
Tyas berjalan masuk ke dalam perusahaan GE. Di lobby perusahaan, dia langsung bertanya pada bagian resepsionis dimana ruangan Ganesh. Namun, dua pekerja wanita itu malah menatap tidak percaya pada Tyas. Mungkin karena yang mereka tahu kekasih atasannya adalah Seira. Dan mereka merasa heran saat ada perempuan yang menanyakan Ganesh dan menyatakan ingin menyerahkan sebuah map.
Apa hubungan gadis sederhana ini dengan Ganesh? Begitulah kira-kira pemikiran kedua pekerja wanita itu.
"Maaf, anda siapa nya Tuan Ganesh? Kami tidak bisa sembarang mengizinkan sembarang orang menemui Tuan Ganesh"
Tyas menghela nafas, dia tidak mungkin berkata jika dirinya adalah istri Ganesh. Pernikahan mereka tidak mengundang orang kantor, membuat semua pekerjaan di perusahaan GE tidak mengenalinya. Dan Tyas cukup tahu diri untuk bisa menyombongkan diri sebagai istri dari pimpinan utama perusahaan besar ini. Karena sejatinya dia hanyalah istri yang tak di inginkan.
"Saya pembantunya Nona, saya ingin mengantarkan berkas yang tertingga milik Tuan Ganesh" kata Tyas dengan tersenyum, di balik luka yang semakin dalam di hatinya.
Pembantu? Ya, bahkan Tyas merasa jika dirinya lebih rendah daripada seorang pembantu untuk Ganesh. Seorang istri yang tidak pernah di anggap oleh suaminya sendiri.
"Ohh, baiklah. Anda bisa langsung naik ke lantai atas" Resepsionis itu menyebutkan nomor lantai tempat ruangan Ganesh berada. Tyas mengangguk dan segera berjalan menuju lift.
Akhirnya Tyas sampai di lantai yang di sebutkan oleh resepsionis tadi. Dia berjalan pelan menuju pintu ruangan yang ada nama suaminya yang terpajang di depan pintu.
"Loh Nona" saat Tyas hampir sampai sebuah pintu ruangan di belakangnya terbuka. Tyas segera menoleh dan dia mencoba mengingat-ngingat siapa pria itu. Tyas ingat jika pria itu hadir di acara pernikahan nya.
"Saya Adlan, Asisten pribadi Tuan Ganesh" Pria itu mengulurkan tangannya, memperkenalkan diri dengan sopan.
"Ohh iya" Tyas segera menjabat uluran tangan Adlan dengan tersenyum ramah "Aku Tyas, pantas saja aku seperti melihatmu di hari pernikahan kami"
__ADS_1
Adlan hanya tersenyum menanggapi, dia memang tidak terlalu pandai untuk berbasa basi. "Ada apa Nona datang kesini?"
Adlan sedikit melirik ke arah pintu ruangan Tuannya. Mulai was-was karena beberapa menit yang lalu, Adlan melihat Seira telah masuk ke dalam ruangan Ganesh. Bukan tidak mengingatkan, hanya saja Ganesh terlalu keras hingga tidak bisa lagi mendengar nasihat orang lain.
"Aku mau antar map yang ketinggalan milik Mas Ganesh. Takutnya penting"
Adlan mengangguk saja, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana. Melarang Tyas menemui suaminya juga tidak mungkin.
"Yasudah, aku ke ruangan Mas Ganesh dulu ya"
Tyas merasa heran saat asisten dari suaminya itu hanya diam saja. Tidak mau terlalu menghiraukan, Tyas lanjut berjalan menuju pintu ruangan suaminya. Mengetuk pintu dua kali dan Tyas langsung membukanya. Dia langsung terdiam di ambang pintu. Di atas sofa suaminya sedang makan siang bersama Seira. Ganesh sedang menyuapi Seira dengan sangat lembut.
Tyas tidak bisa menyembunyikan wajah sedihnya kali ini, membuat Seira yang melihatnya semakin tidak enak hati padanya. Meski sebenarnya Tyas sudah mencoba biasa saja dengan adegan yang baru saja di lihatnya. Namun, hatinya tidak sekebal itu untuk tidak merasa sedih saat melihat suaminya menyuapi wanita lain dengan mesra di depan matanya sendiri.
