Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Apa Sudah Boleh?!


__ADS_3

Ganesh masuk ke dalam kamarnya sore ini, dia pulang cepat hari ini. Dan istrinya tidak tahu sampai tidak biasanya jika Tyas tidak menunggunya pulang bekerja di lantai bawah. Saat masuk ke dalam kamar, Ganesh tidak melihat istrinya. Dia pangil-panggil tapi Tyas tidak juga muncul. Ganesh membuka pintu ruang ganti dan saat dia masuk bertepatan dengan istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih terlilit di tubuhnya dan rambutnya yang basah.


Ganesh mematung di tempatnya, tubuh istrinya yang semakin berisi itu membuat Ganesh semakin ingin menerjangnya. Tubuh istrinya yang sudah lama tidak dia nikmati. Ganesh berjalan ke arah Tyas, istrinya itu masih belum menyadari kehadirannya. Grepp.. Ganesh langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang. Membuat Tyas yang sedang memilih baju yang ingin di pakainya di depan lemari langsung terlonjak kaget dengan kelakuan suaminya ini.


"Ya ampun Mas, aku kaget ihh. Kamu sudah pulang? Tumben sekali"


Ganesh menyandarkan dagunya di bahu Tyas yang masih terasa basah sisa-sisa air habis mandi. "Iya, karena aku udah kangen banget sama istriku ini"


Ganesh mulai mencium bahu dan leher Tyas. Menghirup aroma sabun mandi yang masih menempel di tubuh istrinya. "Apa sudah boleh melakukannya?"


Tyas mengambil satu set pakaian tidur dari dalam lemari. "Iya, tapi nanti malam saja. Sekarang aku mau masak buat makan malam dulu"


Senyumd di bibir Ganesh langsung merekah. Dia senang sekali mendengar jawaban istrinya. "Apa gak bisa sekarang saja?"


Tyas barbalik dan menatap suaminya, dan menggeleng pelan. "Nanti malam saja"


Ganesh menjauh saat istrinya mulai melepas handuk dan memakai pakaiannya tepat di depannya. Tyas tidak malu, dia biasa saja kerana memang semuanya telah dia perlihatkan pada suaminya ini. Lalu apalagi yang akan dia sembunyikan. Jadi Tyas biasa saja saat dia memakai baju di depan suaminya.


Ganesh merasakan ada yang tegak tapi bukan keadilan. Tidak mau semakin tidak bisa menahannya, dia lebih memilih pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya yang mulai terasa berat dan tubuhnya yang panas.


Sementara Tyas keluar ruang ganti setelah selesai berpakaian. Dia duduk di depan meja rias dan mulai mengeringkan rambutnya. Setelah benar-benar kering barulah dia memakai hijab instannya dan keluar dari kamarnya untuk mulai memasak untuk makan malam.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Tyas menepati janjinya, malam ini dia sudah menyiapkan diri untuk kembali memberikan kewajibannya pada sang suami. Selesai menidurkan Gweny dan menyiapkan cadangan asi untuknya jika tengah malam tiba-tiba terbangun karena haus. Bu Diah selalu siap siaga di samping Gweny.


Tyas masuk ke dalam kamarnya, dia tidak melihat suaminya. Mungkin sedang di kamar mandi. gumamnya. Tyas berjalan ke arah tempat tidur dan duduk disana. Tak lama kemudian Ganesh muncul di balik pintu balkon. Dia menatap suaminya yang mulai tersenyum nakal padanya.

__ADS_1


"Malam Sayang, cantik banget si" Ganesh berjalan ke arah pintu dan mengunci pintu kamarnya sebelum dia benar-benar memancarkan aksinya malam ini. Selesai mengunci pintu, Ganesh berjalan ke arah istrinya. Naik ke atas tempat tidur dan langsung memeluk istrinya dengan brutal sampai Tyas terjengkang dan jatuh terlentang di atas tempat tidur.


"Ya ampun Mas, apaan si. Pelan-pelan kenapa"


"Aku udah gak sabar Sayang" Ganesh sudah membuka kaos yang di pakainya dan melemparnya ke sembarang arah. Dia sudah bersiap untuk mencium bibir istrinya.


