
Tyas sedang membereskan rumah, setelah suaminya berangkat bekerja. Dia mulai menata foto-foto Ganesh dan Seira yang entah kenapa Ganesh balikan foto-foto itu. Bahkan foto besar yang terpajang di dinding, juga dia tutupi dengan kain putih. Mungkin karena Ganesh takut jika Tyas akan merusakan foto-foto itu lagi.
Namun, Tyas merasa bersyukur karena saat keluarga suaminya datang, mereka tidak perlu melihat foto-foto itu dan akan berakhir tidak baik. Untungnya mereka semua datang di waktu yang tepat.
Tyas menarik kain putih yang menutupi figura besar foto kemesraan Ganesh dan Seira. Dengan perlahan dia meraba-raba foto itu. Tyas melihat tatapan penuh cinta Ganesh pada Seira dan Seira pun begitu. Keduanya memang saling mencintai. Hanya saja harus hancur karena kehadirannya di kehidupan Ganesh.
Ingin menangis, tapi air matanya seolah terlalu lelah untuk terus keluar. Sejak kecelakaan yang menewaskan Ibunya, maka sejak itulah air mat Tyas tak lagi terhitung berapa banyak yang di keluarkan. Di tambah lagi dengan konflik rumah tangganya ini, pernikahan yang sama sekali tidak di inginkan oleh suaminya sendiri.
Salahkan Tyas? Dunia seolah tidak berpihak padanya. Tyas selalu di anggap salah oleh semua orang yang dia kenal. Kecelakaan Ibunya adalah kesalahannya, pernikahan ini juga karena kesalahannya, dan retak nya hubungan Seira dan Ganesh juga karena kesalahannya.
Tyas selalu di anggap salah oleh semua orang. Meski kenyataannya takdirlah yang memilihnya hingga berada di posisi ini. Semuanya bukan salah Tyas, dia hanya mengikuti takdir kehidupannya.
Bahkan untuk seorang Ayuningtyas, tidak ada masa kecil yang indah selain saat Ibunya masih hidup. Semuanya karena kesalahannya. Hingga hidupnya pun harus hancur saat ini.
Ya Allah, salahkah Tyas?
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Kini, Ganesh dan Seira tengah duduk berdampingan di bangku taman yang mengarah ke arah danau. Sepulang kerja, Ganesh membawa Seira ke danau yang menjadi tempat bersejarah bagi mereka. Tempat di mana Ganesh menyatakan cintanya pada Seira, dan kisah keduaya pun di mulai dari sini.
"Nesh"
Panggilan Seira membuat Ganesh menoleh ke arahnya. Ganesh menatapnya dengan tenang. Karena Ganesh tahu jika wanitanya itu sedang di landa kegelisahan tentang hubungan rumit mereka.
Aku cemburu, meski aku berkata ikhlas dan menerima semua ini.
Perasaan yang wajar untuk di rasakan Seira. Dia dan Ganesh menjalin kasih selama hampir 4 tahun. Tentu terlalu banyak kenangan di antara keduanya, jika harus berakhir begitu saja.
__ADS_1
"Ada apa Sayang?"
Seira tersenyum dan menggeleng pelan. Seira menyandarkan kepalanya di bahu Ganesh, pria itu langsung mencium puncak kepalanya "Aku hanya lagi berfikir, apa hubungan kita bisa dipertahankan sampai kita menikah? Mungkinkah?"
Mungkinkah kita menikah? Di saat semuanya begitu rumit untuk kita jalani.
Ganesh menempelkan pipinya di kepala Seira yang menyandar di bahunya "Tunggulah saatnya tiba Ra, aku akan menceraikan wanita itu. Namun, tidak bisa sekarang. Tunggulah Ra, jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku"
Ganesh begitu yakin dengan ucapannya, dia memang ingin segera menceraikan Tyas. Mungkin, setidaknya sampai satu tahun pernikahan mereka jika Tyas tidak juga meminta cerai lebih dulu. Maka Ganesh yang akan menceraikannya lebih dulu.
"Apa kamu yakin tidak akan jatuh cinta dengan Tyas?" Gadis yang begitu baik dan tulus. Yang selalu sabar saat Ganesh bahkan tidak sedikit pun untuk menghargainya.
