
Kebahagiaan semakin terasa ketika acara syukuran atas kelahiran baby Gwen di selenggarakan. Banyak keluarga dan para tamu undangan yang datang hanya sekedar memberikan selamat dan sedikit hadiah untuk baby Gwen.
Tyas tidak menyangka jika acaranya akan semewah ini. Padahal menurutnya ini hanya acara syukuran dan aqiqah baby Gweny. Tapi acaranya benar-benar mewah. Mungkin Tyas merasa heran karena hidupnya selama ini terlalu biasa saja meski dirinya terlahir dari keluarga yang berkecukupan.
Acara demi acara telah selesai di laksanakan. Kini keluarga kecil bahagia ini sedang duduk menyandar di atas tempat tidur. Baby Gwen telah terlelap setelah Tyas memberinya asi. Sepasang suami istri yang sedang bahagia dengan kehadiran anak di antara mereka. Kini sedang berpelukan di atas tempat tidur.
"Mas, aku beneran gak nyangka kalau acaranya bisa semewah tadi"
"Ya, karena aku ingin memperkenalkan baby Gwen pada semua orang. Setiap penerus kelahiran penerus keluarga Aditama memang selalu di selenggarakan dengan mewah Sayang. Entahlah Kakek juga yang menginginkannya"
"Emm. Memang beda ya kebiasaan keluarga kamu dengan kalangan orang biasa saja"
"Kamu juga 'kan pasti pernah mengalami ini Sayang"
Tyas menggeleng pelan "Ya memang waktu Adriana lahir ada acara besar di rumah untuk syukuran kelahiran dia. Tapi tidak semewah ini, lagian aku tidak di izinkan Mama Julia untuk keluar kamar karena di anggap akan mengganggu para tamu"
Ganesh menggeram kesal, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. "Ini yang membuat aku masih belum bisa seakrab itu dengan Ayahmu. Apa dia benar-benar tidak peduli dengan kamu sampai apa yang di lakukan istrinya tidak dia cegah. Karena apa yang di lakukannya telah menyakiti putri kecilnya"
Tyas menggeleng pelan "Sudahlah, yang penting sekarang Papa sudah kembali padaku. Dia sudah menjadi Papa yang hangat, yang tidak lagi menatap benci ke arahku. Aku sudah bahagia dengan itu Mas. Biarkan saja yang dulu menjadi kisah dalam hidupku"
Ganesh mengecup puncak kepala istrinya. Mempunyai Tyas adalah keberkahan untuk hidupnya. Wanita cantik yang baik dan tidak pernah banyak mengelus dengan hidup yang dia jalani selama ini. Tyas yang tegar, Tyas yang selalu ikhlas dalam memjalani takdir Tuhan.
__ADS_1
"Mas, kapan kita kembali ke rumah?"
"Aku sedang mencari suster dulu untuk Gwen. Lagi minta bantuan Tante Syifa untuk cari yang ahli dalam bidangnya. Karena kamu gak mau memakai asisten rumah tangga. Jadi untuk Gweny, kita harus memakai pengasuh. Aku gak mau sampai kamu kecapean karena harus mengurus rumah dan Gwen sekaligus"
"Ihh padahal aku bisa loh Mas. Kamu meragukan kemampuanku dalam mengurus rumah dan anak ya" kekeh Tyas di akhir kalimatnya membuat Ganesh gemas saja. Dia mencium gemas pipi istrinya itu.
"Ya, aku percaya itu. Tapi aku juga ingin di manja olehmu. Tidak mau jika kau terus sibuk tanpa ada waktu sedikit saja untuk memanjakan ku"
Ya ampun. Ganesh benar-benar ya. Dia hanya tidak mau jika waktu istrinya akan tersita oleh keberadaan anaknya. Ganesh cemburu? Dengan anaknya sendiri? Ini sungguh tidak masuk akal. Tyas sampai ingin sedikit saja memukul kepala suaminya jika tidak akan dosa. Ingin menjernihkna pikiran suaminya yang terkadang suka tidak masuk akal itu.
"Ada-ada saja kamu ini Mas. Kamu cemburu sama anak kamu sendiri?" Tyas mendongak dan menatap wajah suaminya, Ganesh langsung memberikan kecupan di hidung mungil istrinya itu.
