Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Alergi


__ADS_3

Pagi menjelang, Tyas terbangung dari tidur nyamannya saat merasakan hawa panas pada tubuhnya. Tyas meraba keningnya sendiri, dia tidak demam. Lalu Tyas beralih pada suaminya yang masih terlelap. Meraba kening suaminya yang terasa sangat panas. Ternyata suaminya yang demam. Tyas mencoba membangunkan Ganesh dengan menepuk pelan pipinya. Ternyata Ganesh tidak juga sadar, mungkin karena suhu tubuhnya terlalu tinggi.


Tyas menjadi panik sendiri, dia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Mama mertuanya untuk meminta bantuan karena dirinya tidak bisa membawa Ganesh ke rumah sakit seorang diri. Tubuh Ganesh terlalu besar dan berat. Apalagi Ganesh yang benar-benar tidak sadarkan diri.


Setelah menjalankan kewajibannya sebagai muslim, Tyas segera menyiapkan beberapa perlengkapan Ganesh untuk di bawa ke rumah sakit. Sampai beberapa saat kemudian Mama dan Papa datang. Mereka segera membawa Ganesh ke rumah sakit. Ganesh benar-benar tidak sadarkan diri.


Sampai di rumah sakit dokter segera memberikan penanganan pada suaminya. Tyas hanya bisa berdiri di depan pintu ruang gawat darurat itu dengan perasaan yang gelisah tak karuan. Sampai tiga puluh menit kemudian, dokter keluar dari ruangan.


"Bagaiamana suami saya Dok?"


"Alerginya kambuh, apa dia sempat memakan seafood atau makanan laut lainnya?" tanya Dokter


Deg...


Tyas tidak tahu soal ini, sungguh dia tidak mengetahui jika suaminya mempunyai alergi makanan laut. Semalam dia memasak nasi goreng seafood untuk suaminya. "Semalam suami saya memakan nasi goreng seafood, Dok. Saya tidak tahu jika dia memiliki alergi"


"Pantas saja, mulai sekarang harus lebih hati-hati ya Nona. Karena alergi suami anda ini cukup parah, meski hanya perisa seafood saja jangan sampai menggunakannya"


Tyas mengangguk dengan rasa bersalah dalam dirinya. Istri macam apa dirinya ini sampai tidak mengetahui tentang alergi yang di derita suaminya sendiri. Mama yang mengerti perasaan Tyas segera merangkul bahu menantunya itu. "Sudah tidak papa, kamu 'kan tidak tahu"


"Maafin Tyas ya Ma, Tyas benar-benar tidak bisa menjadi istri yang baik" lirih Tyas dengan wajah menunduk penuh rasa salah.

__ADS_1


"Sudah tidak papa, yang terpenting sekarang Ganesh tidak papa. Dia sudah di tangani Dokter, hanya saja mulai sekarang kamu sudah tahu apa makanan yang tidak boleh di makan suamimu itu. Jangan sesekali memasak untuknya lagi"


"Iya Ma, Tyas akan lebih hati-hati mulai sekarang"


"Sudah, ayo kita masuk sekarang. Ganesh sudah sadar kata Dokter" kata Papa yang mendahului masuk ke dalam ruang rawat Ganesh.


Tyas dan Mama masuk ke ruang perawatan Ganesh. Dia masih saja menundukan wajahnya karena tidak berani menatap suaminya. Tyas terlalu merasa bersalah pada suaminya. Merasa tidak bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya. Bahkan dia saja tidak tahu tentang alergi yang di derita suaminya. Sepertinya memang Tyas tidak tahu apa-apa tentang Ganesh. Hal itu semakin membuat dirinya menudukan wajahnya.


"Sayang, kenapa?" tanya Ganesh saat melihat istrinya terus menunduk dan tidak mau melihat wajahnya. Ganesh menatap ke arah Mama dengan penuh tanya. Akhirnya Mama berkata tanpa suara pada Ganesh, jika istrinya itu merasa bersalah karena salah memberi makanan padanya.