"Tidak akan, aku tidak akan jatuh cinta pada wanita itu. Yang aku cintai hanya kamu, Ra. Jangan membahasnya lagi!" tegas Ganesh
"Aku juga mencintaimu Sayang"
Seira berdiri dan menyelempangkan tas di bahu, mengulurkan tangannya agar Ganesh meraihnya "Istrimu pasti sedang menunggu dirumah 'kan? Nanti keluargamu juga akan curiga jika kamu pulang malam. Padahal kalian masih suasana pengantin baru. hah..."
Seira menghembuskan nafas kasar saat mengatakan pengantin baru pada Ganesh. Harusnya aku yang menjadi istrinya Ganesh?
"Tenang saja, aku sudah tidak tinggal di rumah Kakek. Aku memilih tinggal di rumah yang aku beli, agar aku bisa bebas untuk bertemu denganmu kapan saja. Tidak akan ada yang melarangku" jelas Ganesh
"Kapan kamu membeli rumah? Kok aku tidak tahu ya"
"Sebenarnya aku sudah cukup lama membeli rumah itu. Bahkan aku beberapa kali merenovasinya agar sesuai dengan rumah impianku. Rumah yang akan aku tinggali dengan anak istriku, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Aku bahkan tidak bisa menikahi wanita yang aku cintai"
Oh... Tuhan, dia begitu memikirkan masa depan kami. Tapi sayang, semuanya tidak terwujud.
__ADS_1
"Malam ini aku akan mengajakmu datang ke rumah, biar kau lihat rumah baru kita. Aku yakin suatu saat kau akan bisa tinggal di sana"
Entah apa yang ada di fikiran Ganesh, sehingga dia membawa Seira pulang ke rumahnya malam ini. Seolah menunjukan jika Tyas tidak berarti apapun untuknya. Meski sebenarnya Tyas sudah tahu akan hal itu, tidak perlu dengan menunjukan kemesraan mereka di depannya saat ini.
Tyas membawakan minum dan cemilan untuk tamunya. Namun, kakinya seolah sangat lemas untuk bisa menopang beban tubuhnya melihat adegan di depannya. Bukan untuk pertama kalinya, Tyas melihat Ganesh dan Seira berciuman. Namun, kali ini sungguh begitu menyakitkan bagi Tyas. Seira sampai di doronga hingga terlentang di atas sofa, Ganesh begitu penuh gairah saat mencium bibir Seira. Meski Seira sudah mencoba menghentikannya.
"Ganesh stop!"
Akhirnya Seira mendorong tubuh Ganesh hingga menjauh dari tubuhnya. Seira segera bangun dan duduk di sofa dengan benar, namun tatapannya langsung terpaku saat melihat Tyas yang berdiri kaku tidak jauh dari mereka. Tyas yang membawa nampan berisi minuman dan camilan.
"Tyas.." Seira segera berlari ke arahnya, sungguh Seira merasa tidak enak pada istri dari kekasihnya itu. "Maaf Tyas.." lirih Seira setelah berada di depan Tyas.
Tyas mengerjap dan itu membuat air yang menggenang di pelupuk matanya meluncur bebas di pipinya. Segera Tyas menghapus air mata itu dengan kasar.
"Tidak papa Kak, ayo di minum" kata Tyas sambil berjalan melewati Seira dan menyimpan minuman dan camilan yang di bawanya di atas meja depan Ganesh masih duduk santai di sofa. Pria itu benar-benar tidak merasa bersalah sedikit pun saat telah melukai hati istrinya.
Deg..
Ganesh tidak sengaja melirik Tyas yang juga sedang menatap ke arahnya. Mata memerah menahan tangis. Tatapan sayu dan penuh dengan luka. Sejenak Ganesh terpaku dengan tatapan itu. Namun, sedetik kemudian segera memalingkan wajahnya.
Sadar Ganesh, dia hanya wanita jahat yang ingin menghancurkan hubunganmu dan Seira. Dia hanya wanita penggila uang.
Bersambung
Kisah Seira ada di judul Benteng Penghalang Kita. Yang belum mampir bisa langsung mampir ya, udah end.
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
__ADS_1