Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Mandi Bersama?!


__ADS_3

Di saat seorang atasan yang sedang sangat bucin pada istrinya bahkan sampai lupa waktu bekerja. Disini ada sang Asisten yang kesal tiada tara pada atasannya. Dia harus berusaha untuk membuat rekan kerjanya tetap berada disini dan menunggu sampai bosnya datang. Rasanya Adlan ingin memaki Ganesh yang selalu membuatnya jantungan karena kelakuannya ini. Pagi ini adalah meeting penting dengan salah satu petinggi perusahaan besar di luar negara. Dan karena kebucinan bosnya itu, Adlan harus di buat kelimpungan untuk membuat rekan kerjanya tetap bertahan berada disana sampai Ganesh datan.


Tiga puluh menit kemudian, Ganesh baru datang. Dia segera masuk dengan gaya coolnya ke dalam ruang rapat. Saat melihat atasaannya datang. Rasanya Adlan lega, tapi melihat wajah santainya ingin sekali Adlan menggeplak kepalanya itu.


Kalau tidak ingat dia sudah menjadi Kakak iparku. Sudah aku pukul tuh kepala bodohnya yang sedang sangat bucin dengan istri yang dulunya dia sia-siakan.


Rapat pun di mulai dengan lancar dan tidak ada kendala lagi selain keterlambatan Ganesh itu. Selesai rapat, Adlan mulai mengeluarkan kekesalannya yang dia tahan sejak tadi pagi.


"Bucin terusss.." sindirinya pada Ganesh yang berjalan di depannya. Bukannya merasa bersalah, Ganesh malah tersenyum manis pada Adlan. Dia masuk ke dalam ruangannya dan Adlan pun mengikutinya. Ganesh duduk di kursi kebenarannya dan Adlan pun duduk di kursi depan meja kerja Ganesh.


"Kau tahu aku sudah seperti burung beo yang mengoceh tiada henti hanya untuk meyakinkan client kita hari ini agar tidak murka dan membatalkan kerja sama yang sedang berlangsung. Duh Ganesha Aditama, bisa gak waktunya di kurangi dikit agar tidak kesiangan terus"


Ganesh cengengesan mendengar ucapan Adlan. "Kayak yang gak ngerasain aja kamu Dlan, emangnya kamu gak ngalamin apa sama Gezia"


"Ya kau 'kan bisa meIakukannya tidak terlalu larut" kesal juga Adlan dengan Kakak iparnya ini.


"Kan kau dan Zia belum punya anak, kalau sudah punya anak kau akan mengerti. Istrimu akan menghabiskan waktunya bersama anak sebelum anaknya benar-benar terlelap. Barulah dia mempunyai waktu untukku"


Adlan terdiam, memang dia tidak tahu bagaimana situasinya jika sudah mempunyai anak. Apalagi sekarang Gezia sedang hamil. Jika benar seperti itu, maka Adlan akan merasakannya juga. Duh bisa gila dia kalau harus menunggu larut malam baru bisa menjamah istrinya. Biasanya dia lakukan selepas isya dan langsung tancap gas.


"Kan kau pun terdiam, bayangkan saja aku memulainya kadang jam 10 malam. Kau fikir aku akan puas hanya satu jam saja. Tidak Dlan"


Adlan mengangguk "Benar juga. Ck. kenapa ribet sekali si"


"Nah 'kan, kau juga pasti akan merasakannya jika anakmu sudah lahir nanti"


Adlan membayangkan bagaimana jika anaknya lahir, mungkin posisi Ganesh akan berbalik padanya. "Begini saja, nanti gantian. Saat anakku sudah lahir kau yang harus memaklumi ku jika aku datang terlambat"

__ADS_1


Ya, gak gitu juga konsepnya.


Ganesh tersenyum kaku, dia salah bercerita pada Adlan. Seharusnya Adlan mendukungnya dan merasa kasiha padanya karena hanya memiliki waktu hampir larut malam bersama istrinya. Tapi, asistennya itu malah ingin melakukan hal yang sama. Ganesh malah pusing sendiri sekarang.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


"Sudah pulang Mas, lesu banget. Banyak pekerjaan ya" Tyas segera menghampiri suaminya yang baru saja pulang bekerja. Mengambil tas kerja dan jas suaminya.


