Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Bukan Pelakor Yang Jahat


__ADS_3

Seira jadi kesal sendiri dengan sikap Ganesh kali ini. Dia seperti bukan lagi Ganesh yang dia kenal selama ini, yang selalu menghargai dan menghormati wanita.


"Kamu itu kenapa si Nesh? Tyas itu istri sah kamu. Meski kamu tidak mencintainya, setidaknya kamu bisa sedikit saja menghargainya. Aku tidak akan marah jika kamu juga memberi perhatian pada Tyas. Dia juga berhak atas kamu, sudah berapa kali aku bilang"


Kalau saja Tyas berkata pada jika dia mencintai Ganesh. Maka Seira akan mundur saat itu juga meski akan sedikit sulit untuk menghilangkan cintanya pada Ganesh, Seira hanya tidak ingin menyakiti hati seorang istri yang mencintai suaminya.


Tapi, Tyas berkata jika dia juga punya pria idaman lain yang dia cintai. Itulah alasan kenapa Seira masih mempertahankan hubungannya dan Ganesh. Seira hanya tidak ingin jika pria itu juga akan tersakiti dengan kenyataan jika istrinya mempunyai pria idaman lain.


Ganesh yang sedang duduk dan menatap laptop yang menyala di meja kerjanya. Sepertinya dia tetap bekerja meski dalam jarak jauh.


"Aku hanya ingin menyadarkan dia, jika sampai kapanpun aku tidak akan menerimanya sebagai istriku. Jika dia duluan yang meminta cerai, maka aku akan aman di mata Kakek dan keluargaku" jelas Ganesh


Jadi, Ganesh hanya menginginkan Tyas meminta cerai duluan dengan cara membuat gadis itu tersakiti dan teraniaya seperti ini. Ganesh memang benar-benar ya...


"Tapi gak sampai segitunya juga Nesh, dia itu wanita. Sudah seharusnya kamu menghargai dia, sedikit saja"


Ganesh mengangkat kedua bahunya acuh, dia masih fokus pada layar laptop di depannya "Aku tidak peduli perasaan dia. Semakin dia tersakiti, maka semakin aku bisa segera lepas dari dia"


Seira menghembuskan nafas kasar, memang beginilah Ganesh. Dia keras kepala dan susah untuk di luluhkan setelah dia mempunyai keputusan sendiri.


"Terserah kamulah, aku capek ngomong sama kamu"


Seira berjalan menjauh dari tempat Ganesh, duduk di sofa yang berada di pojok ruangan. Menatap kesal pada Ganesh yang masih fokus pada laptop.


Tok..tok..tok..


Tyas masuk ke ruang kerja suaminya dengan membawa nampan berisi minuman untuk Ganesh.

__ADS_1


"Permisi Kak, Tyas mau anterin minum untuk Mas Ganesh"


Tyas tersenyum ke arah Seira yang sedang duduk di sofa. Dia merasa tidak enak karena mengganggu waktu berdua dari sepasang kekasih itu. Meskipun sebenarnya Seira mengerti akan hal itu. Dia tidak akan egois, Seira tahu jika kini Ganesh bukan hanya miliknya seorang.


"Iya Yas, masuk aja"


Tyas berjalan mendekat ke arah meja kerja Ganesh yang bahkan pria itu tidak melirik sedikit pun pada istrinya yang datang.


Tyas menaruh secangkir kopi untuk Ganesh di atas meja kerjanya "Minumnya Mas"


"Hmm"


Seira benar-benar kesal melihat sikap Ganesh pada Tyas. Kenapa pria itu menjadi dingin begitu, Ganesh yang dia kenal seolah lenyap dan berubah menjadi Ganesh yang dingin dan menyebalkan seperti sekarang.


"Tyas ayo keluar, aku ingin bicara denganmu"


Mendengar ucapan kekasihnya, Ganesh langsung bereaksi. Dia menoleh dan menatap penuh tanya pada Seira.


Tyas tersenyum dan mengangguk "Iya Kak"


Akhirnya Seira dan Tyas berada di halaman rumah, duduk di sebuah bangku panjang. Dan menatap keindahan alam perbukitan yang hijau itu.


