Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Kecelakaan Yang Terulang


__ADS_3

Gezia adalah gadis cuek di luaran sana. Tapi dia adalah gadis yang asyik dan ceria di lingkungan orang-orang terdekatnya. Dan setelah menikah pun sikapnya masih sama. Sehingga Adlan merasa sangat beruntung bisa mendapatkan istri seperti Gezia. Jangankan untuk bermain api dengan pria lain di luaran san, menyapa saja Gezia tidak pernah menyapa orang lebih dulu. Kebanyakan dia yang di sapa duluan, itupun tanggapan dia hanya biasa saja. Bahkan terkesan sangat cuek.


Adlan mengerti bagaimana popularitas istrinya di luaran sana. Seorang desainer muda yang terkenal, memiliki butik yang juga sama terkenalnya. Tentu banyak pria yang mengincarnya, tapi beruntungnya karena Gezia memilih hatinya untuk menjadi pelbuhan cinta pertama dan terakhirnya.


"Tadi aku dapat pelanggan artis terkenal Kak, itu loh.." Gezia menyebutkan salah satu nama artis tanah air yang memang cukup terkenal. "...Dia mau nikah dan minta aku buat gaun pernikahan untuknya. Calon suaminya itu orang korea, gak nyangka juga aku bisa kedatangan artis terkenal seperti dia"


Adlan tersenyum, dia mengecup puncak kepala istrinya yang sedang bersandar di dadanya. Seperti ini keseharian mereka, selain menjalani rutinitas dalam pekerjaan. Sebelum tidur, mereka selalu saling bercerita dengan apa saja yang di lalui hari ini.


"Itu artinya karena kamu sudah terkenal Sayang. Semuanya juga karena bakat kamu ini, semua desain-desain kamu di terima dengan baik oleh orang-orang. Jadi wajar saja kalau sekarang kamu juga terkenal di kalangan para artis yang biasanya pakaiannya itu selalu wah banget"


"Iya si Kak, ini juga pesan nya yang wah banget. Mereka kok suka ya pake baju yang wahh kayak gitu, padahal itu ribet tahu Kak. Meningan pakai yang simpel tapi tetap elegan dan kelihatan mewah. Seperti gaun pengantin aku dulu pas kita nikah. Itu rancangan aku sendiri, dan aku puas dengan hasilnya. Sederhana tapi elegan dan tetap terlihat mewah"


Adlan tersenyum, kesukaan istrinya ini memang berbeda. Dia desainer tapi dia tidak suka model-model pakaian yang terlalu mewah dan menurutnya itu sangat ribet. Tapi dia tetap melayani setiap keinginan pelanggan dengan baik.


"Karena kamu sudah cantik Sayang, jadi memakai pakaian apa saja tetap terlihat cantik"


"Dih gombal kamu Kak, belajar darimana? Abang ya?"


"Haha kok malah nyalahin Abang kamu, dia gak tahu apa-apa loh"


"Lah 'kan emang iya, Abang itu semenjak bersama lagi dengan Kak Tyas dia menjadi pria gombal. Terua Abang terlihat bahagia sekali jika bersama istrinya itu. Kayak di cubit sama Kak Tyas saja, Abang bahagia. Padahalkan sakit. Dasar emang bucin"


Adlan terkekeh lucu mendengar celotehan istrinya itu. Dia memang selalu menggemaskan saat bercerita seperti ini. Tidak akan ada yang menyangka jika sifat Gezia di depan keluarganya dan orang lain benar-benar sangat berbeda.


"Kalau yang aku lihat, Abang kamu emang lebih bahagia bersama istrinya sekarang. Dulu saat masih sama Seira, dia terlihat tidak sebahagia ini. Karena ada hal yang terus menjadi fikirannya. Hubungan mereka memang bahagia, menyenangkan. Tapi hati mereka tetap merasa tertekan dengan perbedaan yang ada"


"Iya Kak, benar apa kata Kakak. Abang memang tertekan saat berhubungan dengan Kak Seira. Karena perbedaan mereka itu"

__ADS_1


Jadi, lebih baik tidak mencoba dengan perbedaan ini jika kalian tidak akan kuat menjalaninya. Bersyukur jika memang bisa bersama, tapi jika tetap berpisah maka hati yang harus benar-benar kuat untuk menahan rasa sakit yang ada.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Ada pertemuan mendadak di akhir pekan membuat Ganesh harus pergi siang ini. Pertemuan di sebuah restaurant yang di tentukan oleh rekan kerjanya itu. Hingga sore hari saat dia akan pulang, tiba-tiba hujan turun sangat deras. Ganesh berpisah dengan Adlan dan menaiki mobil masing-masing.


