
Pagi ini setelah Ganesh berangkat bekerja, Tyas di kejutkan dengan kedatangan Gezia dan Erlita.
Tyas menaruh minuman di atas meja depan Erlita dan Gezia duduk di atas sofa. Lalu, Tyas ikut duduk di atas sofa tunggal disana. "Jadi, ada apa kalian tiba-tiba datang? Gezia gak ke butik emangnya? Lita juga, apa gak kuliah?"
"Itu gak penting sekarang Kak, yang penting itu. Kakak lihat ini" Erlita dengan hebohnya memberikan ponselnya pada Tyas.
Tentu Tyas sangat bingung dengan itu. Dia menatap ponsel Erlita yang belum di ambilnya. Erlita menjadi gemas sendiri dengan kebingungan Tyas yang tidak langsung mengambil ponselnya.
"Cepetan Kak, lihat ini"
Akhirnya Tyas segera mengambil ponsel milik Erlita. Dia melihat apa yang ada di ponsel Erlita. Sebuah rekaman video yang mengharukan bagi siapa saja yang melihatnya. Namun, semua ini begitu menyakitkan bagi Tyas. Dimana di video itu suaminya sedang memohon pada Seira agar kembali padanya.
Sayang.. Kita bisa hadapi semua ini, sabar dan tunggu sampai aku menceraikan dia" lirih Ganesh, dengan isakan pelan. Aku semakin tidak kuat mendengarnya, Ganesh begitu rapuh sekarang. Sama rapuhnya denganku.
"Sayang.. Kita bisa hadapi semua ini, sabar dan tunggu sampai aku menceraikan dia"
Ucapan lirih Ganesh di dalam video itu sudah bagaikan petir yang menyambar kehidupan Tyas saat itu juga. Bahkan Ganesh sampai menangis karena Seira tidak juga memberinya kesempatan untuk kembali bersama. Kini, Tyas tahu kenapa selama ini Ganesh bersikap bagaikan mayat hidup. Dia terus berkata jika semua ini adalah kesalahannya. Tyas mengerti sekarang. Suaminya seperti itu karena Seira telah pergi.
"Kak, yuk ikut kita saja. Kita akan menjaga Kakak. Biarkan si Ganesha itu menyesal" kata Gezia, merasa gemas dan kesal dengan kelakuan Kakak laki-lakinya itu.
Gezia berdiri dan duduk di pinggiran sofa yang di duduki Tyas. Dia memeluk Kakak iparnya itu. "Menyerahlah Kak, aku tahu kalo Kakak gak sekuat itu untuk menghadapi semua ini. Bicaralah pada Mama dan Kakek. Maka Kakak akan terlepas dari jerat pernikahan menyakitkan ini. Mereka sudah pasti akan membela Kakak"
Tyas tahu itu. Tentu Mama dan Kakek adalah orang terhormat yang tidak akan membela keluarga mereka yang jelas terbukti bersalah. Namun, disini Tyas juga merasa bersalah. Karena hubungan Seira dan Ganesh tidak akan berakhir jika tidak ada kehadirannya di antara mereka. Ganesh juga tidak akan seterluka itu jika Tyas tidak hadir dalam hidupnya.
__ADS_1
"Terimakasih Zi, kamu sudah sangat baik dan mengerti Kakak. Tapi.." Tyas menghela nafas sejenak sebelum benar-benar mengambil keputusan ini. "...Biarkan Kakak bertahan sebentar lagi, Kakak akan menemani suami Kakak dalam masa terpuruknya ini. Setelah itu, terserah pada sikap Mas Ganesh pada Kakak. Saat ini Kakak hanya ingin benar-benar mencoba meluluhkan hatinya. Mengobati luka hatinya karena berpisah dengan kekasihnya"
Gezia dan Erlita saling pandang, mereka tidak habis fikir dengan kebaikan Tyas ini. Entah hatinya yang terlalu kuat atau memang dia sebaik itu. Erlita sampai menggeleng heran dengan Kakak iparnya itu. Sudah di sakiti seperti ini, masih saja bertahan.
