Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Jangan Bermain Api, Jika Tidak Mau Terkena Panasnya!


__ADS_3

Ganesh berdiri di depan ruangannya bersama Erland yang entah kenapa tiba-tiba datang ke perusahaan ini. Erland menyerahkan sebuah berkas yang harus di berikan pada Ganesh oleh Ayahnya. Erland memang sedang memulai belajar mengurus perusahaan Ayahnya.


"Hanya ini saja?" tanya Ganesh, membuka berkas di tangannya yang baru saja di serahkan Erland padanya.


"Hmm"


Ganesh menghela nafas, memang seperti inilah adik sepupunya. Dingin dan terlalu cuek, meski dengan keluarga sendiri. Namun, Erland bisa menunjukan ketegasannya dengan sikapnya ini.


"Apa pernikahanmu baik-baik saja?"


Dengan sangat tiba-tiba Erland menanyakan hal seperti itu. Ganesh menjadi bingung sendiri, mungkinkah jika Erland tahu jika pernikahannya tidak baik-baik saja.


"Apa maksudmu?"


Erland tersenyum sinis "Tidak perlu membodohiku, Bang. Kau bisa membodohi semua keluarga kita, tapi tidak denganku!"


Tentu Erland berkata seperti itu, karena saat Ganesh dan Tyas pulang dari bulan madu dan tinggal di rumah Kakek beberapa hari. Erland tidak sengaja mendengar Ganesh yang membentak Tyas dan mengatainya wanita penggila uang. Sejak itu Erland tahu jika apa yang di tunjukan Ganesh di depan keluarganya, hanyalah kebohongan untuk menutupi keburukannya itu.


"Aku tidak mencintainya, lalu apa aku harus mengorbankan perasaanku hanya untuk wanita itu"


Akhirnya Ganesh membuka topengnya, dia tahu jika Erland sudah terlanjur mengetahuinya. "Kau tahu, aku tersiksa dengan pernikahan ini. Aku terpaksa harus menikahi wanita yang sama sekali tidak aku cintai. Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya, karena kau tidak mengalaminya"


"Ingatlah Bang, Kakek memilihkan jodoh yang tepat untukmu. Karena apa? Karena hubunganmu dan Seira hanya akan jalan di tempat, selama tidak ada yang mau mengalah. Kalian yang berbeda tentu akan menjadi kisah cinta yang tidak ada ujungnya"


Ganesh terdiam mendengar ucapan Erland. Ganesh tahu itu. Dia hanya sedang mencoba mempertahankan cinta yang telah di jalin selama hampir 4 tahun. Seira adalah wanita yang di cintainya. Bukan Tyas.


"Sudahlah, cintaku tetap untuk Seira dan tidak akan berubah"


Erland menghela nafas "Jangan menyesal jika suatu saat nanti hal yang kau ucapkan tadi tidak sesuai dengan hatimu. Ingat Bang, karma masih berlaku"


"Sudahlah, kau tidak perlu ikut campur urusanku. Kau hanya perlu diam dan tidak membocorkan masalah ini. Maka semuanya akan baik-baik saja" kata Ganesh

__ADS_1


"Tidak akan baik-baik saja jika kau masih egois seperti ini, Bang. Ingat Bang, jangan bermain api jika tidak mau terkena panasnya!"


Erland berlalu pergi setelah mengatakan itu, dia berpapasan dengan Seira yang sepertinya akan menemui Ganesh. Erland benar-benar tidak mengerti jalan fikiran Kakak sepupunya itu. Sudah memiliki istri sebaik Tyas, tapi masih saja mempertahankan hubungannya dengan Seira yang sudah jelas tidak akan ada ujungnya.


Suatu saat kau akan benar-benar menyesal, Bang.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


"Kenapa Pak?" tanya Tyas pada pengemudi ojek online yang dia tumpangi, saat tiba-tiba motornya berhenti mendadak.


"Wah ban motornya bocor Neng, gimana ya kalo ke bengkel juga akan cukup memakan waktu. Apa Neng mau saya carikan ojek lain saja?"


Tyas menghela nafas, saat tadi pagi dia melihat map milik Ganesh tergeletak di atas meja, membuat Tyas berniat untuk mengantarkannya ke perusahaan karena takut jika map itu penting.