Melajukan mobil dengan kecepatan sedang karena Ganesh tahu jika ini sedang hujan deras dan jalanan pasti licin. Melewati lampu merah yang telah berpindah ke warna hijau. Ganesh masih melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Tapi tiba-tiba dari arah berlawanan ada sebuah truk yang melaju kencang ke arahnya. Sangat kencang hingga Ganesh tidak sempat menghindar.


Brakk.. Duar...


Suara benturan keras terdengar begitu nyata hingga telinga Ganesh terasa nyeri. Dia merasa terombang ambing di dalam mobil, karena mobilnya yang berguling beberapa meter. Darah segar mulai mengalir di setiap bagian tubuh yang terluka. Samar Ganesh masih mendengar beberapa orang berteriak dan berlari ke arahnya sebelum kesadarannya hilang seketika.


Di situasi berbeda, Tyas sedang mondar mandir di depan jendela menunggu suaminya pulang. Dengan perutnya yang sudah sangat besar, Tyas terus mengecek jendela dan berharap suaminya segera pulang. Apalagi dengan hujan yang semakin deras di sore hari ini.


Entah kenapa Tyas merasa hatinya tidak tenang sejak kepergian suaminya untuk bertemu rekan kerja. Akhirnya Tyas memilih menelepon Mama dan menanyakan apa Adlan sudah pulang. Dan Mama menjawab jika Adlan sudah pulang sejak setengah jam yang lalu. Hal itu membuat Tyas semakin tidak tenang.


"Tyas kamu tenang dulu ya Nak, sekarang Mama dan Papa akan ke rumahmu. Biar kamu gak merasa sendirian. Ganesh mungkin hanya terjebak macet saja"


"Iya Ma, semoga saja begitu"


Setengah jam kemdian, Mama dan Papa sampai di rumah Tyas. Papa yang mencoba menghubungi Ganesh dan Mama yang mencoba menenangkan menantunya itu.


Sampai suara telepon rumah membuat Papa segera mengangkatnya, karena sejak tadi dia tidak dapat menghubungi anaknya. Kejadian di masa lalu membuat Papa trauma, dia takut jika anaknya akan mengalami kecelakaan seperti yang sudah terjadi. Tyas dan Mama hanya menunggu dengan terus berdo'a agar Ganesh segera kembali dengan selamat.


"Apa? Di rumah sakit mana sekarang?"


Ucapan Papa pada si penelepon berhasil membuat Mama dan Tyas langsung menoleh ke arahnya dengan cemas. Kata rumah sakit sudah benar-benar membuat jantung mereka hampir saja copot. Ini bukan kabar baik pastinya.

__ADS_1


"Ada apa Pa?" tanya Mama


"Bersiplah, kita ke rumah sakit sekarang. Ganesh kecelakaan"


Deg..


Tyas lunglai, dia merasakan perutnya yang tiba-tiba mengencang dan terasa sakit. Dia berteriak karena rasa sakit yang semakin menjadi, membuat Papa dan Mama panik.


"Tyas kamu kenapa? Ya ampun apa kamu kontraksi. Pa ayo cepat siapkan mobil, kita harus ke rumah sakit sekarang"


Mereka pergi ke rumah sakit dengan panik. Keadaan Ganesh yang belum diketahui bagaimana. Sekarang Tyas yang juga sudah mau melahirkan. Benar-benar situasi yang tidak bisa di bayangkan sepanik apa Mama dan Papa saat ini.


"Ma, Mas Ganesh dimana?"


"Sebenatar lagi kita sampai Sayang, kamu tenang ya. Suami kamu juga pasti baik-baik saja"


"Tyas ingin lihat keadaan Mas Ganesh Ma, Tyas masih kuat kok"


"Iya Sayang, nanti kita lihat keadaan suami kamu ya"


Mobil pun terparkir di halaman rumah sakit. Papa segera menyuruh perawat untuk membawa kursi roda untuk Tyas. Mereka pun masuk ke dalam rumah sakit dengan Tyas duduk di kursi roda yang di dorong oleh Mama. Kontraksinya masih berlangsung, tapi Tyas tetap ingin melihat dulu keadaan suaminya.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..


Yuk mampir juga di karya temanku ini..

__ADS_1



__ADS_2