
Hampir dua bulan, Ganesh sudah berusaha mencari mencari Tyas. Namun, dia tetap tidak menemukak gadis itu. Ganesh terus berusaha meski dia tidak tahu dimana lagi dia harus mencari Tyas. Karena dia tidak mengetahui tempat-tempat yang memungkinkan di kunjungi Tyas. Ganesh benar-benar tidak tahu apa-apa tentang istrinya.
Hingga Ganesh menyerah dan akhirnya dia memilih pergi ke rumah Kakek dan bersiap untuk menerima apapun konsekuensi nya jika semua anggota keluarganya tahu jika dia telah membuat istrinya pergi. Ganesh datang ke rumah Kakek, namun semuanya terlihat biasa saja dengan kedatangan Ganesh. Tidak ada sambutan Mama yang selalu heboh saat Ganesh sudah lama tidak datang ke rumah mereka. Bahkan adiknya pun bersikap cuek padanya.
"Jadi, ada apa kau datang kemari?" tanya Kakek dengan tenang, meski tatapannya sungguh membuat Ganesh gugup sekarang. Di banding dengan Papa, Ganesh lebih takut pada Kakeknya.
"Ganesh ingin mencari Tyas, apa istriku ada datang kesini?"
Ganesh menunduk saat mengatakan itu. Ganesh hanya ingin mengetahui apa mungkin istrinya datang kesini saat dia pergi dari rumah mereka. Ganesh hanya ingin memastikan semuanya.
"Memangnya kemana istrimu? Apa dia tidak izin dulu saat pergi dari rumah?" tanya Papa, pria paru baya itu itu juga terlihat tenang.
Ganesh menggeleng pelan, tidak mungkin Tyas meminta izin padanya untuk pergi dari rumah. Karena kepergiaannya ini juga karena kesalahannya. Bahu Ganesh mulai bergetar, dia menangis menyesali semuanya. Ganesh hanya ingin meminta bantuan keluarganya untuk bisa menemukan istrinya. Wanita yang telah dia sia-siakan.
"Maaf Kakek, Papa dan Mama. Aku telah menyakiti istriku, aku telah mengecewakannya dan membuatnya terluka. Sekarang dia pergi, aku benar-benar menyesal dengan semuanya. Tolong bantu aku untuk mencarinya" jelas Ganesh dengan suara yang serak
Kakek tersenyum sinis "Bukannya kau senang jika istrimu pergi, kau bisa bebas dengan pacar beda agama mu itu. Lagian Kakek sudah pernah bilang jika semua ini adalah demi kebaikanmu. Tyas adalah yang terbaik untukmu. Tapi, karena kau telah menyia-nyiakan yang terbaik. Maka, Kakek sendiri yang akan mengurus perceraian kalian"
Ganesh langsung mendongak begitu terkejut, dia tidak menyangka jika Kakek malah ingin memisahkan Ganesh dan Tyas. "Tidak Kakek, aku hanya ingin bersama istriku. Jangan memisahkan kami, aku akan berusaha berubah dan memperbaiki semuanya. Aku benar-benar menyesal"
"Jika begitu cari Tyas dan bawa dia pada kami dalam keadaan sehat dan baik-baik saja" Mama akhirnya bersuara, sejak dari tadi hanya diam dan memperhatikan anak sulungnya itu.
Ganesh salah, keluarganya ternyata tidak mau membantunya mencari Tyas. Mereka justru ingin menguji kesungguhan Ganesh dengan menemukan Tyas dan membawa istrinya itu pada mereka. Sepertinya Ganesh harus benar-benar mencari Tyas sendiri tanpa meminta bantuan siapapun. Termasuk keluarganya.
__ADS_1
"Baik, aku akan menemukan istriku dan membawanya pada kalian dengan baik-baik saja. Aku bahkan akan berlutut di depan istriku untuk meminta maaf padanya. Di depan kalian!"
Ganesh pergi setelah mengatakan itu. Dia tidak punya harapan lain dari keluarganya. Ganesh hanya tidak mau jika dirinya harus terpaksa berpisah dengan istrinya karena dia tidak bisa memenuhi permintaan Kakek dan Mama. Ganesh yakin jika dia pasti bisa menemukan Tyas.
