Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Mutiara Yang Terabaikan


__ADS_3

Datang ke rumah orang tuanya Tyas, Ganesh dan Adlan begitu di sambut dengan antusias oleh Tuan Eriawan dan istrinya. Namun, ada yang aneh. Keluarga Tyas terlihat baik-baik saja, apa mungkin Tyas tidak kembali ke rumah orang tuanya. Fikir Ganesh dengan segala kebingungannya.


"Emm. Maaf Pa, apa Tyas tidak datang ke rumah ini?" tanya Ganesh pada akhirnya, setelah cukup lama mereka berbasa basi


"Loh memangnya Tyas kemana?" tanya Julia, tatapannya sudah berubah sejak Ganesh membahas Tyas.


Ganesh sudah mengerti, jika istrinya tidak pulang ke rumah orang tuanya. Lalu, kemana Tyas? Ganesh benar-benar merasa buntu dengan pencarian istrinya ini.


"Emm. Tidak papa Ma, tadi pagi istri saya izin pergi. Kirain ke rumah Papa dan Mama" kata Ganesh dengan sopan, mengingat mereka adalah mertuanya.


"Ohh begitu, mungkin Tyas pergi ke tempat temannya atau mungkin belanja. Nak Ganesh tidak usah khawatir, Tyas pasti kembali"


Jika aku tidak menyakitinya, dia tidak mungkin pergi. Sekarang mana mungkin dia kembali.


"Iya Pa, kalau boleh tahu dimana alamat temannya?" tanya Ganesh, dia akan memanfaatkan segala informasi tentang istrinya itu. Ganesh ingin menemukan Tyas secepatnya. Dia berhutang maaf pada Tyas dan Ganesh juga ingin memperbaiki semua kesalahannya.


"Temannya Tyas hanya Alea" Eriawan menyebutkan alamat rumah Alea. Setelah tahu alamat rumah temannya, Ganesh dan Adlan segera berpamitan untuk segera ke rumah Alea.


"Langsung ke rumah temennya nih?"


"Hmm"


Ganesh hanya mengangguk dan berdehem saja. Dia menatap ke luar jendela mobil, pemandangan di luar terlihat berlarian seiring dengan kecepatan mobil melaju. Ganesh hanya bisa berharap jika Tyas berada di rumah temannya ini. Karena setelah ini, dia tidak tahu harus kemana lagi mencari istrinya.


Sampai di rumah besar dan cukup mewah, Ganesh dan Adlan segera keluar dari dalam mobil. Mereka menekan bell pintu sampai pintu rumah besar ini terbuka oleh seseorang yang mampu membuat jantung Ganesh berhenti berdetak untuk sesaat.


Seira? Kenapa dia berada disini?

__ADS_1


Wanita yang membukakan pintu tak kalah terkejutnya melihat tamunya itu. Di saat seperti ini, kedatangan seorang gadis dari dalam rumah membuat suasana sedikit mencair.


"Ada apa Kak?"


Seira segera mengerjap dan menoleh ke arah adik sepupunya itu. Alea menatap kedua tamu yang dia ketahui salah satunya adalah suami dari sahabatnya.


"Loh, ada apa ini? Kakak ini, suaminya Tyas 'kan?"


Ganesh mengangguk cepat "Iya, kamu Alea? Apa kamu tahu dimana Tyas?"


Alea mengerutkan keningnya, bingung kenapa suami dari sahabatnya ini menanyakan tentang keberadaan Tyas padanya. "Tidak ada, memangnya Tyas kemana?"


Alea sudah merasa banyak kejanggalan dengan pernikahan Tyas. Mulai dari sahabatnya yang tiba-tiba menikah tanpa dia tahu jika Tyas mempunyai sebuah hubungan dengan seorang pria. Semuanya masih terasa janggal bagi Alea, namun setiap dia menanyakan kabar pernikahannya pada Tyas. Dia selalu menjawab jika semuanya baik-baik saja. Dan hari ini, Alea semakin yakin jika pernikahan sahabatnya itu tidak baik-baik saja.


"Sebenarnya apa yang anda lakukan pada sahabat saya? Apa anda tidak tahu semenderita apa dia selama ini, dan dia harus semakin menderita saat bertemu dengan anda. Sekarang katakan, dimana Tyas berada?"


