Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Semuanya Adalah Takdir


__ADS_3

Semua keluarga kembali pulang setelah mendengar semua cerita Tyas. Kini, hanya tinggal Tyas dan suaminya yang sedang di periksa oleh dokter. Setelah Ganesh memaksakan untuk bergerak dan memeluk Tyas, kini tangannya terasa sakit. Mungkin karena dia terlalu memaksakan diri.


"Mas sih, kenapa si harus memaksakan diri. Jadi tangannya sakit lagi"


Tyas mengelus lembut tangan kanan Ganesh yang di balut perban. Dia ngilu sendiri melihat tangan dan kaki Ganesh yang terbalut perban dan gifs di kakinya. Kecelakaan itu memang cukup parah sehingga membuat beberapa bagian tubuh Ganesh terluka cukup parah.


"Gak papa Sayang, aku sudah tidak tahan untuk bisa memelukmu dan menenangkan di saat kamu bersedih seperti tadi. Maaf, karena aku tidak tahu tentang ceritamu itu" sesal Ganesh, sebagai seorang suami Ganesh tentu suami yang sangat buruk. Bahkan dia tidak mengetahui apapun tenang istrinya itu.


"Cukup Mas, jangan lagi mengucap maaf. Karena aku sudah memaafkan semuanya. Biarlah semuanya berlalu seiring berjalannya waktu. Yang terpenting, kamu sekarang sembuh dan benar-benar merubah setiap sikap buruk kamu"


Bolehkah Ganesh serakah sekarang? Dia hanya ingin Tyas menjadi miliknya saja. Tidak ada yang boleh memisahkan dirinya dan Tyas. Takdir pun tidak Ganesh izinkan untuk memisahkan mereka. Keberuntungan apa lagi yang akan Ganesh dapatkan dalam hidupnya selain mendapatkan pendamping hidup seperti istrinya ini. Wanita yang di pilihkan Kakek dan keluarganya, memang benar yang terbaik untuk Ganesh. Dan Ganesh menyesal karena pernah menolaknya dulu.


"Aku hanya berharap kata maaf itu bisa menjadi pengobat luka hatimu. Meski aku tahu jika itu tidak mungkin. Tapi, mulai saat ini aku yang akan mengobati luka yang aku torehkan di hatimu, Sayang. Percayalah padaku"


Tyas tersenyum, tangannya mengelus lembut pipi kiri Ganesh. "Iya Mas, aku percaya itu"


Hidup Ganesh akan semakin berwarna dengan hadirnya cinta untuk Tyas di hatinya. Dia tidak akan meminta apapun lagi selain Tyas yang selalu di sisinya. Sampai kapanpun.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Satu minggu Ganesh di rawat di rumah sakit. Akhirnya hari ini dia bisa pulang, meski masih menggunakan kursi roda karena tangan kanannya dan juga kakinya masih sakit. Belum bisa benar-benar bergerak bebas seperti biasanya.

__ADS_1


Ganesh di bawa keluarganya ke kediaman Aditama. Semuanya atas perintah Kakek yang tentunya tidak akan bisa di bantah oleh siapapun. Tyas hanya menurut saja, keluarga suaminya sudah sangat baik padanya. Mereka menerima Tyas dengan begitu tulus.


Sampai di kediaman Aditama, Ganesh tidak menyangka dengan kehadiran semua keluarganya yang menyambutnya dengan bahagia. Kursi roda yang di dudukinya, di dorong pelan oleh Tyas memasuki rumah. Hanya Papa dan Mama saja yang menjemput Ganesh di rumah sakit tadi. Dan yang lainnya menunggu di rumah untuk menyambut kedatangan Ganesh dan Tyas.


"Loh Kak Seira disini juga"


Tyas sedikit terkejut saat melihat Seira ikut hadir untuk menyambut kepulangan Ganesh dari rumah sakit. Seira berjalan mendekat ke arah Tyas dan Ganesh, senyuman tak pernah luntur dari bibirnya. Seira memeluk Tyas dengan hangat, dia lega dengan akhir kisah ini. Kisah dirinya dan Ganesh yang di mulai di atas perbedaan yang jauh. Hingga akhirnya takdir tetap membawa mereka pada kepercayaan masing-masing. Dan Seira begitu bahagia saat Ganesh mulai bisa menerima Tyas sebagai istrinya.


