Takdir Yang Memilih

Takdir Yang Memilih
Biarkan Takdir Yang Memilih


__ADS_3

Ayuningtyas, gadis manis yang jauh dari kata cantik. Hidupnya sedang benar-benar di uji saat ini. Dengan keegoisan keluarganya membuat Tyas kini harus berada di posisi ini. Duduk diam di pinggir tempat tidur, menatap pemandangan di luar jendela yang tepat menghadap taman dan halaman depan villa.


Bukan taman dengan bunga-bunga indah yang bermekaran atau pepohonan hijau yang menjadi pusat penglihatan Tyas. Namun, sepasang kekasih yang berdiri di depan pohon rindang di halaman villa. Si pria yang memeluk wanitanya dari belakang. Begitu serasi dan menikmati liburan ini.


Tatapan Tyas kosong, dia hanya sedang tidak ingin mengeluarkan air mata saat ini. Bukan saatnya untuk menangisi takdir. Tyas hanya perlu lebih kuat dan sabar lagi menghadapi semua ini. Harapannya hanya satu, bisa meluluhkan hati suaminya.


Sementara dua orang yang berada di halaman villa itu sedang menikmati suasana perbukitan dan pegunungan yang indah di pandang mata.


Antara memilih takdir atau takdir yang memilih?


Itulah istilah yang tepat untuk hubungan kami, aku dan Ganesh masih bertahan dalam hubungan yang aku sadari jika ini salah. Tapi, semuanya sudah terlanjur. Jadi, aku tidak akan mundur untuk saat ini. Apalagi Tyas saja yang berstatus sebagai istri sah Ganesh, menyuruh aku untuk tetap bertahan bersama suaminya.


Itu semua pasti karena Tyas juga tidak mencintai Ganesh dan terpaksa menjalani pernikahan ini.


Seira sedang memikirkan apa yang di katakan Tyas tadi. Jelas-jelas Tyas menyuruhnya untuk tetap bersama Ganesh, meski dia sudah menjadi istri sahnya. Hal itu membuat Seira bingung.


"Diam saja disini sampai aku pulang, nanti kita pulang bersama" kata Ganesh semakin menempelkan pipinya dengan pipi Seira.


"Emm. Aku hanya bilang satu hari saja perginya, jadi besok sore aku harus sudah pulang"


Ganesh menghembuskan nafas kasar, tidak rela jika Seiranya akan pergi secepat itu. "Kenapa cepat sekali, aku masih sangat merindukan mu"


"Sudahlah, kamu senang-senang disini bersama istri kamu"


Seira mengatakan itu dengan tulus, dia tidak akan melarang Ganesh untuk memberikan perhatiannya pada Tyas. Mau bagaimana pun, Tyas tetaplah istri sah Ganesh. Hanya saja, dia masih tidak akan rela jika Ganesh mengingkari janjinya untuk tidak menyentuh Tyas.


"Aku tidak akan merasakan senang bersama wanita itu" kata Ganesh dengan tegas

__ADS_1


"Jangan seperti itu, kamu harus menghargainya sebagai istrimu. Aku tidak akan marah jika kamu membagi waktu untuk aku dan Tyas. Dia juga berhak atas kamu"


Bahkan mungkin lebih berhak daripada aku, dia istri Ganesh dan aku hanya kekasihnya yang bahkan tidak mendapat restu dari keluarganya.


"Aku hanya ingin bersamamu, tidak ingin bersama siapapun lagi apalagi wanita itu!" tegas Ganesh


Seira melepaskan kedua tangan Ganesh yang memeluknya, berbalik dan menghadap ke arah Ganesh. Seira genggam kedua tangan kekar Ganesh, saling menatap dengan pancaran yang sama. Cinta.


