Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Jangan Hancurkan Kepercayaannku


__ADS_3

Hari yang di tunggu tiba juga, hari ini semua anggota keluarga Aditama sudah berada di gedung tempat acara pernikahan Gezia dan Adlan di laksanakan. Acara yang di gelar mewah dan meriah. Adlan mengucapkan ijab qabul dengan lancar dan dengan satu tarikan nafas. Semuanya mengucap syukur. Mama sampai meneteskan air mata haru saat melihat anak perempuannya yang kini bukan hanya miliknya saja, tapi sudah menjadi milik suaminya juga.


Acara berlanjut semakin meriah, para tamu undangan mulai berdatangan dan juga para artis yang menghibur acara pernikahan ini. Kedua mempelai dengan bahagia menyalami setiap tamu undangan yang mengucapkan selamat dan memberikan do'a pada mereka.


Di saat pasangan pengantin baru yang sedang bahagia menerima ucapan selamat dan do'a terbaik pada mereka dari setiap tamu undangan yang hadir. Di sisi lain ada seorang suami yang sedang overfrotektive pada istrinya yang sedang hamil besar itu. Dia menyuruh Tyas duduk diam saja, tidak perlu dirinya yang menyapa rekan kerja dan beberapa temannya yang datang. Karena mereka sendiri yang akan datang menghampiri Ganesh dan menyapanya. Saat ini Ganesh hanya sedang ingin menemani istrinya dan menjaga istrinya agar tidak terlalu kelelahan di acara pernikahan adiknya ini.


"Wahh disini ternyata Tuan Muda Aditama, pantas saja di cara disana tidak ada"


Seorang pria datang menghampiri mereka. Ganesh langsung menyalami pria itu dan memeluknya sebagai sambutan pada teman kuliahnya dulu. "Mana pasanganmu?"


"Ada, dia sedang bersama teman-teman sosialitanya"


Ganesh mengangguk mengerti, dia melirik istrinya yang sudah berdiri di sampingnya. "Oh ya, perkenalkan ini istriku"


"Tyas"


"Derry"


Keduanya bersalaman sebagai tanda perkenalannya.


"Kayak pernah ketemu ya"


Tyas menatap pria itu dengan seksama, memang dia tidak merasa asing dengan pria itu. Seperti pernah bertemu tapi lupa entah dimana. "Maaf, siapa ya?"


Ganesh langsung melirik tajam pada istrinya, tidak bisa melihat pemandangan ini. Apa istrinya mengenal temannya ini? Apa mungkin mereka juga pernah pacaran? Aaah.. Tidak..Tidak.. Ganesh mengusir pikirannya itu. Tidak mungkin istrinya membohonginya. Sebelumnya Tyas pernah bercerita jika dirinya adalah cinta pertamanya dan dia tidak pernah memiliki kekasih.


"Apa kamu pernah bekerja di pencetakan buku?"

__ADS_1


Tyas mengangguk, dia mulai mengingat-ngingat siapa saja teman bekerjanya. Hingga dia mengingat salah satu teman kerja yang hanya sebentar bekerja disana. "Apa ini Kak Derry yang sama dengan teman kerja Tyas dulu?"


"Ya ampun ini Ayu ya, ya ampun apa kabar Yu? Makin cantik saja. Nyesel deh aku karena sudah memiliki pasangan sekarang"


"Ekhem.." Deheman keras Ganesh membuat Derry menoleh ke arahnya dan cengengesan saja. Derry masih tidak percaya jika gadis yang dulu sempat dia kagumi karena kebaikannya dan sifat ramahnya itu. Ternyata adalah istri dari sahabatnya ini. Beruntung sekali Ganesh karena bisa mendapatkan istri seperti Tyas.


"Baik Kak, Kakak apa kabar juga" Tyas mencoba bersikap biasa saja meski dia sudah melihat tatapan tajam suaminya.


"Aku juga baik"


"Sudahlah, kau pergi saja dan temui pasanganmu itu. Jangan mengganggu istriku!"


Derrry menepuk bahu Ganesh, menatapnya dengan serius. "Jangan sia-siakan wanita seperti dia, kalau kau berani menyia-nyiakannya. Maka jangan salahkan aku jika aku akan datang dan mengambilnya darimu"


"Kau!"


