di rumah setelah bekerja seharian dengan fikiran yang kacau. Tyas yang sedang duduk di sofa, sengaja menunggu suaminya pulang harus di kejutkan dengan penampilan Ganesh yang sangat kacau. Jas yang tersampir di bahunya, kemeja yang kusut dengan beberapa kancing bagian atas yang terbuka. Rambut yang biasanya rapi, kini terlihat acak-acakan.


"Mas kenapa?"


Lagi-lagi pertanyaan itu tidak di perdulikan oleh Ganesh. Pria itu seolah kehilangan arah, melangkah gontai menuju kamarnya. Menaiki anak tangga dengan tertatih-tatih. Dengan segera Tyas menyusulnya dan membantu Ganesh berjalan. Takut jika suaminya akan terjatuh dari tangga karena jalannya yang seperti itu.


Ganesh hanya diam saja saat Tyas memegang lengannya dan membantunya berjalan menaiki anak tangga. Saat ini Ganesh sedang benar-benar kacau. Kehilangan Seira adalah hal yang tidak pernah ada dalam fikirannya.

__ADS_1


Ganesh merasa perjuangannya hanya sia-sia. Tidak ada kesempatan lagi bagi mereka untuk bersama. Ganesh kacau dengan semua ini. Tidak peduli lagi dengan hidupnya. Ganesh hanya ingin Seira, mendengar semua penjelasannya. Kenapa Seira meninggalkannya dan menghilang tanpa memberi tahu apa yang sedang terjadi.


Tyas membaringkan tubuh suaminya di atas tempat tidur. Lalu, dia mengambil air hangat ke dalam wadah dan juga handuk kecil. Tyas mulai mengelap tubuh suaminya dengan perlahan. Tidak ada rasa malu atau apapun bagi Tyas saat harus membersihkan tubuh suaminya yang seperti mayat hidup ini. Membuka kemeja yang di kenakan Ganesh juga celananya dan hanya menyisakan boxer saja. Tyas hanya mencoba biasa saja, karena dia telah halal untuk menyentuh Ganesh bahkan lebih dari ini.


Setelah selesai mengganti pakaian suaminya, Tyas segera membawa semangkuk sup hangat untuk Ganesh. Menyuapinya dengan perlahan, Tyas menatap mata tajam itu yang kini hanya terdapat tatapan kosong disana.


Ganesh seolah tidak menyadari kehadirannya sejak tadi. Jujur, Tyas begitu tersakiti melihat suaminya seperti ini. Apalagi Tyas tidak mengetahui permasalahan apa yang sedang terjadi.


"Kamu ini sebenarnya kenapa Mas?" tanya Tyas hati-hati


Ganesh mengerjap, dia seolah baru tersadar dari lamunannya. Menatap Tyas dengan dingin, kembali pada tatapan tidak sukanya pada Tyas.


"Ngapain kau di kamarku, Hah? Jangan bertingkah, kau hanyalah pembawa sial di hidupku dan Seira. Pergi kau! Dasar wanita penggila harta. Kau menikahiku hanya karena uang, sialan!"


Salah... Ganesh benar-benar salah kali ini. Dia meluapkan kekesalannya pada Tyas yang tidak tahu apa-apa. Tyas menatap lekat suaminya, tidak ada air mata yang berjatuhan kali ini. Tyas mencoba kuat untuk menghadapi tingkat emosional suaminya.


"Terkadang apa yang kita fikirkan dan kita dengar, tidak sesuai dengan kenyataannya, Mas. Silahkan kamu memperlakukan aku seburuk yang kamu mau. Tapi..." Tyas menjeda sejenak ucapannya untuk mengambil nafas dan menguatkan hatinya dengan semua perkataan kasar suaminya barusan. "....Aku tidak akan menyerah, karena aku tidak lagi punya pilihan lain"


Pergi.. Tyas berlalu pergi setelah berkata seperti itu, membuat Ganesh terdiam mencerna setiap kata yang di ucapkan Tyas.


Bersambung


Bagaimana?

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga ya.. Terimakasih


Novel on going aku yang satunya lagi udah up loh.. Daddy Is My Husband.. boleh langsung mampir ya..


__ADS_2