
Gezia selesai dengan mandi dan berganti pakaian. Seharian memakai gaun pengantin impiannya itu, membuatnya gerah. Dan akhirnya saat ini dia sudah bisa memakai baju tidur biasa. Gezia keluar dari ruang ganti kamarnya, dia menatap suaminya yang sudah lebih dulu mandi dan berganti pakaian di kamar sebelah. Adlan sedang duduk menyandar di tempat tidur dengan posel di tangannya.
Gezia berjalan dengan pelan, dia merasa belum terbiasa saat ada orang lain di dalam kamarnya. Gezia duduk di pinggir tempat tidur. Menatap suaminya yang tidak menyadari kehadirannya. Adlan sedang di fokuskan pada ponselnya.
"Kak"
Panggilan Gezia membuat Adlan langsung menoleh ke arahnya. Dia baru sadar jika istrinya sudah berada disana. "Udah mandinya?"
Gezia mengangguk cepat "Udah, sekarang kita mau langsung tidur"
Adlan tersenyum penuh arti pada istrinya. Dia mematikan ponselnya dan menaruhnya di atas nakas samping tempat tidurnya. Dia mendekat ke arah istrinya, mengelus kepala istrinya yang memakai hijab instan. "Kita tidak akan tidur malam ini"
Gezia merinding sendiri saat merasakan hembusan nafas hangat suaminya. Meski masih terhalang oleh kerudungnya, tapi tetap terasa hangat di kulit Tyas.
"Apaan si Kak"
"I Love You Sayang"
Deg..
Hati Gezia seolah meledak berbunga-bunga saat mendengar panggilan Sayang yang baru pertama kali di ucapkan oleh Adlan. Aaa.. Wajahnya memanas, dia tidak bisa menahan rasa senang di hatinya saat mendengar panggilan sayang pertama kali dari suaminya. Dia semakin gugup saat tangan Adlan melingkar di perutnya. Dan dagunya berada di bahunya saat ini. Posisi terlalu dekat seperti ini membuat jantung Gezia semakin berdetak kencang. Bahkan dia merasa jika debaran jantungnya akan mudah terdengar oleh suaminya.
"Kita mulai ya, ini adalah kewajiban kamu untuk melayaniku dan aku juga sudah kewajiban untuk memberikan nafkah batin untukmu"
Ini hanya alasan Adlan saja untuk bisa mendapatkan jatahnya malam ini. Meski memang benar apa yang di katakannya.
"Emm. Kak, tapi aku malu"
Adlan tentu merasa wajar jika istrinya merasa malu. Memang ini adalah pengalaman pertama bagi mereka. Hanya saja perbedaannya dia adalah pria yang sudah mempunyai naluri sendiri dalam hal itu. Sementara wanita selalu merasa malu dan mengikuti saja apa yang di lakukan oleh pria.
"Kita niatkan ibadah ya malam ini, bismillah atas nama Allah kita menyatukan cinta kita"
__ADS_1
Gezia merasa tersentuh mendengar ucapan Adlan yang begitu menenangkan hatinya. Sampai akhirnya dia mengangguk dan siap menyerahkan apa yang selama ini selalu di jaga dalam hidupnya.
Adlan menggendong istrinya dan membaringkannya di tengah tempat tidur. Dia mengecup kening istrinya untuk permulaan. Kerudung Gezia yang lebih awal Adlan buka. Dia memang sangat penasaran dengan istrinya tanpa kerudung. Hingga Adlan benar-benar terpana dengan kecantikan istrinya saat tak memakai kerudung. Rambut Gezia tidak panjang, hanya sebatas bahu saja. Rambut hitam legam yang terawat. Meski memakai kerudung untuk sehari-harinya, Gezia tetap melakukan perawatan untuk rambutnya ini. Tidak mau karena memakai hijab rambutnya sampai tidak terawat.
"Cantik" gumam Adlan tanpa sadar
Gezia hanya tersenyum malu saat mendengar pujian dari suaminya ini. Akhirnya malam ini benar-benar di lewati dengan begitu panjang oleh pasangan pengantin baru. Berakhir dengan erangan keras dari keduanya dan Adlan yang tumbang di samping Gezia. Memeluk istrinya dan keduanya pun terlelap entah pukul berapa.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
"Rambutnya udah di keringin Zi?" tanya Ganesh saat adiknya baru datang ke meja makan. Dia senang sekali bisa menggoda adik dan asistennya itu.