"Jangan marah Mas, aku dan dia 'kan hanya teman kerja saja dulu" Tyas meraih tangan suaminya di atas meja. Menggenggamnya dengan lembut.


"Dia mengincarmu, kalau saja kamu tidak mau kembali padaku. Mungkin sudah terlalu banyak pria yang akan menjadikanmu istrinya. Belum lagi si fotografer sialan itu" Ganesh kesal sendiri dengan Azam yang menjadi fotografer acara pernikahan adiknya ini. Tentu saja tadi dia sempat menyapa istrinya, meski masih dalam batas wajar. Tapi Ganesh tetap tidak suka, dia takut jika istrinya akan di ambil orang lain.


"Apaan si Mas, gak mungkinlah kalau Kak Derry sampai suka sama aku. Dia itu anak orang kaya yang kabur ke tempat kerjaku hanya karena tidak mau kuliah di luar negeri"


Ya karena kau tidak sadar jika kebaikan dan ketulusanmu bisa mengikat banyak pria untuk mengincarmu untuk menjadi istrinya. Hanya aku yang bodoh karena pernah menyia-nyiakannya wanita sepertimu.


Ya, Derry hanyalah karyawan baru yang ternyata dia kabur dari rumahnya karena tidak mau kuliah di luar negara. Hingga dia bekerja di tempat kerja Tyas sampai orang tuanya menemukannya dan membawanya pulang. Hanya cerita sesingkat itu. Derry hanya bekerja 3 bulan saja di tempat kera Tyas itu.


"Terus kenapa dia menganggilmu Ayu?" Masih mempermasalahkan panggilan pria lain yang terdengar berbeda. Padahal sebenarnya itu hanyalah hal sepele.

__ADS_1


"Aku juga gak tahu, dia memang selalu memanggilku Ayu. Padahal yang lainnya juga memanggilku Tyas, seperti biasanya"


Memang begitu kenyataannya, tidak ada yang Tyas tutup-tutupi. Ganesh juga tahu itu. Tapi dia hanya sedang cemburu saja hingga dia merasa kesal saat istrinya dekat dengan pria lain. Bahkan hanya sekedar menyapa saja. Ganesh tidak suka. Ya, sebucin itu dirinya sekarang pada sang istri.


"Sudah Mas, jangan marah ya. Itu hal biasa karena nama aku 'kan Ayuningtyas. Mungkin dia memang memanggilku dengan mengambil bagian depan namaku"


Ganesh masih cemberut, dia memalingkan wajahnya tapi tangannya menarik tangan Tyas ke dadanya dan menciumnya beberapa kali.


Tyas tersenyum melihat kelakuan suaminya itu. Ganesh bagaikan anak kecil yang takut kehilangan Ibunya saat ini. Dia begitu mencintai Tyas dan tidak ingin istrinya pergi. Ganesh hanya takut jika suatu saat nanti akan ada seorang pria yang lebih baik dari dirinya dan datang menginginkan Tyas. Ganesh takut istrinya akan berpaling. Mengingat bagaimana keburukannya. Ganesh takut Tyas akan pergi mencari yang lebih baik darinya.


"Aku mencintaimu Mas, tidak akan pernah aku berpaling pada siapapun. Asalkan kamu bisa menjaga hatimu hanya untuk diriku seorang"


Ganesh menoleh, istrinya itu seolah tahu apa yang dia takutkan. "Aku akan selalu menjaga hatiku hanya untukmu. Tidak ada yang bisa membuat aku berpaling darimu, Sayang. Kamu sudah terlalu sempurna untukku"


Tyas tersenyum, dia menyandarkan kepalanya di bahu Ganesh. Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain. "Aku percaya itu. Jadi jangan hancurkan kepercayaannku ya Mas"


"Iya Sayang"


Kepercayaan adalah dasar kuatnya suatu hubungan. Jika kepercayaan itu telah hancur, maka suatu hubungan tidak akan lagi bisa bertahan. Jadi jangan sia-siakan dia yang sudah menaruh kepercayaannya pada kita. Jangan membuatnya kecewa.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..


Ada karya temanku lagi nih..


__ADS_1


__ADS_2