Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Hatimu Yang Terlalu Baik


__ADS_3

Kakek datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari anaknya. "Tutup semua media, jangan sampai ada yang tahu jika Ganesh sedang sakit. Takutnya akan ada yang memanfaatkan situasi ini"


Papa mengangguk mengerti, memang benar apa yang di katakan Kakek barusan. Berkacampung di dunia bisnis memang terlalu banyak resiko. Terlalu banyak saingan yang memanfaatkan keadaan kita. Dengan Ganesh sakit saja bisa menjadi peluang para saingan bisnis untuk menghancurkannya.


"Yasudah, sebaiknya kita pulang saja. Lagian keberadaan kita tidak berguna juga disini. Sudah ada istri tercinta yang bisa melakukan apapun untuk merawat suaminya" kekeh Mama, senang sekali menggoda pasangan suami istri yang sedang sama-sama bucin pada pasangan masing-masing.


"Ma, apaan ihh. Mama disini saja" kata Tyas, malu sekali sudah berapa kali terlihat oleh keluarga suaminya jika dirinya begitu manja pada suaminya itu.


"Gak papa kok, Mama senang melihat kalian sudah saling mencintai seperti ini. Kamu sudah berhasil meluluhkan hati anak Mama, Tyas. Terimakasih sudah membawa dia kembali pada kami tanpa ragu lagi akan kepercayaan seperti saat dirinya memiliki hubungan beda keyakinan itu"


Tyas hanya tersenyum saja, dia pun tidak pernah menyangka akhirnya akan seperti ini. Mencintai pria yang bahkan tidak pernah menganggap dirinya ada. Tapi, bersyukurnya perasaan suaminya bisa berubah begitu saja sekarang. Memang nyatanya takdir Tuhan sudah pasti yang terbaik untuk diri kita. Begitulah Tyas merasakan takdir yang memilihnya ini.


Akhirnya Mama, Papa dan Kakek kembali ke rumah setelah memastikan keadaan Ganesh yang baik-baik saja. Hanya perlu di rawat beberapa kali saja. Kini, di dalam ruangan ini hanya ada pasangan suami istri yang sedang jatuh cinta kembali. Seperti waktu itu, Ganesh menyuruh istrinya untuk naik ke atas ranjangnya dan duduk menyandar dengan berdampingan.


Tyas sedang iseng membuka sosial medianya yang sudah tertimbun selama sekian purnama. Karena dirinya tidak punya waktu untuk sekedar membuka sosial medianya seperti orang-orang. Hanya sesekali membukanya hanya untuk promosi novel online baru miliknya.


"Ehh.. Ini Kak Seira ya Mas?" Tyas menunjukan ponselnya saat ada akun baru yang ada di sosial medianya. Ganesh langsung menatap ke arah layar ponsel istrinya yang menyala dan menampil foto wanita yang dulu dia perjuangkan hingga menyia-nyiakan istri sebaik Tyas dalam hidupnya.


"Iya, dia follow akun kamu?"


Tyas mengangguk "Kak Seira cantik ya"


Memangnya siapa yang tidak akan menyukai kecantikan Seira dengan tubuh tingga jenjangnya yang indah. Jangankan para pria, Tyas saja sebagai wanita begitu mengagumi kecantikan mantan suaminya ini.

__ADS_1


"Cantikan istriku yang jelas bisa aku apa-apain 'kan" kata Ganesh dengan senyuman jahiilnya


Tyas langsung memukul lengan pria itu, bingung juga kenapa sekarang suaminya menjadi sangat mesum. "Ish apaan si Mas, aku lagi ngomingin Kak Seira bukang ngomongin itu"


"Itu apa Sayang?" kekeh Ganesh, semakin gemas saja melihat wajah memerah istrinya.


"Massss...." Tyas menatap kesal pada suaminya, tapi Ganesh malah tertawa lucu melihatnya. "...Kenapa si Mas jadi mesum kayak gini"


"Loh kok mesum, memangnya aku bicara apa? Kok bisa kamu anggap aku ini mesum"


"Ya karena Mas memang mesum" Tyas cemberut dengan memalingkan wajahnya, dia kembali fokus pada ponselnya hingga sebuah tangan mengelus perutnya dengan lembut membuat Tyas selalu merasa nyaman dengan ini.


