Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Tidak Mempunyai Kebencian


__ADS_3

Ekspresi terkejut dari banyaknya tamu undangan. Wajar saja jika mereka semua terkejut dengan apa yang di ucapkan Ganesh barusan. Karena pernikahan mereka pun di adakan cukup tertutup. Hanya beberapa orang terdekat saja yang hadir. Tyas juga tidak menyangka jika Ganesh akan mengumumkan pernikahan mereka di depan semua orang ini. Bahkan ada beberapa wartawan dari majalah bisnis yang hadir disana. Mungkin kabar ini akan cepat sekali tersebar luas.


"Jadi, mulai hari ini tolong untuk mulai menghormati wanita saya ini. Silahkan untuk para wartawan untuk membuat kabar ini sebagai bahan majalah kalian. Tapi, tidak dengan menggunakan kata-kata yang memojokkan istriku!"


Suara Ganesh terdengar begitu tegas. Dia begitu mengerti kekhawatiran istrinya dan lagipula Ganesh juga tidak akan rela jika nama istrinya di buat jelek oleh praduga semua orang yang bahkan tidak tahu apa-apa tentang hubungan pernikahan mereka.


Ganesh menggandeng Tyas untuk turun dari atas panggung. Tidak seperti dugaan Tyas yang membayangkan jika saat mereka berdua turun dari atas panggung. Maka, akan banyak para wartawan yang mengerumungi mereka untuk memberikan beberapa pertanyaan seperti yang sering Tyas lihat di acara infotaiment televisi.


Duh Tyas, kau tidak bisa menyamakan kehidupan suamimu dengan para selebriti yang selalu kau lihat di tv.


Tyas seolah menyadarkan dirinya untuk tidak lagi menyamakan dunia kehidupan Ganesh dengan beberapa kehidupan orang-orang yang pernah dia temui. Kehidupan suaminya terlalu berbeda dengan kehidupan orang-orang biasa pada umumnya. Tentu saja tidak akan ada wartawan yang berani menanyakan sesuatu apalagi sampai mengganggu kenyamanan istrinya. Semuanya sudah di urus dengan baik oleh Adlan. Si asisten yang selalu bisa di andalkan.


"Nona"


Tyas dan Ganesh yang berjalan menuju keluarganya yang sedang berkumpul di salah satu meja bundar disana. Namun harus di kejutkan dengan dua orang gadis yang menghampiri mereka. Tyas menatap kedua gadis di depannya ini. Dia seperti pernah melihatnya, tapi Tyas lupa dimana.


"Maaf Nona, maafkan kami"


Keduanya menunduk pada Tyas, seolah mereka memiliki kesalahan yang besar pada Tyas. Sampai Tyas mengingat siapa kedua gadis di depannya ini. Mereka adalah karyawan perusahaan GE yang menjadi resepsionis. Tyas mengingatnya saat dia pertama kali datang ke perusahaan GE dan mengatakan jika dirinya adalah seorang pembantu Ganesh.


"Kalian? Ada apa kalian meminta maaf pada istriku?" Ganesh sudah siap marah jika ada yang berani mengusik istrinya lagi. Sudah cukup dia terluka oleh dirinya dan keluarganya sendiri. Ganesh tidak akan membiarkan ada orang lain yang menyakitinya lagi.

__ADS_1


"Maaf Tuan, maafkan kami"


Tyas mendekat ke arah dua gadis itu, dia mengelus pundak salah satu dari mereka. "Tidak papa, kalian tidak salah apa-apa. Kalian hanya menjalankan tugas dan pekerjaan kalian dengan baik"


Ganesh semakin bingung, kenapa istrinya mengatakan itu. Memang apa yang telah di lakukan dua karyawan di perusahaannya. Dua gadis itu terus membungkukkan tubuhnya dengan kata maaf yang terus terulang.


"Sudah ya, aku sudah memaafkan kalian. Jadi tidak perlu meminta maaf lagi. Kalian tidak salah apapun"


"Tolong jangan pecat kami, Nona"


Tyas tersenyum, mana mungkin dia berani memecat karyawan perusahaan suaminya. Memangnya dia punya kekuasaan apa? Lagian apa yang di lakukan dua resepsionis ini hanya sesuai aturan kerja saja dan mereka pun tidak tahu siapa Tyas sebenarnya pada saat itu.


