
"Ini tidak pakai seafood 'kan Pak? Perisanya aja gak pake 'kan?" tanya Tyas saat seorang pengantar delivery memberikan pesanan makanan yang di pesan oleh suaminya.
"Sayang, semuanya sudah sesuai pesanan aku. Kamu tenang saja, aku sudah pastikan itu aman untuk aku dan kamu" Ganesh yang tiba-tiba muncul di belakang Tyas. Laki-laki itu sungguh ingin tertawa melihat kekhawatiran istrinya yang begitu berlebihan.Tapi, Ganesh tahu jika semua yang di lakukan Tyas adalah untuk menunjukan kasih sayangnya pada Ganesh.
"Yasudah, terimakasih ya Pak"
Akhirnya Tyas menyudahi dramanya, memang dia begitu takut salah memberi makanan lagi pada suaminya. Sejak Ganesh keluar dari rumah sakit dua hari lalu, dia benar-benar memastikan jika makanan yang di konsumsi Ganesh aman dan tidak akan membuat alerginya kambuh.
"Mas, kamu alergi dengan makanan apalagi selain seafood?"
Mungkin pertanyaan itu sudah membuat Ganesh bosan mendengarnya. Karena sudah beberapa kali Tyas menanyakan hal itu meski sudah Ganesh jawab. Tapi, sepertinya istrinya itu sangat penasaran dengan semua tentang hidupnya. "Dengerin aku. Semua makanan bisa aku makan kecuali seafood dan sejenisnya saja. Aku gak punya alergi apapun lagi selain sama makanan laut itu"
"Yaudah deh, tapi beneran cuma itu aja 'kan? Aku takut salah memberi kamu makanan lagi"
"Sayang..." Ganesh menggenggam tangan istrinya yang sedang menata makanan yang tadi pesannya di atas meja makan. "...Kamu gak salah, dan aku memang hanya mempunyai alergi dengan makanan laut itu saja. Jadi, kamu jangan terlalu khawatir ya"
"Iya Mas, aku hanya takut saja melukaimu"
Deg..
Tuhan, dia saja takut untuk melukaiku. Lalu, apa yang telah aku lakukan padanya di awal pernikahan kami. Bahkan aku sudah menorehkan banyak luka di hatinya. Masih pantaskah diriku yang hina ini mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang begitu tulus dari wanita sehebat istriku ini.
"Nih makanannya Mas, kamu harus makan dan langsung minum obat. Duh.. merah-merahnya masih ada ya" kata Tyas sambil mengusap lembut pipi Ganesh yang masih terdapat beberapa bintik-bintik kemerahan.
Ganesh mengerjap saat merasakan tangan Tyas yang mengelus pipinya. Dia genggam tangan itu lalu di kecupnya bagian telapan tangan istrinya itu. Sebagai ucapan terimakasihnya karena sudah merawat dirinya dengan begitu tulus.
__ADS_1
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Siang ini Ganesh sengaja mengajak istrinya untuk jalan-jalan ke mall, dia ingin memberikan refreshing pada sang istri karena terlalu lama mengurusinya yang sedang sakit. Setelah satu minggu lebih Ganesh tidak keluar sejak di rawat di rumah sakit sampai pulang ke rumah.
"Kita mau beli apa kesini Mas?"
Pertanyaan yang tidak Ganesh sangka akan keluar dari mulut istrinya saat dia mengajaknya ke pusat perbelanjaan ini. Biasanya semua wanita akan merasa senang karena bisa datang ke tempat ini, mereka selalu merasa bahagia saat bisa berbelanja apapun yang mereka butuhkan dan yang mereka inginkan. Tapi, sepertinya istrinya berbeda.
"Gak ada yang ingin aku beli, aku hanya ingin mengajak kamu jalan-jalan saja sebelum kita makan siang" Ganesh merangkul pinggang istrinya, dengan tangan satunya lagi mengelus perut bulat istrinya.
"Emm. Gitu ya, yaudah aku ikut kamu aja"
"Kalo ada yang mau kamu beli tinggal beli saja ya. Atau kamu mau makan apa untuk makan kita siang ini?"
Tyas mengeluarkan ponselnya dan menunjukan sebuah gambar di layar ponselnya pada Ganesh. Namun, sepertinya suaminya ini tidak mengerti maksudnya. "Ohh. Kamu mau beli ponsel baru? Iya si, ponsel kamu ini memang sudah lama ya"
Cup...cup...cup...