Terimakasih Tuhan atas kisah cinta yang menjadi kenangan ini. Sampai kapanpun kisah ini akan menjadi cerita indah dalam hidupku.


Bersama selama 4 tahun menjadi sepasang kekasih. Memang bukan waktu sebentar, namun sekali lagi hanya takdirlah yang memilih. Bukan mereka yang memilih takdir. Dan takdir Seira adalah Alex, bukan Ganesh. Ganesh telah memiliki takdirnya sendiri, yaitu Tyas.


Seira melerai pelukannya, dia memegang kedua sisi lengan Tyas. Menatap gadis itu dengan pancaran kebahagiaan. "Takdir yang memilih kamu untuk hadir di antara kisah kami, Tyas. Sekarang takdir itu pula yang membawa aku dan Ganesh bahagia dengan kebahagiaan kami masing-masing. Semuanya karena takdir, Tyas. Jadi jangan pernah sekalipun kita menyalahkan takdir. Karena takdir Tuhan adalah yang terbaik untuk hidup kita...."


Ganesh mengangguk "Baik Ra, aku tidak akan menyakitinya lagi. Dia adalah harta berharga dalam hidupku yang di pilihkan Kakek untukku. Terimakasih untuk semuanya Ra. Kenangan indah kita akan tetap menjadi cerita dalam hidupku"


Seira mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca penuh haru. Akhirnya semuanya terselesaikan. Begitulah matan kekasih ini saling mengikhlaskan satu sama lain. Semua kenangan indah akan menjadi cerita dalam hidup mereka. Menjadi kisah yang indah untuk di ceritakan pada anak-anak mereka kelak. Bagaimana cinta tetap tidak bisa berjalan di atas perbedaan.


Semua orang yang ada disana menangis haru melihat Ganesh dan Seira pada akhirnya bisa saling mengikhlaskan. Keduanya telah menemukan kebahagiaan masing-masing.


"Jangan sungkan untuk datang kesini Ra, ajak juga suami kamu. Kita tetap satu keluarga" kata Mama yang memeluk Seira dengan hangat dan penuh ketulusan.

__ADS_1


"Iya Ma, terimakasih atas ketulusan kalian semua. Seira senang bisa kenal dengan kalian"


Ganesh tersenyum ke arah Tyas yang berdiri di samping kursi rodanya. Tangan kiri Ganesh tetap menggenggam tangan Tyas dengan lembut, seolah tidak ingin istrinya pergi satu langkah saja dari pandangannya. Sesekali dia akan membawa tangan itu ke arah bibirnya dan mengecupnya dengan lembut.


Akhirnya Ganesh bisa bernafas lega, ternyata menerima takdir adalah hal yang melegakan daripada terus melawan dan menyangkalnya. Ganesh bahagia sekarang. Mempunyai istri seperti Tyas adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya. Dan mulai hari ini dia akan memulai mengenal sosok istrinya lebih dalam lagi.


"Oke semuanya acara sedih-sedihanya sudah selesai sampai disini. Sekarang ayo kita makan siang bersama. Pasti sudah pada lapar 'kan?"


Suara Erlita melenyapkan suasana haru biru itu. Semuanya tertawa kecil melihat kelakuan Erlita yang memang selalu bisa saja mencairkan suasana. Memang itulah kelebihan Erlita. Sifatnya ini memang sangat berbeda jauh dengan kembarannya, Erland.


"Baiklah semuanya, selamat menikmati makan siang kalian. Tapi, aku gak bisa ikut karena sudah janji mau makan siang di kantornya Alex" kata Seira


"Ohh begitu ya, yasudah tidak papa. Kamu lebih baik segera pergi saja, kasian juga jika suamimu menunggu lama" kata Mama


"Iya Ma, semuanya aku pamit dulu ya. Ganesh cepat sembuh ya, jaga Tyas baik-baik"


"Siap Ra"


Akhirnya semuanya tetap kembali pada kepercayaan masing-masing. Namun, percayalah jika takdir Tuhan adalah yang terbaik untuk hidup kita. Ganesh dan Seira pernah memiliki do'a yang sama, namun dengan cara yang berbeda. Tapi, Tuhan telah memberikan keduanya kebahagiaan meski tidak bisa bersama.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2