Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Apa Boleh Melakukannya?!


__ADS_3

Selesai berbelanja semua kebutuhan rumah, kini Ganesh membawa Tyas ke rumah sakit. Untuk memeriksa kandungannya. Sebenarnya hari ini bukan jadwal Tyas periksa kandungan, hanya saja karena Ganesh ada yang ingin di konsultasikan dengan Dokter, membuat hari ini mereka harus datang ke dokter.


Ganesh terlihat begitu antusias, karena ini adalah pengalaman pertamanya mengantar istrinya periksa kandungan. Karena pemeriksaan bulan kemarin, kondisi Ganesh masih belum bisa apa-apa membuat periksa kehamilan istrinya pun hanya ditemani Mama. Dan hari ini akhirnya Ganesh bisa mengantar istrinya untuk periksa kandungan.


Masuk ke dalam ruangan dokter kandungan, Ganesh tidak melepas sejenak pun genggaman tangannya di tangan Tyas. Mereka duduk di depan meja kerja Dokter.


"Jadi ada apa tiba-tiba Nona dan Tuan datang kesini? Apa ada masalah dengan kandungan Nona?" tanya Dokter, mengingat ini bukan jadwal pemeriksaan Tyas


"Emm. Saya 'kan baru kembali bersama dengan istri. Sudah terlalu lama, apa bisa mulai melakukannya? Dokter tentu tahu maksud saya"


Tyas langsung menoleh ke arah suaminya yang bahkan tidak punya rasa malu untuk mengatakan hal seperti itu. Malah dia sendiri yang merasa malu dengan apa yang di katakan suaminya dengan blak-blakan itu.


Dokter tersenyum, baginya pertanyaan seperti ini sudah sangat biasa dari beberapa suami pasiennya. "Melihat dari kandungan Nona, tentu bisa Tuan. Kehamilan Nona Ayuningtyas tidak bermasalah, semuanya baik dan sehat. Jadi, aman jika Tuan ingin melakukannya"


Senyuman Ganesh semakin merekah mendengar penjelasan dokter barusan. Malam ini dia akan langsung menerjang istrinya itu. Pengalaman pertamanya saat malam pertama dengan Tyas waktu itu, sungguh masih terasa kenikmatan yang baru Ganesh rasakan di malam itu. Namun, hal yang Ganesh sesali adalah malam pertama mereka adalah hari dimana kehancuran atas penyesalannya hadir. Dimana istrinya pergi setelah memberikan kesuciannya pada Ganesh.


"Tapi tetap harus dengan perlahan dan mementingkan kenyamanan istri anda. Jangan sampai melakukan gaya yang membuat istri anda tidak nyaman" tambah Dokter lagi


"Baik Dok"


Akhirnya Dokter memeriksa kandungan Tyas. Hati Ganesh berdesir senang saat mendengar detak jantung bayi mereka. Dia tak melepaskan genggaman tangannya, sesekali mencium punggung tangan istrinya itu. Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata apa yang dia rasakan saat ini. Untuk pertama kalinya dia mendengar detak jantung anaknya yang membuat hatinya menghangat.


Ganesh benar-benar tidak menyangka jika pernikahan paksa ini akan berakhir sebahagia ini. Bahkan dia bisa menjadi sosok suami pada umumnya, bisa merasakan bagaimana mengantar istri yang sedang hamil. Mendengarkan detak jantung pertama bayinya. Sungguh kebahagiaan yang tiada bisa di kira. Jika Ganesh tetap mempertahankan hubungannya dengan Seira di atas perbedaan yang tidak bisa di satukan. Mungkin keadaan seperti ini tidak akan pernah terjadi dalam hidupnya.

__ADS_1


"Semuanya baik, tidak ada masalah. Apa masih mual-mual sampai sekarang?"


Tyas bangun, dengan sigap Ganesh langsung menutup pakaiannya dan membantunya turun dari ranjang pemetiksaan. "Tidak terlalu sering Dok, tadi pagi saja tidak merasa mual"


"Nah itu bagus, kalau rasa mual sedang tidak ada maka harus di manfaatkan untuk makan ya"


Tyas mengangguk mengiyakan. Setelah dokter memberi obat dan vitamin pada Tyas. Ganesh segera membawa istrinya itu pulang. Hatinya sedang bahagia karena sudah bisa melakukan hal yang selama ini dia tahan. Nanti malam, Ganesh akan segera menyalurkan gairah tertahannya itu.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Malam ini Tyas sudah tidak bisa lagi melakukan apapun. Menolak pun tidak mungkin, karena ini adalah kewajibannya. Melayani suaminya sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri. Selesai melaksanakan kewajibannya, Tyas dan Ganesh duduk berdampingan di atas tempat tidur. Tyas bahkan masih menggunakan mukenanya.