"Eh tunggu! Pelan-pelan, aku takut jahitannya masih terasa ngilu"


"Iya Sayang, kamu tenang saja aku pasti akan pelan-pelan"


Ganesh memulai dari bibir istrinya, menikmati benda kenyal itu cukup lama. Setelahnya barulah mulai turun ke area dada dan sekitarnya. Malam ini menjadi malam yang panjang setelah cukup lama Ganesh berpuasa. Meski merasa sedikit ngilu pada awalnya, namun akhirnya dia menikmatinya juga.


Hingga entah jam berape mereka terlelap semalam. Yang jelas pagi ini setelah selesai mandi dan menjalankan kewajibannya. Mereka kembali bergemul di bawah selimut tebal. Tubuh Tyas yang sangat lelah karena apa yang di lakukan suaminya semalam. Meski sebenarnya dia menikmatinya juga.


"Gweny gak nangis gitu ya, ayo bangun Mas"


"Ishh. Lagian apa kamu gak ke kantor?"


"Aku ke kantor tapi nanti siang, jadi sekarang aku mau tidur dulu sama istri aku ini"


"Ishh. Makanya jangan suka kelamaan, jadinya ngantuk 'kan karena tidur terlalu malam"


"Abisnya kamu enak"


"Mas ihhh" Tyas memukul dada suaminya dan segera menyembunyikan wajahnya yang memerah malu dengan apa yang di ucapkan suaminya itu. Bagaimana suaminya selalu mengucapkan hal seperti itu seolah hal itu tidak memalukan.


"Kan benar Sayang, kamu itu sudah menjadi candu untukku"

__ADS_1


Tyas tidak menjawab, dia hanya menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. Memeluknya dengan erat dan pada akhirnya keduanya kembali terlelap dengan kehangatan yang di berikan masing-masing.


Sementara di lantai bawah Bu Diah tersenyum penuh arti saat menatap ke arah pintu kamar utama yang masih belum menunjukan tanda-tanda adanya kehidupan. Gweny telah cantik, dia sudah mandi dan minum susu. Jadi tinggal santai saja bersama pengasuhnya ini. Bu Diah membawa Gweny ke taman untuk menjemurnya di bawah hangatnya sinar matahari pagi.


Dengan mengunakan kereta bayi, Bu Diah membawa Gweny untuk jalan-jalan keliling taman sekalian menjemur Gweny. Sinar matahari pagi yang sedang hangat-hangatnya dan bagus untuk kesehatan apalagi untuk bayi berusia satu bulan ini.


Berhenti di dekat kolam ikan, Bu Diah berlutut di samping kereta bayi Gweny. Membenarkan bandana yang digunakan bayi itu yang sedikit melorot karena tarikan dari tangannya. "Udah kamu sama Ibu dulu, biarkan Bunda dan Ayahmu berbulan madu lagi"


Suasana di kamar mulai terdengar gumaman kecil di balik selimut. Sepertinya tanda kehidupan baru muncul. Ganesh mulai membuka selimut dan melihat istrinya yang masih terlelap. Mungkin dia kelelahan dengan apa yang di lakukan Ganesh semalam. Mengingat itu Ganesh tersenyum sendiri.


Cup... Ganesh memberikan kecupan hangat di kening istrinya. Lalu dia turun dari atas tempat tidur, dan berjalan ke luar kamar. Ganesh menemui putrinya yang sedang terlelap di kamarnya. Gweny langsung tidur saat sedang berjemur tadi.


"Tidur ya Bu"


Bu Diah menoleh "Iya Tuan, baru saja tidur habis berjemur tadi. Jadinya ngantuk"


Ganesh mengangguk mengerti, di melihat bayi mungilnya yang terlelap di dalam box bayi. Mengelus pipinya dengan telunjuknya. "Anak Ayah tidurnya lelap hanget, enak ya abis mandi dan berjemur. Bunda masih belum bangun tuh"


Bu Diah hanya tersenyum di belakang Ganesh mendengar apa yang di ucapkan Tuannya itu.


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya...


Yuk pada mampir di karya temanku ini.. Ceritanya bagus..


__ADS_1


__ADS_2