"Ya karena jika tidak ada suster untuk mengasuh Gweny. Kamu pasti sibuk terus dengan dia. Lah waktu buat akunya kapan, aku tidak mau kau acuhkan seperti kemarin-kemarin Sayang"
"Kayaknya Gwen gak mau deh kalau kamu dekat sama aku"
"Iya, dia ingin memililikimu seorang diri. Dasar licik"
Hahaha..
Tyas sampai tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak tertawa melihat kelakuan suaminya yang cemburu dengan anaknya sendiri. "Kamu itu Mas, suka aneh deh. Cemburu kok sama anak sendiri. Iya deh terserah kamu kalau memang mau mengunakan jasa pengasuh. Tapi kalau bisa pengasuhnya yang sudah berpengalaman ya, seumuran Mama misalnya. Jadi aku bisa tanya-tanya juga 'kan tentang mengurus anak"
__ADS_1
Ganesh mengerti tentang ini, kenapa istrinya sampai menginginkan pengasuh yang sudah sedikit berumur. Pasti dia paranoid sendiri karena sering membaca cerita yang seorang pengasuh bisa menjadi perebut suami majikannya. "Kenapa memangnya? Apa kamu takut jika aku akan tergoda dengan pengasuh yang masih muda. Seperti cerita yang sering kamu lihat"
Tyas menghembuskan nafas kasar, memang hatinya sedikit takut itu terjadi. Sementara saat ini tubuhnya saja masih belum bisa kembali ke semula. Masih terlihat gemuk. "Kan keadaan aku saja masih kayak gini Mas. Tubuh aku gemuk, pipi aku chubby dan wajah aku bulat begini. Bagaimana bisa aku tidak takut kalau kamu gak tergoda wanita lain yang jelas-jelas lebih cantik daripada aku"
Ganesh mendorong bahu istrinya hingga Tyas terjatuh ke tempat tidur. Dan Ganesh mengubah posisinya, dia menatap istrinya dengan Intens. Cup... Kecupan Ganesh berikan di bibir istrinya. Berlanjut dengan luma*tan kecil dan lembut yang di berikan. Tyas bingung sendiri, kenapa suaminya tiba-tiba menciumnya seperti ini. Ciuman ini bukan ciuman penuh gairah, tapi ciuman penuh kelembutan.
Beberapa saat memberikan luma*tan di bibir istrinya. Ganesh melepaskan tautan bibir mereka dan kembali menatap wajah bingung istrinya. "Mengerti sekarang? Bagaimana pun bentuk tubuh kamu, sekarang sampai 30 tahun ke depan. Aku tetap akan memilihmu, aku akan tetap mencintaimu dan menjadikanmu wanita terakhir dalam pelabuhan cintaku"
Wajah Tyas langsung memerah, Ganesh merasa gemas hingga di mencium pipi merah istrinya itu. "Jadi, jangan membuat aku merasa bersalah. Bentuk tubuhmu berubah karena mengandung anakku. Karena kamu menjaga anakku dengan baik selama di dalam kandunganmu. Sampai kamu rela bentuk tubuhmu berubah. Karena kamu hanya memikirkan nutrisi untuk anak kita. Tidak hanya memikirkan dirimu sendiri"
Tyas terharu dengan apa yang di ucapkan suaminya itu. Entah keberuntungan seperti apa yang membuat Tyas bisa begitu di cintai oleh Ganesh. Pria yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Meski pernah ada luka di antara mereka. Tapi Tyas bahagia karena suaminya telah benar-benar memberikan hatinya padanya.
"Terimakasih Mas, sudah mencintai aku sebesar ini"
"Aku yang berterima kasih karena kamu sudah menerima diriku yang berengsek ini untuk memberikan kesempatan kedua"
Berakhir dengan berpelukan dan terlelap bersama di bawah selimut tebal. Sepasang suami istri ini sedang di landa kebahagiaan atas kehadiran anak di antara mereka. Belum lagi perasaan cinta yang semakin bertambah di hati keduanya.
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..
__ADS_1
yuk pada mampir di karya temanku juga nih..