
Hari-hari berikutnya, Ganesh tetap menjalani hubungan bersama Seira. Bahkan baru semalam dia mengajaknya dinner romantis. Ganesh sangat memohon pada Seira agar tidak meninggalkannya. Bahkan Ganesh mengatakan jika dia akan meninggalkan Tyas setelah setahun pernikahan mereka.
"Aku tidak akan mengecewakan mu dalam pernikahan ini. Aku akan selalu bersamamu dan tidak akan memperdulikan wanita itu selain dirimu. Aku sangat membencinya"
"Baiklah, aku akan selalu bersamamu Nesh. Asal kau benar-benar tidak akan mengecewakan ku dalam pernikahanmu itu, seperti ucapanmu tadi"
Malam itu berakhir dengan pelukan hangat keduanya. Ganesh tentu mengerti apa yang di inginkan oleh Seira. Apa yang akan semakin membuatnya kecewa. Ganesh tentu tidak akan melakukan itu, dia tidak ingin semakin membuat Seira terluka jika dia melakukannya dan tidak bisa menjaganya untuk Seira.
"Tante sudah mempersiapkan semuanya, setelah selesai acara pernikahan kamu. Kalian bisa langsung pergi ke villa keluarga kita untuk berbulan madu sejenak. Semuanya telah Tante siapkan"
Ganesh tidak menanggapi ucapan Tantenya itu. Dia hanya fokus lada laptop yang menyala di pangkuannya itu.
"Pokoknya kamu jangan pernah menyakiti Tyas. Kalau sampai kami tahu kamu menyakitinya, maka kamu akan sangat menyesal Nesh" tekan Mama pada anaknya itu.
"Terserah Mama dan Tante saja. Lagian aku bisa apa? Tidak bisa menolaknya 'kan? Pernikahan ini tetap harus berlangsung dengan atau tanpa persetujuanku"
Ganesh menutup laptopnya dan berlalu pergi dari sana menuju kamarnya. Ganesh masih saja bekerja di saat acara pernikahan nya hanya tinggal dua hari lagi. Dia benar-benar tidak memperdulikan pernikahan ini. Ganesh hanya menuruti saja semua keinginan keluarganya.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Akhirnya hari itu tiba juga, hari paling menyakitkan untuk Ganesh. Di terpaksa harus mengucapkan ijab qabul atas nama perempuan yang sama sekali tidak dia cintai. Acara pernikahan yang tidak terlalu mewah, namun tidak bisa di bilang sederhana juga. Acara pernikahan sama sekali tidak memancarkan kebahagiaan di antara kedua mempelai yang sedang berdiri di pelaminan.
Tyas hanya mampu tersenyum sayu saat beberapa tamu datang menyalami mereka dengan mengucapkan selamat dan do'a-do'a mereka untuk pernikahan mereka.
Ibu..
Rasanya Tyas sedang berada di titik terendahnya saat ini. Melihat keluarganya yang berbahagia. Mereka terlihat begitu membanggakan karena bisa berbesanan dengan keluarga terpandang, seperti keluarga Aditama yang memiliki perusahaan besar di bidangnya.
Saat ini Tyas seperti anak terbuang, anak yang sengaja di korbankan orang tuanya demi uang. Wajar jika Ganesh begitu membencinya, karena kenyataannya dia menikahi Ganesh karena uang. Semuanya karena uang, Tyas seolah menjadi anak yang diturkarkan dengan uang.
__ADS_1
Sakit.. Bu..
Mundur sakit, maju juga begitu menyakitkan untuk Tyas. Tidak ada pilihan lain untuknya. Takdir yang memilih. Tyas tak bisa berbuat apapun lagi selain pasrah dan menjalaninya.
Acara demi acara terlewati tanpa rasa kebahagiaan sama sekali. Semua tamu undangan telah pulang dan tidak ada lagi tamu yang datang. Karena hanya beberapa kerabat yang dekat saja yang di undang. Tyas tentu mengerti kenapa Ganesh melakukan itu, alasannya hanya satu. Dia tidak ingin banyak orang tahu tentang pernikahan ini.
Tyas pun hanya mengundang keluarga teman baiknya, Alea. Teman sekolahnya yang begitu baik padanya, begitupun dengan keluarganya. Meski Alea dan Tyas berbeda keyakinan, namun keduanya tetap berteman baik dengan saling menghargai satu sama lain.