"Tyas, kalo suatu saat nanti kamu mencintai Ganesh. Kamu bilang sama aku ya, aku akan meninggalkan dia dan membiarkan kamu bahagia bersama suami kamu. Aku bukan pelakor seperti di cerita fiksi, yang menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan pria yang dia cintai"


"Aku tidak setega itu untuk menyakiti seorang istri yang mencintai suaminya. Saat ini aku masih bertahan bersama Ganesh, selain karena aku mencintainya juga karena perkataanmu waktu itu. Kamu yang memintaku untuk tetap bersama Ganesh karena kamu juga mempunyai pria lain yang kamu cintai"


Seira tidak ingin Tyas salah faham. Jadi dia mengucapkan segala alasan kenapa masih bertahan bersama Ganesh saat ini. Seira tidak mau Tyas mencap dirinya sebagai pelakor jahat yang tega menyakiti istri yang mencintai suaminya.

__ADS_1


Tyas tersenyum sambil menatap lurus ke depan, dia hanya sedang mencoba terlihat baik-baik saja di depan Seira. "Aku tahu. Kak Seira bukanlah orang jahat. Kakak orang baik yang rela kekasihnya menikahi wanita lain di saat kalian saling mencintai"


Kenapa aku berfikir jika Tyas tidak seburuk yang di fikirkan Ganesh. Gadis ini tidak terlihat jahat dan gila harta, seperti yang Ganesh ucapkan.


"Sudahlah Kak, jangan terlalu memikirkan itu. Semuanya kita serahkan saja pada Tuhan dan kita hanya perlu menerima takdir..." Tyas berdiri dari duduknya "Aku masuk dulu"


Tyas masuk ke dalam rumah dan memilih untuk membuat sebuah kue di dapur. Hatinya sedang tidak baik-baik saja. Beginilah cara Tyas menghibur dirinya sendiri, memasak atau membuat kue seperti yang di lakukannya saat ini.


Hingga sore hari, adalah waktunya Seira untuk kembali. Tyas sengaja membungkuskan kue buatannya untuk di bawa oleh kekasih suaminya itu. Mengingat itu, membuat Tyas tersenyum miris. Betapa dia tidak di anggap dalam pernikahan ini. Namun, Tyas juga tidak bisa melakukan apapun. Paksaan keluarga, membuat Tyas hanya bisa bersabar dan terus mencoba meluluhkan hati seorang Ganesha Aditama.


Sampai di dekat pintu keluar villa ini, Tyas melihat bagaimana Ganesh masih merengek pada Seira agar tetap tinggal. Tyas mengingat sebuah pepatah yang mengatakan, pria akan manja seperti anak kecil pada wanita yang dicintainya. Dan Tyas melihatnya sekarang.Ganesh yang begitu manja pada Seira, seolah menyadarkan Tyas jika suaminya itu memiliki dua sifat yang berbeda. Dan sifat dingin dan kejamnya selalu di tujukan pada Tyas.


"Sayang yakin gak mau tinggal disini satu hari lagi saja"


"Gak bisa Sayang, nanti kalo kita ada waktu lagi kita bisa bertemu lagi ya"


Tyas menghembuskan nafas berat mendengar rengekan Ganesh pada Seira, sebelum dia lanjut berjalan mendekat ke arah mereka dan menghampiri Seira.


"Ini tadi Tyas bikin kue, di bawa ya. Semoga Kakak suka, salam juga buat Ayah, Ibu Kak Seira"


Oh Tuhan.. Kenapa gadis ini begitu baik, hatinya benar-benar tulus dan lembut. Dia sungguh gadis yang baik dan aku semakin merasa bersalah dengan apa yang aku lakukan, aku telah merebut suaminya.


Maafkan aku Tyas.


"Terimakasih banyak Tyas, iya nanti pasti aku salamin pada Ayah dan Ibu"


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. like komen di setiap chapter.. kasih hadiah juga dong...


Kisah mereka akan semakin rumit ya.. Tidak ada peran antagonis disini. Hanya ego yang tinggi dan keras kepala yang membuat kisah ini semakin rumit...


__ADS_2