"Jika suatu saat Kakak sudah benar-benar lelah. Kakak pasti akan langsung menyerah saat itu juga. Jadi, untuk saat ini biarkan saja semuanya berjalan seperti semestinya. Kakak masih percaya jika takdir yang memilih, bukan kita yang bisa memilih"
Gezia semakin mengeratkan pelukannya di dada Tyas. Dia mengusap sisa air mata yang mengalir begitu saja di pipi Tyas. Erlita juga sampai meneteskan air mata melihat ketulusan seorang Tyas.
Yakinlah semuanya akan baik-baik saja. Takdir yang memilihmu, dan kamu harus kuat menjalani takdir ini, Tyas.
...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...
Beberapa jam kemudian video itu telah berhasil terhapus. Meski penyebarannya mungkin tidak akan terhenti di satu sosial media saja. Namun, setidaknya tidak akan terlalu memperluas penyebaran jika akun pertama yang menyebarkan telah menghapus total video itu.
Tyas kembali masuk ke dalam kamar suaminya dengan membawa nampan berisi makan malam untuk Ganesh. Tyas menatap iba pada Ganesh yang hanya diam di tempat terakhir Tyas meninggalkannya setelah mengganti pakaiannya.
"Mas, makan dulu yuk"
Tyas menaruh nampan yang di bawanya di atas meja dekat sofa di ujung ruangan. Lalu, dia menghampiri Ganesh yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Dengan perlahan, Tyas memegang lengan Ganesh. Pria itu menoleh dan menatap Tyas dengan matanya yang sayu. Tiba-tiba Ganesh langsung memeluk Tyas dan menangis di pelukan Tyas.
"Mas..." Tyas benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan Ganesh. Bahkan tangannya masih berada di sisi tubuhnya. Ragu untuk membalas pelukan suaminya ini.
"Kenapa semuanya jadi seperti ini? Kenapa Tuhan menciptakan aku dan Seira begitu berbeda. Kenapa Yas? Apa kami tidak pantas bersama?"
__ADS_1
Deg..
Serapuh ini kau Mas, bagaimana aku bisa membuatmu tenang jika yang bisa membuatmu tenang dan bahagia hanyalah Kak Seira. Wanita yang kini telah meninggalkanmu.
Perlahan tangan Tyas terangkat, dia mengelus punggung lebar Ganesh dengan perlahan. Tidak ada yang bisa Tyas lakukan saat ini. Dia juga tidak tahu harus berkata apa.
"Seira pergi, Tyas. Kenapa dia tega sekali meninggalkan aku" lirih Ganesh dengan suara isakan kecil dari bibirnya.
"Mas yang sabar saja, ini sudah takdir Allah untuk kita" lirih Tyas, dia bingung harus berkata apa untuk menenangkan Ganesh.
Ganesh langsung melepaskan pelukannya, dia memegang kedua bahu Tyas. Menatapnya dengan datar. "Semuanya karena takdir? Semuanya bukan karena takdir Tyas, semuanya karena kehadiranmu! Seira pergi karena kehadiranmu!"
Tyas menatap Ganesh dengan berkaca-kaca. Suaminya sedang benar-benar kacau, emosinya bahkan tidak stabil saat ini. Bagaimana dia menangis dan marah bersamaan. Tyas benar-benar tidak tega melihat Ganesh yang seperti ini.
"Mas tenang Mas, sekarang kita makan malam dulu saja" bujuk Tyas dan Ganesh menurut saja.
Dengan berderai air mata, Tyas menyuapi Ganesh dengan telaten. Tyas hanya berharap Ganesh bisa lebih baik setelah esok pagi. Tyas akan menemani suaminya ini melewati masa sulit ini. Tyas akan mencoba mengobati luka di hati Ganesh dengan cintanya.
Bersambung
Jangan lupa dukungannya.. Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya juga..
Ganesh cinta mati sama Seira, tapi takdir Ganesh bukan Seira. Inilah yang dinamakan takdir yang memilih.
__ADS_1