Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Siapa Medina?


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Ganesh benar-benar mempekerjakan seorang asisten rumah tangga dan Tyas tidak bisa lag menolak. Melihat tatapan suaminya yang sangat dingin saat itu. Tyas mengerti jika hal yang di lakukan suaminya memang untuk kebaikannya.


"Istirahat, jangan membuat aku kesal"


Tyas mengangguk, suaminya masih terserang shock yang sangat saat melihat istrinya hampir terjatuh dari lantai atas dan membuat nyawanya hampir saja melayang. "Iya Mas, aku istirahat sekarang. Tapi boleh ya lihat Gweny, aku kangen sama dia. Dari kemarin tidak bertemu dengannya"


"Gak boleh, selain karena kamu masih sakit dan takut Gweny tertular. Aku juga takut kalau kejadian kemarin sampai terulang lagi. Aku shock banget sampe sekarang Sayang"


Tyas turun dari tempat tidur, lalu dia berjalan ke arah suaminya. Memeluknya dengan erat. "Maaf Mas, aku udah buat kamu khawatir"


Ganesh mengelus kepala istrinya dan mencium puncak kepalanya. "Aku gak butuh minta maaf kamu Sayang. Aku hanya mau mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati lagi"


Tyas mengangguk "Iya Mas"


Ganesh meraba kening istrinya dan pipinya dengan punggung tangan. "Tuh masih panas gini tubuhnya, periksa aja ya"


"Gak usah, aku cuma butuh istirahat saja"


"Yaudah kalau gitu sekarang istirahat ya. Aku gak mau kamu tambah sakit. kasihan juga Gweny"


"Iya Mas, aku juga ini mau istirahat. Kamu mau berangkat kerja sekarang?"


"Iya, kamu diam saja di kamar. Kalau mau apa-apa panggil pelayan saja"


"Oh ya, pelayannya aku belum tahu loh siapa. Panggil kesini dong, aku mau tahu"


"Bentar lagi kesini, kan mau antar sarapan buat kamu"


Benar saja beberapa saat kemudian suara pintu kamar yang di ketuk. Tok..tok..tok.. "Permisi Tuan, Nona saya mau mengantar sarapan"


"Masuk" teriak Ganesh dari dalam kamarnya.


Seorang wanita masuk dengan membawa nampan. Dia memakai seragam pelayan. Dia mengangguk hormat pada Ganesh dan Tyas. Lalu menyimpan nampan yang di bawanya di atas meja. "Ini Nona, sarapannya"


"Iya terimakasih" Tyas melirik suaminya dengan kesal. Pelayan itu terlihat masih sangat muda dan cantik. Apalagi dengan penampilannya yang rapi. "...Nama kamu siapa?"


"Medina, Nona"

__ADS_1


Tyas mengangguk mengerti, dia berjalan mendekati Medina dan menjabat tangan gadis itu. "Selamat datang di rumah kami ya. Semangat juga bekerjanya"


Terlihat sekali wajah Medina yang terkejut. Dia tidak menyangka melihat Tyas yang sangat ramah dan sopan. Tidak seperti orang-orang kaya dalam fikiran Medina. "I-iya Nona, terimakasih"


"Jangan kaget dengan istriku ini, dia memang selalu baik pada siapapun. Tapi ingat! Jangan sesekali kau memanfaatkan kebaikannya" Ganesh memberi peringatan tegas pada pelayan baru di rumahnya ini. Dia tidak mau jika kebaikan istrinya akan di manfaatkan oleh dia.


Medina mengangguk "Baik Tuan"


Ganesh merangkul pinggang istrinya sampai tubuh mereka benar-benar merapat. Tyas melirik Medina yang terlihat biasa saja dengan adegan di depannya. "Mas apaan si, malu sama Medina"


"Tidak perlu malu, toh dia juga biasa saja" Ganesh memeluk istrinya sejenak lalu meberikan ciuman penuh kasih sayang di kening istrinya. "Aku pergi dulu ya, baik-baik di rumah. Medina, jaga istriku dengan baik"


Medina mengangguk "Baik Tuan"


Setelah Ganesh pergi, Medina menuntun Tyas untuk duduk di tempat tidur. Tyas duduk berselonjor di atas tempat tidur, dan Medina langsung menarik selimut sampai ke pinggangnya. Lalu dia duduk di pinggir tempat tidur dan mengambil semangkuk bubur di atas nakas.