"Sudahlah biar saya cari sendiri saja, Bapak bisa langsung bawa motor Bapak saja ke bengkel. Saya mau jalan kaki dulu sambil cari kendaraan lain"


Akhirnya Tyas memilih berjalan kaki sebelum mendapatkan kendaraan lain yang bisa mengantarnya ke kantor Ganesh. Di perjalanan, Tyas melihat seorang Ibu muda yang sedang hamil itu membeli rujak di pinggir jalan di temani suaminya. Suaminya bukan dari kalangan atas, penampilannya juga sederhana. Namun, perhatian dan kasih sayangnya pada sang istri begitu tulus.


Apalah Tyas, yang memiliki suami dari keluarga kaya. Namun, dia tidak bisa merasakan perhatian sedikit pun dari suaminya. Tyas menelan ludah pahit, saat lagi-lagi takdir yang memilihnya untuk menjalani semua ini.


"Tyas"


Panggilan itu berhasil membuat Tyas tersadar. Tyas berhenti berjalan, dia menoleh ke arah mobil yang berhenti di sampingnya. Ternyata si pemilik mobil adalah Alex, kakak sepupu dari sahabatnya, Alea.


"Kak Alex" kata Tyas setengah berteriak, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Alex lagi setelah pernikahannya.


"Kamu mau kemana?" tanya Alex


"Tyas mau ke kantornya Mas Ganesh, ada berkas yang ketinggalan" jelas Tyas


"Masuk, biar aku antar" kata Alex

__ADS_1


Tyas terlihat berfikir sejenak, lalu dia mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil Alex. Tidak salahnya ikut dengan Alex, agar dia bisa segera sampai di perusahaan Ganesh.


Setelah Tyas masuk ke dalam mobil, Alex segera menyuruh supir untuk melajukan kembali mobilnya.


"Kenapa kamu gak naik taxi aja? Kok malah jalan kaki" kata Alex, mengeluarkan kebingungannya sejak tadi.


Tyas tersenyum, dia memeluk map yang di bawanya di dada "Tadi naik ojek Kak, tapi tadi tiba-tiba ban motornya bocor. Jadi Tyas terpaksa jalan kaki deh, sebelum dapat kendaraan lain"


Alex mengangguk mengerti mendengar penjelasan Tyas. Teringat akan sesuatu, Alex segera meraih ponselnya dan megetikan sesuatu disana. Dia mencoba mengajak Seira keluar untuk makan siang karena takut akan ada hal yang tidak di inginkan terjadi saat Tyas datang ke perusahaan suaminya itu. Alex dan Seira adalah teman semasa sekolah.


"Kak, jangan beritahu Alea tentang hubungan pernikahan aku dan Mas Ganesh ya"


Tyas tidak bodoh, dia tahu jika Alex telah mengetahui tentang kehidupan rumah tangganya yang tidak baik-baik saja. Dan Tyas masih merasa jika dirinya kuat, dia masih ingin berjuang dan bertahan sampai batas waktu kesabarannya benar-benar hilang.


"Maksudnya Yas? Memangnya kenapa kalau Alea tahu" kata Alex, dia tidak bisa lagi berpura-pura jika dia tidak tahu apa-apa tentang pernikahan Tyas dan Ganesh.


"Alea akan kefikiran dan bisa saja dia akan marah pada Mas Ganesh. Kakak tahu sendiri bagaimana Alea. Biarkan aku menyelesaikan semua ini sendiri Kak. Nanti juga kalau aku sudah benar-benar tidak kuat, aku akan menyerah dan meminta bantuan kalian" jelas Tyas


Entah kenapa, aku selalu melihat kau di posisi menyedihkan ini Tyas.


Alex mengusap kepala Tyas yang tertutup hijab, dia menyayangi gadis ini sama seperti Alea. Apalagi melihat keadaannya sekarang, membuat Alex semakin tidak tega melihat keadaan gadis rapuh ini.


"Baiklah, aku akan menuruti semua perkataan mu. Tapi ingat! Jika nanti kau sudah menyerah, langsung bilang padaku dan Alea. Kami pasti akan membantumu" kata Alex dengan penuh ketulusan dari setiap perkataannya. Alex juga tidak ingin terlalu ikut campur jika Tyas tidak langsung meminta tolong padanya.


Tyas mengangguk dan tersenyum "Baik Kak, terimakasih karena selalu membantuku selama ini"


"Tidak perlu sungkan Tyas, kita adalah keluarga. Kan aku sudah pernah bilang, kalau kamu itu sama seperti Alea bagiku" jelas Alex


Tyas mengangguk mengerti, tepat pada saat itu mobil telah terparkir di depan gerbang perusahaan GE.


"Terimakasih tumpangannya Kak, pak supir terimakasih ya" kata Tyas sebelum dia turun dari mobil Alex.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2