Gemas juga Ganesh dengan istrinya ini, dia sampai tidak bisa menahan untuk tidak mencium wajah sang istri yang sangat menggemaskan. Bahkan Ganesh cuek saja saat banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka.
"Mas....." Pekik Tyas dengan mata terbelalak kaget. Bagaimana bisa suaminya mencium kedua pipinya dan bibirnya juga di tempat umum seperti ini. Tyas melirik ke sekitarnya, benar saja mereka sudah menjadi pusat perhatian dari orang-orang pengunjung mall ini.
"Yuk kita beli perlengkapan bayi kita, semua yang kamu inginkan dan butuhkan kita beli" Ganesh langsung menggandeng tangan istrinya dan membawanya menuju sebuah toko yang menjual segala perlengkapan bayi. Dia sama sekali tidak menghiraukan beberapa orang yang memegang ponsel untuk mengabadikan kejadian langka tadi.
"Mas kamu itu ya, apa gak malu apa di liatin banyak orang" Tyas masih mengikuti langkah Ganesh, meski dia benar-benar ingin segera pulang sekarang setelah apa yang di lakukan suaminya di depan banyak orang tadi.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Kau istriku, tidak ada larangan untuk seorang suami yang mencium istrinya sendiri. Sah aja dalam agama kita"
Sesantai itu? Ohh.. Apa dia benar-benar tidak malu? gumam Tyas. Akhirnya dia hanya diam saja sampai mereka sampai di tempat penjualan perlengkapan bayi hingga anak-anak. Akhirnya kejadian tadi Tyas lupakan karena dia terlalu antusias untuk memilih barang-barang untuk calon anaknya ini. Baju kecil yang terlihat imut sekali jika nanti di pakai oleh anak mereka. Aaahhh... Tyas jadi kalap sendiri saat melihat beberapa pakaian mungil untuk bayinya.
"Sayang, dari tadi kamu belinya kok warna biru dan coklat saja. Memangnya anak kita laki-laki?" tanya Ganesh
"Ya, kan kalau anak kita perempuan juga bisa tetap terpakai karena warnanya netral. Bisa di pakai oleh anak laki-laki ataupun perempuan. Tapi...." Tyas mengelus perutnya dengan tersenyum saat merasakan tendangan dari dalam sana. "...Aku rasa anak kita memang laki-laki deh Mas, gak tahu kenapa aku hanya memiliki insting kalau anak kita pasti laki-laki"
Ganesh memeluk istrinya dari belakang, lagi-lagi dia tidak memperdulikan banyaknya orang disana. Dia hanya memeluk istrinya dan itu tidak salah. Memang tidak salah untuk Ganesh, tapi menjadi masalah untuk para jomblo yang melihatnya. Batinnya pasti menangis kejer melihat kemesraan mereka berdua.
"Mau laki-laki atau perempuan, aku akan menyayanginya. Karena dia sangat beruntung terlahir dari Ibu sepertimu"
"Mas, malu ih.. Kamu apaan si, kita pulang saja deh kalau kamu masih mepet kayak gini" kesal Tyas, dia juga malu saat beberapa ibu-ibu yang sedang memilih pakaian untuk anaknya hanya pura-pura tidak melihat adegan itu dengan sesekali melihat dengan ujung matanya.
Sementara pekerja di toko ini yang masih sendiri hanya bisa menangis dalam hati melihat kemesraan yang terjadi di depan matanya. Apalah aku yang jomblo ini.
"Mbak, sudah ini saja ya" kata Tyas pada si pekerja toko yang sedang memikirkan nasibnya yang masih sendiri di usia yang sudah cukup untuk menikah.
"Iya Nona, akan saya bungkus dan kirim ke alamat anda"
Ganesh langsung mengeluarkan kartu andalannya untuk membayar semua barang-barang yang beli istrinya. "Langsung pulang atau mau ke hotel saja"
Ohh Tuhan... Itu bukan bisikkan, jelas sekali pekerja toko itu mendengarnya. Bahkan pakaian bayi yang sedang dia pegang langsung terjatuh begitu saja.
Bisa kalian cepat pergi saja. Berteriak kesal dalam hati.
__ADS_1
Bersambung
Chapter hiburan saja ya... jangan lupa like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..