Namun sebelum Ganesh masuk ke dalam mobil, seseorang memanggilnya. Ganesh berbalik dan melihat Gezia yang sedang berlari ke arahnya.
"Kakak tolong baca sebuah novel ini dan Kakak akan tahu jawabannya"
Gezia menunjukkan sebuah novel di salah satu aplikasi novel online. Ganesh malah bingung sendiri, di saat dirinya sedang kacau mencari istrinya. Adiknya ini malah menyuruhnya membaca cerita fiksi yang tidak ada gunanya.
"Kau aneh Zi, Abang sedang kacau kehilangan istri Abang. Kamu malah menyuruh Abang membaca cerita fiksi yang tidak ada gunanya itu"
"Tapi Bang, itu bukan hanya cerita fiksi biasa. Abang dengerin aku.. Abang"
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Akhirnya Ganesh lebih banyak meluangkan waktunya untuk mencari Tyas ke setiap penjuru kota. Sampai dia mencarinya ke pinggiran kota, menanyakan pada setiap orang yang berpapasan dengannya bermodalkan foto pernikahan mereka. Namun, dari setiap orang yang Ganesh temui tidak seorang pun yang pernah melihat Tyas. Ganesh mulai putus asa, dia tidak bisa menemukan Tyas. Istrinya seolah hilang di telan bumi. Tidak ada jejak apapun yang bisa menjadi petunjuk untuk Ganesh bisa menemukan istrinya.
Ganesh mulai putus asa, dia mulai kehilangan semangatnya untuk mencari Tyas. Dia benar-benar sudah merasa buntu dalam mencari istrinya.
Sementara itu seorang wanita sedang duduk diam di sebuah kamar dengan lpatop usang miliknya berada di pangkuannya. Sesekali tangannya mengelus perut ratanya.
"Makan dulu Yas"
__ADS_1
Tyas tersenyum pada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya. Tyas mengangguk menanggapi ajakannya. Segera turun dari tempat tidur dan menutup laptopnya setelah dia selesai menulis cerita hidupnya di sebuah judul novel di aplikasi novel online.
Makan malam bersama keluarga ini bagaikan hal yang selalu Tyas harapkan dengan keluarganya sendiri. Namun, semuanya tidak seperti apa yang dia harapkan. Namun, Tyas bersyukur karena bisa merasakan kehangatan keluarga bersama keluarga ini.
"Bagaimana keadaan kamu?"
"Baik kok, dia tidak rewel"
Sekali lagi Tyas mengelus perutnya dengan tersenyum bahagia. Satu bulan setelah Tyas memutuskan pergi dari rumah suaminya, hal tidak di duga terjadi. Ada buah cinta mereka yang hadir di dalam perut Tyas. Namun, Tyas tetap pada pendiriannya. Dia ingin membesarkan anaknya ini seorang diri. Tidak mau lagi kembali pada pria yang telah membuatnya begitu terluka. Tyas tahu jika Ganesh tidak pernah mencintanya, yang Ganesh cintai hanya Seira seorang.
Tyas tidak mau jika suaminya akan membenci kehadiran anaknya karena dia tidak mencintainya. Tyas tidak mau jika anaknya menjadi korban karena dia hadir bukan karena cinta.
Semuanya akan baik-baik saja, tenang bersama Bunda ya. Kita akan bahagia berdua, Nak. Sehat-sehat terus ya di perut Bunda.
Seperti itulah Tyas mengajak calon anaknya berkomunikasi. Tyas hanya tidak mau jika anaknya juga akan merasakan perasaan sedih Ibunya karena Ayahnya. Tyas hanya ingin memberikan rasa bahagia untuk calon anaknya itu. Biarlah suaminya berbahagia dengan kehidupannya, tanpa kehadiran Tyas yang selalu membuatnya marah.
Semoga Mas Ganesh bahagia tanpa kehadiranku lagi.
Cinta tak bisa di paksa. Itulah yang membuat Tyas menyerah. Karena sebesar apapun usaha Tyas agar bisa mendapatkan sedikit cinta dari suaminya. Tapi, cinta tetap tidak bisa di paksa. Jadi, biarkan saja Tyas memendam cintanya sendiri dan tidak lagi memaksa suaminya untuk bisa mencintainya.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya ya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1