
Ganesh tersenyum melihat istrinya yang masih terlelap di bawah selimut tebal setelah mereka selesai melakukannya satu jam yang lalu. Ganesh sudah mandi dan berganti pakaian. Dia juga sudah menyiapkan pakaian ganti di dalam lemari untuk istrinya.
Ganesh menghampiri istrinya itu, mengelus kepalanya dan mencium keningnya. "Aku mencintaimu Sayang"
Ganesh keluar dari kamar dan melanjutkan pekerjaannya. Semangatnya bertambah berkali-kali lipat setelah dia mendapatkan kesegaran dalam tubuhnya yang di berikan sang istri padanya. Tyas membuka matanya, dia tersenyum haru setiap kali mendengar Ganesh yang berisik kata cinta padanya di saat tidur seperti ini. Seolah masih tidak percaya jika hal ini akan terjadi. Dimana suaminya bisa mencintainya dan memilihnya. Di setiap rintangan yang dia jalani setiap harinya di awal pernikahan mereka, tidak mudah bagi Tyas untuk bisa sampai di titik ini.
Aku bahagia bisa bersamamu, aku tidak menyesal karena telah menerima mu kembali dalam hidupku dan Gweny.
Tyas turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan segala sisa bercinta mereka tadi. Sedikit berendam untuk merilekskan tubuhnya yang lelah karena stamina suaminya yang tidak terkalahkan dalam hal ranjang. Beberapa menit di kamar mandi, Tyas keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Tepat pada saat itu Ganesh juga masuk ke dalam kamar untuk melihat istrinya apa sudah bangun atau belum.
"Sayang, ada baju ganti di lemari untuk kamu"
Tyas mengangguk, di segera berjalan ke arah lemari dan membukanya. Ada beberapa baju ganti disana, bukan hanya milik Ganesh tapi juga beberapa baju ganti perempuan. Apa Ganesh sengaja menyediakan itu semua untuk hal ini. Tyas melirik suaminya yang sedang duduk di atas tempat tidur.
"Mas, banyak banget baju perempuan di lemari kamu ini?"
Ganesh menoleh ke arah istrinya yang masih memilih-milih pakaian di dalam lemari. "Kan sengaja di sediakan kalau ada hal seperti ini terjadi. Aku udah siapin baju ganti itu sejak kita kembali bersama Sayang. Tapi kamunya yang tidak ada inisiatif untuk datang kesini, jadi baju-baju itu belum terpakai"
Rasanya Tyas ingin mencubit bibir suaminya yang sangat mesum. Dia hanya memikirkan tentang kesenangan di atas ranjang saja. Sampai membeli pakaian ganti untuknya begitu banyak. Memang benar-benar ya Ganesh ini.
"Aneh deh kamu Mas, ngerencanain kok kayak gituan pas aku datang ke kantormu ini"
"Ya, memang itu rencana aku. Kan kalau di kantor suasananya berbeda Sayang. Kita juga butuh suasana yang baru"
Tyas hanya geleng-geleng kepala, heran dengan fikiran suaminya yang selalu menjurus kepada hubungan ranjang. Ganesh memang benar-benar terkena candu sangat berat pada istrinya ini. Tyas mengambil satu baju gamis dan memakainya di depan suaminya tanpa malu. Memangnya apalagi yang harus di malukan. Ganesh sudah melihat semua dari bagian tubuh Tyas ini.
Bahkan dia sampai menyediakan pakaian dalamnya juga. Apa dia belanja sendiri ya untuk beli ini?
__ADS_1
"Aku menyuruh karyawan wanita untuk memberikan peralatan kamu disini" kata Ganesh yang sedang menatap layar ponselnya. Dia tahu apa yang sedang di fikirkan istrinya itu. Tyas pasti bingung dengan apa yang ada di dalam lemari pakaian itu.