"Sarapan dulu Nona"


Tyas menggeleng, menolak untuk di suapi oleh Medina. "Tidak perlu Medina, aku bisa makan sendiri"


"Tidak papa Nona, saya harus merawat dan melayani Nona dengan baik"


Ganesh bisa sedikit lebih tenang saat ini. Istrinya sudah terjamin keamanannya. Sekarang sudah ada Medina yang akan menjaganya. Medina adalah gadis yang tidak sengaja dia temukan di pinggir jalan. Gadis yang malang.


Beberapa hari yang lalu..


Ganesh sedang mengendari mobilnya menuju pulang. Hari ini dia sedang banyak laporan yang harus di cek. Jadi, dia pulang lebih larut. Namun saat di jalanan yang mulai sepi ini, tidak sengaja Ganesh melihat seorang gadis yang berlari di pinggir jalan lalu dia mencegat mobil Ganesh di tengah jalan. Untung saja Ganesh sigap untuk menginjak rem. Suara decitan ban mobil yang bersentuhan dengan aspal jalanan begitu terdengar jelas.


Ganesh membuka kaca jendela mobilnya, lalu dia sedikit melongokan kepalanya di jendela mobil. "Kau gila ya? Apa kau mau mati?"


Gadis itu berlari ke arah Ganesh, dia menatap Ganesh dengan wajah panik dan ketakutan. "Tolong saya Tuan, saya sedang di kejar penjahat"


Awalnya Ganesh berfikir jika gadis itu hanya sedang menipunya. Seperti kawanan begal di jalanan sepi yang sering terjadi. Namun, saat Ganesh melihat beberapa orang yang mengejar gadis itu, Ganesh langsung percaya jika dia memang sedang dalam bahaya.


"Woy.. Medina.. Jangan lari kau!"


"Masuklah" kata Ganesh

__ADS_1


Seolah mendapat angin segar, Medina langsung masuk ke dalam mobil Ganesh. Mobil pun segera melaju meninggalkan beberapa orang yang mencoba menghalau laju mobil Ganesh, namun mereka gagal.


"Jadi kenapa kau sampai di kejar-kejar seperti itu?"


Medina menunduk, dia lalu menoleh pada Ganesh. "Saya pekerja di tempatnya Tuan. Tapi saya tidak mau saat mereka ingin menjadikan saya sebagai pela*cur. Saya hanya seorang waiters biasa di tempat itu"


Mendengar ceritanya, Ganesh yakin jika gadis itu bekerja di sebuah tempat hiburan malam. Dan sejak hari itu Ganesh telah menyelamatkan Medina dari segala kehancuran hidupnya. Hingga saat dia membutuhkan seorang pelayan, maka Ganesh memilih mempekerjakan Medina daripada gadis itu kembali ke tempat hiburan malam yang jelas sangat berbahaya untuknya.


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Ganesh sampai di rumah, dan dia segera menuju kamar untuk menemui istri tercintanya. Saat membuka pintu, Ganesh melihat Tyas yang sedang duduk berselonjor di atas tempat tidur. Ganesh segera menghampirinya. Mengscup keningnya lalu dia duduk di pinggir tempat tidur.


"Bagaimana keadaannya?"


"Sudah enakan Mas, tadi Medina membuatkan aku sup jahe merah. Jadi badan aku langsung enakan. Demamnya juga sudah turun"


"Syukurlah, cepat sembuh ya Sayang"


"Iya Mas, makasih do'anya"


Ganesh berdiri dan mulai membuka dasi dan kemejanya di depan cermin meja rias.


"Mas, kamu ketemu Medina dimana?"


"Emm. Dia aku tolong beberapa hari lalu di pinggir jalan..." Tidak ingin ada yang di tutup-tutupi, Ganesh pun menceritakan semua kejadian yang telah terjadi saat dirinya bertemu dengan Medina.


"Ya ampun, kasihan banget Mas. Kita harus lindungi dia. Jangan sampai dia ditemukan sama orang-orang jahat itu"


"Iya Sayang, kita harus membantunya"


Tyas yang awalnya ingin mencerca suaminya dengan berbagai pertanyaan kenapa suaminya sampai mempekerjakan gadis muda seperti Medina. Awalnya Tyas ingin cemburu, tapi setelah mendengar cerita dari suaminya dia malah kasihan dengan nasib gadis itu.


Siapa Medina sebenarnya? Ada next novel aku ya..


Bersambung


Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya..

__ADS_1


Yuk mampir juga di karya temanku.. Ceritanya bagus..



__ADS_2