Ganesh memberikan kecupan di kening istrinya. "Iya Sayang, aku sedang ada proyek baru yang baru saja berjalan. Jadi akan cukup sibuk akhir-akhir ini"


"Emm. Yaudah sekarang mandi dulu, biar aku siapkan airnya"


Tyas menyiapkan air hangat untuk suaminya di dalam batthup. Meneteskan sedikit aroma terapi ke dalamnya agar suaminya lebih rileks saat berendam. Tyas keluar dari kamar mandi saat sudah menyiapkan semuanya. Langsung membantu suaminya yang sedang membuka kemejanya.


"Sayang sudah lama ya"


Tyas mengerutkan keningnya bingung dengan maksud ucapan Ganesh. "Hah? Sudah lama apa?"


Mendengar helaan nafas lelah suaminya, Tyas tidak tega juga untuk menolaknya. Dia mendongak dan langsung mendapatkan kecupan di hudungnya oleh suaminya. "Yaudah, tapi hanya mandi saja ya"


"Gak janji" bisik Ganesh, pria itu langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Memasukan Tyas ke dalam batthup yang telah diisi air hangat.


"Ishh Mas kebiasaan deh, aku belum buka baju. Jadi basah semuanya 'kan"


Ganesh terkekeh lalu membantu istrinya untuk bangun dan membuka bajunya. Kini keduanya telah masuk ke dalam batthup dengan posisi Ganesh berada di belakang istrinya. Tyas menyandarkan kepalanya di dada sang suami. Beberapa menit memang benar hanya berendam biasa saja. Namun tangan Ganesh mulai merayap kemana-mana sekarang. Dan akhirnya acara mandi bersama ini harus berlangsung lama.


Tyas menggerutu kesal saat keluar dari kamar mandi. "Ini nih mandi bersama tapi gak cuma mandi. Dasar"

__ADS_1


Ganesh yang mengikutinya dari belakang hanya tersenyum mendengar gerutuan istrinya. "Nanti aku keringin rambut kamu ya"


Tyas hanya diam, dia mengambil setelan piyama tidur dan memakainya di depan suaminya. Setelah selesai berpakaian, Tyas berlalu ke luar dari ruang ganti dan mulai mengeringkan rambutnya di depan meja rias. Tak lama kemudian suaminya muncul di balik pintu ruang ganti. Dia mengambil alih alat pengering rambut dari tangan Istrinya. Mulai mengeringkan rambut istrinya dengan sedikit cium sana sini. Sebenarnya bukan sedikit, tapi banyak.


Selesai dengan rambutnya yang sudah kering. Tyas menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan tengkurap. Dia merasa lelah juga karena kelakuan suaminya di kamar mandi barusan. Ganesh ikut berbaring di samping istrinya. Menatap istrinya dengan senyum di bibirnya.


"Kenapa Sayang, lelah ya. Maaf ya, abisnya aku suka gak tahan kalau lagi sama kamu"


"Tau ahh. Aku sekarang belum masak untuk makan malam Mas"


"Udah kita pergi makan di luar saja, mau? Kan sekalian jalan-jalan"


Tyas langsung bangun dan menatap suaminya dengan berbinar. "Beneran? Ayo aku juga bosen di rumah terus Mas"


Ganesh ikut bangun, dia mengelus rambut istrinya dan menciumnya. "Iya ayo, nanti habis maghrib kita pergi ya"


"Oke"


Dan setelah maghrib, mereka benar-benar pergi berdua. Gweny di titipkan pada Bu Diah saja. Tyas juga sudah menyiapkan stok asi yang cukup. Kini keduanya sudah berada di dalam restaurant yang di pilih Tyas. Dan Ganesh tidak menyangka jika istrinya akan memilih restaurant ini. Restaurant yang menyimpan banyak kenangan dengan Seira di masa lalu. Bahkan anniversary terakhir mereka pun di lakukan disini. Dimana saat Ganesh meninggalkan istrinya dan merayalan anniversary disini. Mengabaikan istrinya yang menunggunya di rumah.


"Sayang kenapa kesini?"


Tyas menoleh, menatap suaminya dengan bingung. "Ya 'kan kita mau makan Mas gimana si? Disini makanannya juga enak-enak loh. Udah kamu percaya saja sama aku"


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..

__ADS_1


Ada karya temanku nih.. Yuk mampir, ceritanya bagus..



__ADS_2