"Saat ini kita hanya menunggu masanya, antara memilih takdir atau takdir yang memilih. Semuanya akan ada waktunya dimana kita benar-benar bisa bersama atau malah berpisah. Tapi, apapun yang akan terjadi suatu saat nanti, aku minta kamu harus bisa menerimanya. Kita coba untuk menerima suratan takdir yang ada, kedepannya"


Ganesh menatap Seira dengan lekat, masih mencoba mencerna apa yang sedang di ucapkan oleh kekasihnya itu. Sampai akhirnya dia mengerti apa maksud Seira. Kekasihnya itu seolah mempersiapkan perpisahan yang mungkin terjadi pada mereka di masa mendatang.


"Aku tidak bisa Ra, aku hanya ingin bersamamu"


"Kita berdoa saja semoga kita benar-benar bisa bersama selamanya"


...🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬...


Seira datang setelah mandi dan bergani pakaian. Berniat mengambil minum, namun dia melihat Tyas yang telah selesai memasak di pagi hari. Bahkan waktu masih menunjukan pukul setengah 7 pagi. Hal ini membuat Seira kagum pada sosok Tyas yang lemah lembut dengan segala keterampilannya.


Sepagi ini dia sudah memasak, sungguh istri idaman. Apa Ganesh tidak melihat kelebihan istrinya ini ya..?


"Pagi Kak" sapa Tyas dengan senyuman ramahnya


Seira tersenyum, lalu meraih teko air putih dan menuangkannya ke dalam gelas. Lalu meminumnya.


"Pagi Tyas, sudah masak ya jam segini"

__ADS_1


"Iya Kak, ayo sarapan dulu" kata Tyas sambil menarik kursi meja makan dan menyuruh Seira duduk disana.


"Ganesh mana Tyas? Kok belum turun?"


Tyas membalikan piring di depan Seira yang sudah dia siapkan dan mengisi piring itu dengan nasi dan beberapa lauk pauk. "Tidak tahu Kak, mungkin belum bangun"


Seira sedikit terkejut dengan jawaban Tyas. Memikirkan kenapa Tyas sampai tidak tahu keadaan Ganesh. Seira tidak tahu jika Tyas dan Ganesh memang berpisah kamar sejak mereka berada disini.


Seira terlihat begitu menikmati maskan Tyas itu. Bahkan dia beberapa kali memuji masakan Tyas yang menurutnya begitu enak.


Di saat keduanya masih asyik makan, tiba-tiba Ganesh datang. Wajahnya masih khas bangun tidur, dia menarik kursi di samping Seira. Bukan di samping istrinya. Namun, Tyas berusaha untuk bersikap biasa saja.


"Ambilkan sarapanku" kata Ganesh


Seira segera meraih piring yang berada di depan Ganesh, namun tangannya langsung di tahan oleh Ganesh. Seira menoleh ke arah Ganesh, menatapnya bingung.


"Kamu duduklah dan lanjutkan makanmu, biarkan wanita itu saja yang mengambilkan sarapan untuk ku. Aku tidak mau mengganggu makanmu itu, Sayang"


Deg...


Wanita itu? Kata yang tidak pantas Ganesh ucapkan untuk Tyas, yang berstatus istri sahnya. Namun, Tyas lagi-lagi hanya mencoba memaklumi. Disini dia yang salah, dia yang telah masuk ke dalam hubungan Seira dan Ganesh. Keegoisan orang tuanya telah menghancurkan kebahagiaan mereka.


Tanpa berkata apapun, Tyas segera mengambilkan makanan untuk Ganesh. Mengabaikan tatapan tidak enak Seira padanya. Tyas hanya menjalani ini dengan ikhlas. Biarlah takdir ini membawanya kepada yang telah di tentukan Tuhannya.


Menyimpan piring yang telah teriasi makanan itu tepat di depan suaminya. Tidak ada ucapan terimakasih atau apapun dari Ganesh dan Tyas pun tidak terlalu mengharapkan nya.


Biarkan takdir yang memilih...

__ADS_1


Bersambung


Jangan lupa dukungannya... like komen di setiap chapter.. Hadiahnya mana nih..


__ADS_2