Tyas berjalan sendiri menuju rumah keluarga suaminya. Hanya sendiri. Ganesh telah lebih dulu masuk meninggalkannya.
"Ayo sama aku Kak, maafin kelakuan Bang Ganesh ya"
Tyas sedikit terkejut dengan kehadiran Gezia. Adik iparnya itu melingkarkan tangannya di lengan Tyas.
"Terimakasih Zia"
Tyas tersenyum sambil mengaminkan ucapan Gezia di dalam hatinya. Tyas jug berharap seperti itu. Mungkin dia hanya perlu bersabar dan terus berusaha untuk mendapatkan hati suaminya itu.
"Loh, mana Bang Ganesh Zi?" tanya Erlita yang sedang membantu Maminya membereskan beberapa barang bekas pesta.
"Dia ninggalin Kak Tyas"
"Ck. Kurang ajar tuh Bang Ganesh, awas saja kalo sampe dia nyesel aku bakal tepuk tangan dengan puas melihat penyesalannya" gerutu Erlita, sangat gemas dan kesal dengan kelakuan Kakak sepupunya itu.
Tante Syifa berjalan mendekat ke arah Tyas dan Gezia. Dia memeluk Tyas dengan begitu hangat, mengelus punggung Tyas dengan penuh kelembutan.
"Sabar ya Yas, keluarga ini ada untuk kamu. Kami yakin, kamu bisa merubah Ganesh menjadi lebih baik lagi. Bersabarlah, dan kalau kamu sudah tidak kuat. Bicaralah pada kami, tentu kami akan membantumu dan tidak akan membiarkan kamu sendirian"
Tess...
__ADS_1
Akhirnya air mata yang di tahannya sejak tadi, lolos juga. Tyas merasakan ketulusan dari setiap anggota keluarga Ganesh. Meski suaminya seperti itu, tapi Tyas merasa memiliki rumah setelah sekian lama dia hanya tinggal di sebuah neraka yang berwujudkan rumah mewah itu.
"Tyas senang bisa berada di keluarga ini, Tante. Semuanya menerima Tyas dengan lapang dan ikhlas. Terimakasih Tante"
Tante Syifa melerai pelukannya, memegang lengan Tyas, mengusap-ngusapnya. "Kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini, Tyas"
Mungkin inilah hikmah dari semua ini. Tyas yang tidak pernah di anggap keberadaannya oleh keluarganya. Kini, Tyas bisa merasakan kehangatan keluarga lagi sejak 16 tahun yang lalu.
Tyas masuk dengan perlahan ke dalam kamar suaminya, dia begitu canggung. Gezia telah kembali ke bawah setelah mengantar Tyas sampai di depan pintu kamar.
"Tidur di sofa dan jangan harap kau bisa mendapatkan apapun dariku, selain ragaku yang terpaksa denganmu. Tidak ada lagi, hatiku hanya akan menjadi milik Seira seorang"
Tyas tahu tentang itu, tidak perlu di jelaskan lagi. Tapi, hatinya tetap sakit saat mendengar langsung ucapan menyakitkan itu keluar dari mulut suaminya sendiri.
Tanpa menjawab apapun, Tyas berlalu ke sebuah pintu ruangan yang dia yakini adalah ruang ganti dan kamar mandi disana.
Ganesh tidak memperdulikan lagi apa yang akan di lakukan oleh istrinya itu. Dia hanya sedang berusaha menghubungi kekasihnya.
Percayalah hanya kamu yang ada di hatiku, Ra.
Pesan yang Ganesh kirimkan pada nomor ponsel Seira, setelah beberapa kali dia berusaha meneleponnya. Namun tidak mendapat jawaban. Mungkin Seira sedang butuh waktu sendiri karena tahu jika hari ini adalah hari pernikahannya dengan wanita lain.
Ganesh sengaja melarang Seira untuk datang, karena dia tahu bagaimana perasaan kekasihnya itu jika melihat langsung acara pernikahannya. Ganesh begitu mengerti dan menghargai perasaan Seira sampai dia lupa untuk menghargai perasaan istrinya sendiri.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
konflik pernikahan baru akan di mulai..
__ADS_1