Ganesh terdiam, dia tidak bisa mengatakan semuanya saat ini. Tapi, melihat tatapan Alea, jelas dia tahu apa yang terjadi. Akhirnya Ganesh memilih mengajak Alea pergi ke mobilnya untuk menceritakan semua hal yang telah terjadi. Sementara Seira hanya diam memihat kepergian mereka. Dia masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Satu yang dia ketahui, jika hubungan Ganesh dan Tyas sedang tidak baik-baik saja.


Ganesh menghela nafas berat, semuanya memang pantas menyalahkannya. Karena semua ini adalah kebodohannya. Semuanya terjadi karena keegoisan dan kebodohannya.


"Apa Tyas pernah bercerita sesuatu padamu?"


Alea menghembuskan nafas kasar, dia menatap lurus ke depan, seolah sedang menerawang hal-hal yang pernah terjadi di antara dirinya dan Tyas.


"Jika anda bertanya seperti itu, maka anda belum mengetahui bagaimana kepribadian Tyas. Dia adalah gadis yang tidak suka mengumbar masalahnya pada orang lain, termasuk sahabatnya sendiri. Kecuali jika dia sudah benar-benar tidak sanggup menghadapi semua masalahnya itu..."


"...Selama kalian menikah, Tyas tidak pernah menceritakan tentangmu yang tidak baik. Dia selalu mengatakan jika suaminya sangat baik dan perhatian padanya. Suaminya juga sangat mencintainya. Tidak pernah sekalipun menjelekan suaminya. Meski aku sedikit tidak percaya dengan apa yang Tyas katakan, tapi aku tidak ingin terlalu ikut campur urusan pribadinya"

__ADS_1


Hati Ganesh bergetar hebat mendengar cerita dari Alea. Bahkan istrinya yang selalu dia sakiti, selalu memujinya di depan orang lain. Bodoh sekali Ganesh selama ini. Dia bahkan mengabaikan mutiara indah seperti Tyas.


Ganesh menunduk dengan memegang dadanya yang semakin terasa sakit mendengar setiap kenyataan yang membuat penyesalannya semakin besar.


"Aku tahu ini semua adalah kesalahanku, tapi aku benar-benar menyesal sekarang. Apa kamu bisa tolong bantu aku untuk mencari Tyas. Dia pergi dari rumah juga karena kesalahanku, semua itu karena salahku. Tapi, saat ini aku benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki hubunganku dan Istriku itu"


Alea menghela nafas, melirik ke arah Ganesh yang juga terlihat kacau. "Aku tidak tahu Tyas akan pergi kemana. Dia hanya punya aku, sebagai sahabatnya. Jika dia tidak mendatangi ku, aku juga tidak tahu lagi harus mencarinya kemana. Tyas tidak mempunyai tempat favorit apapun, dia hanya main ke rumahku saja. Selebihnya dia selalu di rumahnya"


Alea juga bingung sendiri harus mencari Tyas kemana. Gadis itu bukanlah orang yang banyak teman. Dia bahkan cenderung sulit untuk bergaul. Yang Alea tahu, Tyas hanya memiliki dirinya sebagai sahabat. Lalu, jika Tyas tidak mendatanginya. Kemana dia pergi? Alea menjadi kesal dan sedih bercampur seketika saat memikirkan nasib Tyas yang tiada hentinya selalu menderita.


"Baiklah jika seperti itu, makasih atas infonya. Jika Tyas menghubungimu, tolong segera beritahu aku"


Alea hanya diam, tidak mengiyakan juga tidak menolak dengan apa yang di ucapkan Ganesh. Alea segera keluar dari mobil Ganesh dan kembali masuk ke dalam rumahnya. Namun, di depan pintu Alea langsung di kejutkan dengan kehadiran Kakak iparnya.


"Ada apa Kak?"


"Alea, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Ganesh mencari Tyas? Memangnya kemana perginya Tyas?"


Alea sudah tahu tentang cerita rumit mereka sebelumnya. Jadi, dia tidak heran saat kakak iparnya itu begitu penasaran dengan hal ini.


"Tyas pergi dari rumah karena sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya, mantan pacar Kakak itu"


Seira langsung memegang dadanya yang seolah ikut merasakan sakit yang di rasakan Tyas. "Ya Tuhan Tyas, kasihan sekali gadis itu. Dia tidak salah, tapi Ganesh selalu saja menyalahkannya"


"Iya, matan pacar Kakak itu memang kurang ajar. Sekarang dia sendiri yang menyesal karena kelakuannya itu"


Semoga kau baik-baik saja, Tyas

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter .. Kasih hadiahnya dan votenya juga ya.. Terimakasih


__ADS_2