Ganesh menoleh ke arah sebentar ke arah Seira yang masih duduk di sofa dengan perasaan tidak tenang. "Tunggu sebentar Sayang" Setelah itu Ganesh menutup pintu rapat.
Ganesh menarik tangan Tyas keluar dari ruangannya. Menutup pintu dengan keras sampai membuat Tyas dan Seira yang berada di dalam ruangan Ganesh terkejut.
Tyas hanya mengikuti langkah tegap Ganesh dengan pergelangan tangan yang di cengkram erat oleh suaminya itu. Tyas tahu Ganesh sedang marah, namun apa harus sampai semarah ini hanya karena istrinya datang ke perusaan dia.
Jika itu suami yang mencintai istrinya, mungkin tidak. Bahkan mungkin akan sangat bahagia saat di datangi istrinya di saat lelah bekerja. Namun, kisahnya berbeda. Tyas bukanlah seorang istri yang di cintai suaminya. Dia hanya seorang gadis yang masuk dan merusak hubungan Ganesh dan Seira. Tyas sadar akan itu.
__ADS_1
Ganesh mebanting tubuh Tyas ke arah tembok dekat lift. Tempat yang cukup sepi, Tyas sedikit memegang bahunya yang terasa sakit karena terbentur tembok cukup keras. Ganesh menekan telapak tangannya di tembok, tepat di sebelah wajah Tyas. Menatap benci pada istrinya itu.
"Sudah ku bilang, kau hanyalah istri di depan keluargaku saja. Tidak perlu muncul di perusahaan juga. Apa kau ingin membuat Seira sakit hati karena semua karyawan kantor ini tahu jika kau adalah istriku. Kau ingin merusak nama baik Seira? Iya Hah?"
Ganesh membentak Tyas dengan begitu emosi. Dia begitu memikirkan perasaan kekasihnya. Takut jika Seiranya tersakiti dan terluka hatinya. Namun bodohnya, Ganesh sama sekali tidak memikirkan perasaan Tyas sebagai istri sahnya. Apa ini adil?
Tangan Tyas bergertar, map yang sedang di pegangnya ikut bergetar. Tyas takut dengan seseorang yang berbicara keras apalagi membentak seperti ini. Sewaktu kecil, dia terlalu sering mendapatkan bentakan seperti ini. Bahkan bukan hanya bentakan saja, tapi juga pukulan.
"Ma-maaf, aku hanya ingin mengantarkan in-ini" ucap Tyas dengan tergagap, dia menyodorkan map yang di bawanya pada Ganesh dengan tangan yang bergetar.
Setelah Ganesh menerimanya, Tyas segera pergi dan masuk ke dalam lift. Dia tidak mau terlalu lama berada di dekat Ganesh saat suaminya itu memiliki sifat temperamen.
Ganesh menatap pada pintu lift yang tertutup. Dia mengusap wajah kasar, dia tidak bermaksud melakukan hal sekejam itu pada Tyas. Dia hanya terdorong emosi karena terlalu takut jika nama baik Seira akan hancur karena kedatangan Tyas.
Tangan Tyas yang bergetar juga wajahnya yang terlihat begitu ketakutan, mulai mengganggu fikrian Ganesh. Dia merasa sangat kejam kali ini. Namun dia kembali pada pemikiran pertamanya, semuanya hanya demi Seira. Dia tidak mau Seira terluka dan nama baiknya jadi buruk karena kehadiran Tyas di perusahaan. Ganesh takut jika hal itu tejadi maka akan membuat Seira meninggalkannya.
Maaf, tapi semoga dengan ini kau akan segera meminta berpisah denganku.
Tujuan utama Ganesh adalah itu, meski dia merasa bersalah karena telah berprilaku terlalu kasar barusan. Namun, dia menjadikan itu sebagai harapan jika Tyas akan segera meminta cerai padanya setelah apa yang barusan Ganesh lakukan. Benar-benar pria egois.
Bersambung
__ADS_1
Bagaimana kesannya sampai bab ini?
Jangan Lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga .