Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Berdamai Dengan Penyesalan


__ADS_3

Gezia sedang menggambar desain terbarunya. Desain gaun khusus Ibu hamil kemarin sudah benar-benar mencapai penjualan yang tinggi. Dan sekarang dia sedang menggambar desain yang khusus akan dia jadikan sebagai hadiah untuk persalinan Kakaknya tadi. Dia ingin memberikan hadiah ini untuk kelahiran ponakan pertamanya.


"Pokoknya desain ini harus keren"


Dia sudah belajar di luar negeri selama ini hanya untuk mempelajari desain. Dan kini dia bisa mewujudkan impannya, memiliki butik sendiri. Ya, meskipun ini adalah modal yang di berikan Kakeknya.


Ting..


Notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya membuat dia menghentikan sejenak corat coret desain yang sedang dia gambar. Gezia mengerutkan keningnya, bingung kenapa tiba-tiba asisten Kakaknya mengirim pesan padanya.


Zi, bisa ketemu gak. Ada yang ingin di bahas nih.


"Kak Adlan tumben banget chat aku, mau bahas apa ya?"


Iya Kak, datang ke butik aku aja.


Gezia benar-benar sedang malas keluar, jadi dia menyuruh Adlan saja untuk datang ke butiknya. Gezia sedang ingin fokus pada desain yang ingin dia jadikan hadiah untuk kelahiran ponakan pertamanya itu.


Setengah jam kemudian, Adlan sudah sampai di Zia Boutique. Dia masuk ke dalamnya dan langsung di sambut ramah dan sopan oleh karyawan Gezia. Tidak perlu bertanya diamana gadis itu berada karena Adlan tahu jika Gezia pasti berada di ruangannya. Adlan segera ke lantai atas untuk menemui Gezia.


Mengetuk pintu sampai seseorang di dalam sana mengizinkanya masuk. Adlan masuk ke dalam ruangan Gezia, dia melihat gadis itu yang sedang berada di meja kerjanya dengan beberapa kertas desain berserakan disana.


"Eh, Kak sudah datang" Gezia langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah sofa. Mempersilahkan Adlan untuk duduk. Mereka duduk berdampingan di atas sofa.


"Jadi, ada apa Kak?"


"Emm, ini Zi ada teman aku yang mau tunangan tapi masih belum nemu gaunnya. Apa kamu bisa membuatkan untuknya, tapi hanya da waktu dua minggu lagi sampai hari acara"


Gezia sedikit berfikir, dua minggu terlalu sebentar untuk membuat gaun yang di mulai dari desain dulu sampai pemilihan bahan, barulah bisa langsung menjahitnya sesuai keinginan custemer. Tapi, sepertinya Gezia harus berusaha mengejar target ini. Mengasah kemampuannya dalam waktu dua minggu yang tersisa.

__ADS_1


"Yaudah Kak, suruh kesini saja orangnya. Apa dia akan suka dengan desain aku atau enggak. Jadi kita harus ketemu dulu"


Adlan mengangguk "Oke Zi, makasih ya. Kemarin teman aku ini udah bingung banget buat cari gaun untuk pertunangannya. Sampai aku teringat sama kamu"


"Iya Kak, tenang saja nanti Kakak bisa dapat komisi lah dikit.. Hehe" Kekeh Gezia di akhir kalimatnya.


"Hahaha, kamu ini ada-ada aja deh. Aku tidak semiskin itu Zi"


"Haha, iya si. Seorang asisten yang bisa saja mewakilkan rapat penting perusahaan tidak mungkin gajinya hanya sedikit"


"Kalau sampai Abangmu kasih aku bayaran yang kecil. Aku juga gak mau kerja sama dia, kamu tahu 'kan gimana Abangmu yang selalu seenaknya kalau mengambil keputusan. Tidak memikirkan jika aku yang menjadi tumbalnya"


Gezia hanya tertawa mendengar keluh kesah dari asisten kakaknya ini. Memang benar jika Ganesh sering menyuruhnya bertemu dengan rekan kerja yang seharusnya dia yang menemuinya. Tanpa memberi waktu untuk Adlan mempersiapkan semuanya. Tapi, untungnya setelah dia menikah dengan Tyas Ganesh lebuh profesional. Mungkin karena Tyas selalu mengingatkan suaminya agar bekerja dan bertanggung jawab dalam pekerjaan.