"Ohh. Kirain kamu sendiri yang membelinya"
Ganesh beralih menatap istrinya yang sudah selesai memakai baju. Sekarang Tyas sedang menyisir rambutnya di depan cermin yang tertempel di pintu lemari. "Aku tidak tahu merek dan ukurannya. Takut salah, jadi lebih baik menyuruh karyawan wanita yang tentunya lebih tahu tentang wanita lagi"
Tyas berjalan ke arah suaminya, duduk di pinggir tempat tidur. Rambutnya masih basah dan di biarkan tergerai melewati bahu. "Mas kamu gak ada pengering rambut ya"
Ganesh tersenyum, dia lupa untuk satu barang itu. Dia tidak menyiapkan pengering rambut untuk istrinya. "Aku lupa tidak membeli itu Sayang, aku keringin pakai handuk saja ya"
Ganesh mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut istrinya dengan cara alami. Namun Tyas malah merasa risih saat suaminya mengeringkan rambutnya tapi dengan cium sana sini. Dia mengeringkan rambut atau memainkan rambut. Tyas bingung sendiri dengan suaminya yang terlihat asyik dengan kegiatannya itu.
"Udah ahh Mas, kamu bukan mengeringkan rambut tapi malah mainin rambut aku"
Ganesh tertawa kecil mendengarnya, dia melempar handuk kecil di tangannya dengan sembarang. Lalu dia memeluk Tyas dari belakang. Menyandarkan dagunya di bahu istrinya. "Abisnya rambut kamu wangi dan bikin candu untuk aku mainkan"
Bukan hanya rambut saja, dia memang suka memainkan segalanya dalam tubuh ku. Eh.
"Sekarang kita pulang, ini sudah sore juga"
Tyas sedikit kaget mendengar ucapan Ganesh. Sore? Datang siang hari dan berakhir sore di kantor suaminya. Ini semua karena kelakuan Ganesh satu jam yang lalu. Selalu tidak puas jika hanya ritme waktu yang sebentar.
"Yaudah ayo pulang Mas, aku mau pakai kerudungnya dulu"
Ganesh mengecup pipi Istrinya "Oke Sayang"
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
__ADS_1
Takdir Yang Memilih Tyas untuk menjadi pendamping hidup Ganesh dan sumber kebahagiaan dalam hidupnya. Meski banyak rintangan di awal pernikahan mereka, tapi bersyukur karena kini mereka telah menjadi keluarga yang bahagia. Takdir yang tidak bisa kita pilih, tapi takdirkan yang memilih kita untuk menjalani kehidupan ini.
Malam ini hujan rintik-rintik di luar sana, Tyas sedang menatap pemandangan di luar jendela dengan Ganesh yang memeluknya dari belakang. Malam yang mendung karena hujan yang turun.
"Sayang ayo tidur" ajak Ganesh
"Iya Mas, sebentar lagi. Aku belum ngantuk"
"Kalau belum ngantuk, ayo kita lakukan lagi"
Ish.. Kenapa selalu kesitu si.
"Mas ihh, aku belum ngantuk karena tadi siang tidur jadi sekarang susah tidur deh"
Ganesh tidak menjawab, tapi dia mulai saja melancarkan aksinya dengan mengecup leher dan bahu istrinya. Tangan yang awalnya memeluk perut istrinya kini sudah mulai bergerak ke bagian atas.
"Mas ihh"
"Apa Sayang, ayo kita lakukan lagi" Tanpa mendengar jawaban dari istrinya, Ganesh langsung saja menggendong Tyas dan membawanya ke tempat tidur. Memulai kembali apa yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu. Tyas tidak bisa benar-benar menolak karena selain ini bagian dari kewajibannya sebagai istri, dia juga menikmatinya.
Erangan dan desa*han terdengar jelas di kamar ini. Keduanya sedang terbuai akan indahnya surga dunia. Kenikmatan yang tidak akan memberikan rasa puas. Di selimuti rasa dingin karena hujan diluar sana yang mulai deras. Keduanya hanya saling memberikan kehangatan dengan cara masing-masing. Cuaca dingin ini tidak berarti apa-apa saat peluh yang mulai bercucuran dari tubuh keduanya.
"Aku mencintaimu" Ucapan terakhir yang Ganesh ucapkan sebelum dia ambruk di samping istrinya. Peluh menetes membasahi tubuh keduanya. Ganesh beringsut memeluk istrinya.
"Aku juga sangat mencintaimu Mas. Takdir Yang Memilih kita untuk bersama selamanya"
...END.. ...
__ADS_1
Mampir di karya temanku.. Ceritanya bagus..