"Tentu tidak akan, memang apa yang membuat aku harus memecat kalian. Kerja kalian baik kok, kalian bekerja sesuai dengan aturan yang ada di perusahaan"


"Ada apa tadi Nak? Kok Mama lihat ada yang suatu tragedi tadi?" tanya Mama yang penasaran dengan apa yang di lihatnya tadi. Dua orang gadis yang berbincang dengan anak dan menantunya. Suasana terlihat cukup tegang tadi.


"Emm tidak ada Ma. Tadi hanya karyawan perusahaan Mas Ganesh yang pernah bertemu dengan Tyas, dulu"


"Apa dia melakukan hal tidak baik padamu? Jika iya, aku akan memecatnya" kata Ganesh yang terdengar tidak sabar karena Tyas tidak benar-benar menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


Tyas tersenyum menenangkan, dia pegang tangan Ganesh yang berada di sampingnya itu. "Tidak Mas, mereka hanya melakukan pekerjaan sesuai peraturan. Mungkin karena mereka juga tidak tahu jika aku ini adalah istrimu...." Tyas pun akhirnya menceritakan apa yang terjadi saat itu.

__ADS_1


Tyas merasakan tangan Ganesh yang mengepal erat. Tyas langsung mengusap tangan Ganesh dengan tangan sebelahnya lagi. Kini kedua tangan Tyas menggenggam tangan suaminya. Mencoba menenangkan suaminya setelah dia mendengar semua cerita Tyas.


Cerita Tyas barusan benar-benar membuat Ganesh kembali pada penyesalan yang sama. Ganesh tentu mengingat apa yang dia lakukannya pada saat itu. Dia sedang bermesraan dengan Seira saat Tyas datang ke perusahaannya. Benar-benar hal yang sangat Ganesh sesali sampai saat ini. Apalagi saat dia mendengar cerita istrinya yang malah mengaku sebagai pembantu Ganesh dari pada mengatakan yang sebenarnya.


"Nak, kenapa kamu tidak bilang saja jika kamu adalah istrinya Ganesh" Mama menatap prihatin pada menantunya.


Tyas tersenyum, tidak ada beban sama sekali di wajahnya. "Tidak papa Ma, saat itu Tyas tahu jika Mas Ganesh tidak ingin pernikahan ini di publik. Jadi, Tyas cukup tahu diri saat itu"


Ganesh menatap istrinya dengan lekat. Bagaimana bisa dia mengatakan itu dengan begitu tenang. Apa Tyas tidak merasa terluka saat menceritakan masa-masa itu? Sementara Ganesh saja sudah sangat sakit saat mengingat apa yang di lakukan dirinya pada Tyas saat itu.


"Maaf" lirih Ganesh yang tentunya masih terdengar oleh semuanya keluarganya.


"Mas, tidak perlu terus meminta maaf. Semuanya sudah berlalu. Lagian apa yang kamu lakukan padaku tidak lebih menyakitkan dari apa yang sudah aku alami selama ini" Di benci oleh Ayahku sendiri dan di asingkan di keluarga. Hal itu lebih menyakitkan.


Sosok pria yang selalu menjadi cinta pertama anak perempuannya. Justru malah menjadi orang yang menumbuhkan luka dalam di hati Tyas. Ayahnya tetap segalanya bagi Tyas. Bagaimana pun sikapnya pada Tyas, tapi Eriawan tetaplah Ayah yang akan selalu menjadi cinta pertama bagi Tyas.


Kakek menatap dalam diam pada cucu dan cucu menantunya itu. Cucu pertamanya itu benar-benar telah menyesali semuanya. Ganesh terlihat begitu tulus mencintai Tyas saat ini dan Kakek bersyukur dengan semua ini. Karena sejak awal Kakek telah menyelidiki lebih dulu bagaimana Tyas dan kehidupannya. Dan yang membuat Kakek yakin untuk menjodohkan Ganesh dan Tyas karena hal yang dia temukan tentang kepribadian gadis itu. Bagaimana hidup Tyas yang selalu di benci oleh ayahnya sendiri, tapi gadis itu sama sekali tidak melakuan tindakan yang menunjukan dendam atau kebencian pada Ayahnya sendiri. Tys adalah gadis yang tidak mempunyai kebencian. Hal itu yang Kakek sesalkan, kenapa Tyas bisa terlahir dari sosok pria tak berperasaan seperti Eriawan.


Kau akan menyesal telah menyia-nyiakan anak sebaik Tyas.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter... kasih hadiahnya dan votenya juga..


__ADS_2