Gezia cemberut dia menarik kursi meja makan dan duduk disana, tepat di depan Kakaknya. "Udahlah, emangnya Abang yang gak pernah ngeringin rambut kalau habis mandi"
Jangan salah, Gezia tidak akan seperti pengantin baru yang malu-malu meong. Dia bisa menjawab dengan sarkas pertanyaan bernada meledek dari Kakaknya. Tyas dan Mama terkekeh mendengar jawaban Gezia yang sama sekali tidak seperti gadis-gadis yang baru menikah dan menjalani malam pertama mereka.
"Dih, Abang sengaja gak di keringin biar semua orang tahu kalau Abang habis keramas...Aww..." Ganesh langsung berteriak saat istrinya memberikan cubitan di pahanya. Dia menoleh ke arah istrinya yang duduk di sampingnya itu. "...Apaan si Sayang, sakit tau"
"Loh emangnya kenapa? Kan aku hanya bahas soal keramas, gak bahas apa-apa tuh"
"Ck. Terserah kamu deh Mas"
Tyas rasanya ingin memukul kepala Ganesh agar suaminya itu berhenti memikirkan hal mesum. Dia tahu arti kata keramas yang di ucapkan suaminya itu. Papa dan Kakek hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah muda mudi ini. Mereka juga pernah mengalaminya saat masih muda dulu.
Beberapa saat kemudian Adlan datang dan ikut bergabung dengan keluarga Aditama ini. "Selamat pagi semuanya"
"Pagi"
"Wah seger ya yang udah malam pertama"
Plak.. Tyas langsung memukul paha suaminya saat omongan yang keluar dari mulut suaminya tak jauh-jauh dari itu. Tyas sampai tak habis fikir kenapa Ganesh bisa jadi pria mesum seperti ini sekarang.
__ADS_1
"Apaan si Sayang, sakit tau"
"Makan aja ya Mas, kamu kayaknya laper deh sampai bicara saja ngelantur" kata Tyas dengan memberikan senyuman terpaksanya.
"Hahaha. Udah Kak biarin aja dia mau ngomong apa juga, aku layanin kok. Tenang saja, toh aku udah tahu rasanya"
Hah?
Rasanya Tyas ingin tenggelam saja di dasar bumi saat mendnegar ucapan Gezia. Adik dan Kakak memang sama saja. Keduanya memang pantas di sebut saudara. Kelakuan dan fikirannya sama.
"Udah, biarkan saja mereka. Lagian memang sudah seperti itu sifat mereka" Adlan yang sudah cukup lama mengenal semua anggota keluarga Aditama ini, memang sudah tidak aneh dengan Kakak beradik ini. Jadi dia sudah terbiasa.
Akhirnya sarapan pagi ini terasa ramai di kediaman Aditama. Karena Tyas dan Ganesh yang menginap disana. Selesai sarapan keluarga ini memilih berkumpul di halaman taman belakang. Menggelar tikar dan duduk lesehan disana dengan di temani cemilan dan minuman. Matahari pagi yang sedang hangat-hangatnya membuat terasa nyaman saat mengenai kulit tubuh. Tyas sedang berjalan-jalan santai mengelilingi taman di temani oleh Gezia. Gadis itu mulai tertarik dengan terus menanyakan tentang kehamilan pada Kakak iparnya. Mungkin dia juga ingin segera memiliki anak dari Adlan.
Semnetara di bawah pohon rindang, ada keluarga yang sedang duduk lesehan. Menatap ke arah Gezia dan Tyas yang terlihat sangat akrab. Sesekali Gezia mengelus perut Kakak iparnya itu. Mereka juga tertawa saat sedang membicarakan hal lucu.
"Istrimu benar-benar memilih lahiran normal Nesh?" tanya Papa
Ganesh mengangguk "Dia ingin sekali melahirkan normal, dan dokter juga mengizinkan karena memang kondisi Ibu dan bayi sehat"
"Baguslah, memang semua perempuan juga menginginkan lahiran normal, tapi 'kan kadang keadaan yang membuat mereka terpaksa tidak bisa lahiran normal" kata Mama
Ganesh mengangguk "Iya Ma, semua perempuan memang hebat. Termasuk Mama. Kalian adalah wanita paling hebat dalam hidupku"
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
Yuk mampir juga di karya temanku nih..
__ADS_1