"Emm. Kalau boleh aku minta komisinya hatimu saja"


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


"Kamu beneran Mas, kok kamu bisa tahu kalah Tuan Adlan menyukai Gezia?"


Saat ini sepasang suami istri ini sedang duduk menyandar di atas tempat tidur. Selesai mereka melakukan kegiatan malamnya. Ganesh tidak sengaja keceplosan tentang Adlan dan Gezia.


"Ya memang begitu aku lihatnya. Tatapan Adlan selalu berbeda saat menatap Zia"


"Emm. Berarti dulu kamu juga sadar dong kalau aku ini mencintai kamu?"


Rasanya tidak mungkin jika suaminya tidak menyadari perasaannya sejak awal. Karena dari tatapan Tyas saja sudah sangat jelas, bagaimana dia sangat mencintai pria yang telah menjadi suaminya inj


"Iya, aku tahu. Tapi bodohnya saat itu aku mengabaikannya dan pura-pura tidak tahu"

__ADS_1


Tyas tersenyum, dia beringsut memeluk suaminya. Menyandarkan kepalanya di dada polos suaminya itu. "Karena waktu itu kamu memang tidak mengharapkan kehadiranku"


Setiap membahas masa lalu, cerita di awal pernikahan mereka Ganesh selalu merasa sakit. Dia membayangkan bagaimana perasaan istrinya saat itu. Bahkan mungkin perasaannya lebih terluka daripada luka di hati Ganesh karena penyesalannya. Ganesh memeluknya erat, mencium puncak kepala istrinya dengan lembut dan lama.


"Maaf ya"


"Ahh. Males ahh sama Mas, setiap aku tidak sengaja membahas masa lalu pasti langsung minta maaf. Aku 'kan sudah pernah bilang jika Mas tidak perlu minta maaf lagi, aku sudah memaafkan Mas sejak lama. Biarkan yang lalu menjadi cerita saja"


Ganesh menggenggam tangan Tyas dan menciumnya dengan dalam. Seolah sedang menunjukan perasaan yang sebenernya pada istrinya ini. Betapa dia sangat mencintai dan menyayanginya saat ini dan seterusnya.


"Karena aku selalu merasa bersalah padamu. Bagaimana sikapku dulu padamu sangat menyakiti hatimu. Jadi, aku masih belum bisa berdamai dengan penyesalan ini"


Tyas mendongak, menatap wajah sendu suaminya. Dia juga terluka karena semua ini. Penyesalannya terlalu besar hingga menimbulkan rasa sakit tersendiri di hatinya.


"Sudah Mas, jangan membuat hati ini semakin terluka. Semuanya sudah berlalu, jangan terus terperangkap dalam penyesalanmu itu" Tyas berbicara dengan tangannya yang menyentuh dada Ganesh. Seolah sedang mengobati luka suaminya itu.


"Aku mencintaimu, jangan meninggalkan aku lagi. Hanya kamu dan akan selalu begitu sampai kapanpun. Hanya kamu istri dan wanita yang sangat aku cintai"


Tyas tersenyum, dia semakin erat memeluk suaminya. "Aku juga mencintaimu Mas"


Akhirnya sepasang suami istri dengan masa lalu pernikahan yang terlalu menyakitkan untuk di ingat. Mereka hanya perlu mengikhlaskan apa yang sudah terjadi di awal pernikahannya. Semuanya tidak akan bisa di rubah, hanya saja mereka bisa menerima semuanya menjadi sebuah cerita. Tidak perlu terus menyesali semuanya, karena semua yang terjadi di masa lalu tidak akan pernah bisa di ulang ke masa mendatang.


Keduanya terlelap dengan saling berpelukan. Saling mengungkapkan perasaan cukup membuat Ganesh tenang. Benar apa yang di katakan istrinya, percuma juga dirinya terus meratapi penyesalan untuk apa yang telah terjadi di masa lalu. Semuanya hanya cerita dalam hidup pernikahan mereka. Sudah saatnya Ganesh berhenti terbelenggu dalam penyesalan yang ada di hatinya. Istrinya telah kembali dan menjadi miliknya. Dia pun telah memaafkan semua kesalahannya di masa lalu. Jadi sudah saat Ganesh menerima semuanya dengan lapang dada. Cerita masa lalu memang tak bisa untuk di ulang ke masa mendatang, tapi kita bisa merubah apa yang terjadi dimasa lalu menjadi lebih baik di masa sekarang.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. mampir juga di novel baruku. Judulnya Suamiku dan Suamimu


__ADS_1


__ADS_2