"Sayang, kamu masih lanjutin novel yang kamu buat itu?" tanya Ganesh


"Aku tahu bagaimana perasaanmu itu dari sebuah novel on going milikmu. Apa itu tentang aku?"


Tyas terbelalak, dia mengingat-ngingat apa dia menulis hal aneh-aneh dalam novelnya itu. Apa Dia menjelekkan suaminya? Duh.. Kenapa Tyas jadi gelagapan begini. "Mas, aku gak nulis yang jelek-jelek tentang kamu 'kan. Duh aku gak inget lagi kata apa saja yang aku tulis"


Ganesh tidak menjawab, dia malam memeluk istrinya dengan erat. Mencium puncak kepalanya beberapa kali. "Sayang, kamu nulis tentang keburukan aku pun tidak papa. Karena memang itu kenyataannya, tapi kenapa kamu malah membuat seolah dirimu yang salah karena masuk di antara hubunganku dan Siera. Sayang, kamu gak salah apapun dalam hal ini. Jelas aku yang salah, sudah menikah tapi tetap mempertahankan hubunganku dengan Seira. Aku benar-benar tidak menghargaimu. Maaf Sayang"


Di saat sudah cukup lama Tyas tidak lagi mendengar suaminya mengatakan maaf padanya. Kini kata itu kembali terdengar di telinganya dan setiap suaminya mengatakan kata maaf, selalu membuat Tyas meneteskan air mata. Seolah Tyas tidak percaya jika suaminya kini telah benar-benar menjadi miliknya seutuhnya.


"Mas, sudah jangan terus meminta maaf. Semua itu hanya cerita dalam hidup kita agar kehidupak kita lebuh berwarna"

__ADS_1


Ganesh mencium kembali puncak kepala istrinya. Tyas memang selalu mengatakan jika semuanya hanya cerita dalam hidup mereka. Tapi, hati Ganesh masih terus merasa bersalah yang cukup besar pada istrinya itu. Bagaimana bisa istrtinya hanya menganggap semua yang telah berlalu dalam pernikahan mereka hanya sebuah cerita. Jelas sekali jika apa yang terjadi adalah kesedihan, luka dan kecewa yang bersatu dalam hati istrinya. Namun, istrinya memang luar biasa. Semua itu hanya dia anggap cerita dalam kehidupannya. Padahal Ganesh tahu jika hatinya sangat hancur saat itu.


"Sudah ahh Mas, kok malah sedih-sedih kayak gini. Sekarang yang harus kamu fikirkan adalah kesehatan kamu agar segera pulang dari rumah sakit"


"Iya Sayang. Terimakasih untuk semua sabar dan ketulusanmu"


Kata terimakasih saja tidak cukup bagi Ganesh setelah apa yang dia lakukan pada istrinya. Tapi, istrinya masih bisa menerimanya kembali seperti ini. Sungguh Ganesh terlalu beruntung mendapatkan Tyas.


"Oh ya Mas, apa aku masih boleh melanjutkan novel ku yang itu?"


Karena suaminya sudah mengetahui tentang cerita yang dia tulis memang tentang kisah cinta diantara mereka. Jadi, sepertinya Tyas memang harus meminta izin untuk melanjutkannya.


Ganesh tersenyum, dia mengangguk mengiyakan. "Lanjutkanlah, itu adalah hobby dan bakatmu Sayang"


Tyas tersenyum, dia memeluk suaminya sebagai ucapan terimakasih. "Iya Mas, makasih ya. Soalnya aku butuh penghasilan novel itu buat bantu biaya kuliah Adriana"


Ganesh mengerutkan keningnya, istrinya ini terlalu polos atau bagaimana. Untuk biaya adiknya saja dia bahkan tidak berani meminta pada suaminya yang jelas mampu untuk itu. Dan Ganesh lagi-lagi merasa bingung dengan istrinya yang seolah tidak pernah menyimpan kebencian dalam hatinya. Adriana yang sudah begitu membuat luka di hatinya saja masih bisa dengan ikhlas dia maafkan dan sekarang Tyas malah ingin membantu adiknya untuk biaya kuliahnya. Sementara dulu saja dirinya memikirkan biaya kuliah seorang diri. Kerja paruh waktu dimana-mana hanya untuk bisa lulus kuliah.


Sebenarnya hatimu itu terlalu baik Sayang. Sampai rentan sekali untuk di bodohi dan di manfaatkan orang-orang.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga

__ADS_1


__ADS_2