Dengan perlahan, Ganesh mendekat ke arah istrinya. Mengelus kepala Tyas, lalu membuka mukena yang di pakai istrinya. Hati Tyas sudah berdebar sejak tadi, meski ini bukan pengalaman pertamanya tapi tetap saja Tyas merasa gugup.


Namun, Ganesh tetap meminta izin dari istrinya. Tidak mau melakukan kesalahan yang sama, seperti pada malam pertama mereka. Ganesh sadar jika saat itu dirinya terlalu memaksa tanpa meminta izin dari istrinya. Karena jujur saja, pada waktu itu Ganesh melakukannya karena terlalu sakit hati dengan Seira yang baru saja menikah dengan Alex. Salah satu kesalahan terbesar Ganesh yang selalu menimbulkan penyesalan besar di hatinya.


"Iya Mas, tapi tolong jangan bermain kasar ya" lirih Tyas, ketakutannya pada saat malam pertama mereka. Ganesh melakukannya dengan begitu kasar.


"Iya Sayang, aku akan melakukannya dengan perlahan"


Semuanya di mulai dari kecupan di kening istrinya. Beralih ke dua mata teduh milik Tyas, pipi dan berakhir di bibir cukup lama dengan luma*tan dan kecapan yang terdengar memenuhi suasana kamar yang sepi ini. Tangan Ganesh tidak diam saja, dia mulai membuka setiap kancing piyama tidur yang di pakai istrinya. Sehingga Tyas kini hanya menggunakan pakaian dalam saja. Kecupan Ganesh beralih ke leher hingga dada Tyas, berakhir pada bagian menonjol di dada istrinya. Membiarkan pakaian dalam yang menutupi benda itu, lalu mulai menye*sapnya dengan lembut membuat Tyas merasakan sensasi berbeda dalam tubuhnya.


Ganesh beralih ke bagian perut buncit istrinya yang semakin membuat istrinya terlihat menggoda. Dia mengelus dan mengecup perut buncit istrinya itu. "Tunggu Papa Sayang, Papa akan menengokmu"

__ADS_1


Tyas tersenyum sambil mengelus rambut Ganesh yang sedang mencium perutnya dengan berbicara dengan bayi di dalam kandungannya. Tentu Tyas bahagia melihat ini.


Ganesh mendongak dan menatap istrinya. "Aku mulai ya Sayang"


Tyas mengangguk saja sebagai jawaban. Ganesh mulai melancarkan aksinya, dia membuka celana piyama Tyas. Meninggalkan pakaian dalam saja, tangannya sedikit bermain di area sensitif itu membuat Tyas mulai menggelinjang tidak tahan. Membuka pakaian dalam istrinya, Ganesh kembali bermain di area sensitif itu menggunakan tangan dan lidahnya. Ingin memberikan sensasi rileks untuk istrinya sebelum dia benar-benar memulai. Ganesh tidak mau menyakiti istrinya. Jadi dia biarkan dulu istrinya rileks dengan permainannya ini.


"Mas...Emhh.."


Tyas mulai tidak tahan dengan apa yang Ganesh lakukan padanya. Seolah ada yang ingin dia keluarkan dengan segera.


"Jangan di tahan Sayang, keluarkan saja"


Akhirnya setelah Tyas mencapai pelepasan pertamanya dengan erangan keras yang membuat Ganesh semakin bernaf*su. Dan malam ini akan berlalu cukup panjang setelah ini. Keduanya akan menikmati setiap sentuhan dari satu sama lain. Kamar ini hanya di penuhi dengan suara ******* dan erangan kenikmatan.


"Ahhhh.. Sayang kau terlalu nikmat"


"Emmhhh.. Mas.."


Keduanya hanya saling menikmati dengan saling mendesah keras. Keringat mulai bercucuran ditubuh masing-masing. Entah sampai pukul berapa permainan ini akan berakhir.


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga

__ADS_1


__ADS_2