"Sayang" panggil Ganesh lagi dengan tangannya yang mencoba menggenggam tangan Tyas yang saling bertaut itu. Akhirnya istrinya mendongak dan menatap ke arahnya dengan mata berkaca-kaca. "...Sudah tidak papa"


Tyas langsung menghambur memeluk suaminya dengan tangisan yang pecah. "Maafin aku Mas, aku benar-benar tidak tahu. Maaf karena membuatmu menjadi seperti ini. Aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu, maaf Mas"


"Sayang sudah ihh, kenapa menangis begini. Kamu 'kan tidak tahu, ini bukan salah kamu. Aku juga salah karena tidak memberitahu kamu tentang alergiku ini"


Tangisan Tyas bukannya reda malah semakin kencang saja. Dia menangis sampai sesenggukan. "Itu salah aku Mas, salah aku yang bahkan tidak menanyakan soal apapun pada kamu. Maaf ya, aku benar-benar gagal menjadi istri kamu"


"Huss.. Kamu ngomong apaan si?" Ganesh mendorong pelan bahuTyas yang memeluknya agar melepaskan pelukannya dan menatap ke arahnya. Istrinya itu menatap wajahnya dengan mata basah, air mata masih mengalir di wajahnya. "..Kamu istri terbaik untukku, jangan pernah lagi mengatakan jika kamu telah menjadi istri yang gagal untukku. Karena kamu tidak pernah sama sekali menjadi istri yang gagal untukku. Kamu sudah menjadi istri yang sempurna bagiku. Jadi, jangan pernah mengatakan itu lagi karena aku tidak suka!"


Tyas mengangguk dengan isakan yang masih terdengar. Lalu dia kembali memeluk suaminya, tidak peduli jika disana ada Mama dan Papa. Ganesh tersenyum lucu melihat tingkah istrinya ini. Mama dan Papa pun begitu. Tyas lebih terlihat manja setelah dia mengandung dan kembali pada suaminya. Mungkin hal ini yang dia ingin rasakan, bermanja pada orang yang dia cintai. Karena selama ini Tyas tidak bisa menunjukan sikap manjanya layaknya para perempuan di luar sana.

__ADS_1


"Pa, sebaiknya kita pulang saja. Disini juga hanya menjadi obat nyamuk" kata Mama, sengaja menggoda menantunya itu.


Benar saja, Tyas langsung melepaskan pelukannya dan mengusap sisa air matanya. "Mamaa.."


Mama tertawa mendengar rengekan dari menantunya itu. "Apa Sayang?"


"Maafin Tyas..." Berjalan mendekat ke arah Mama dan memeluknya. "...Maaf ya, sudah membuat anak kesayangan Mama sakit"


"Siapa bilang dia anak kesayangan Mama, anak kesayangan Mama itu kamu bukan dia. Apaan pria tidak peka yang menyia-nyiakan istrinya, pas tinggal nangis-nangis menyesal" kekeh Mama di akhir kalimatnya


Papa juga ikut tertawa kecil mendengar ledekan Mama pada putranya. Sementara Ganesh hanya cemberut dengan wajah kesal. Bisa-bisanya Mamanya menggodanya di saat seperti ini. Benar-benar posisinya sudah di geser oleh istrinya sendiri.


"Mama benar-benar lebih menyayangi menantu Mama itu daripada anak Mama ini" ucap Ganesh dengan mendramatis.


"Haha, biarkan saja. Mama sayang sama Tyas"


Ganesh mendengus kesal meski setelahnya dia tersenyum. Bahagia karena istrinya benar-benar di terima keluarganya. Tidak seperti hubungan beda keyakinan Ganesh dan Seira, dulu. Meski semua anggota keluarganya menerimanya dengan hangat. Tapi tetap berbeda saat mereka menerima Tyas. Bahkan Kakek yang dingin saja, bisa menerima Tyas dan menyayanginya seperti cucunya sendiri. Tyas benar-benar telah banyak merubah kehidupannya. Nyatanya hubungan satu iman lebih di terima dunia. Entah itu keluarga, Tuhan dan hatinya.


"Oh ya, Mama belum memberi tahu Kakek kamu. Tadi dia masih di kamarnya saat Mama dan Papa pergi ke rumah kalian. Telepon Kakek Pa" kata Mama


Papa mengangguk dan langsung keluar ruangan untuk menelepon Ayahnya. Sementara di dalam masih terdengar suara-suara perbincangan hangat antar keluarga ini.

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga


__ADS_2