
Ganesh benar-benar tidak bisa tenang mengingat istrinya yang sekarang sedang dalam keadaan tidak sehat di rumah. Perasaan khawatir dan cemas membuat dirinya tidak bisa fokus bekerja. Hingg waktu baru saja menunjukan pukul dua siang, Ganesh sudah pulang dari kantornya. Dia merasa sangat khawatir dengan istrinya yang saat ini sedang sakit.
Dalam perjalanan pulang hatinya semakin gelisah, dan perasaan cemas itu semakin menjadi. Ganesh mempercepat laju mobilnya menuju rumah. Sampai di rumah, Ganesh segera masuk ke dalam rumah pemandangan di depannya nyaris membuat jantungnya terlepas dari tempatnya.
Tyas sedang berjalan keluar kamar, tapi tiba-tiba kepalanya sangat pusing hingga dia tidak bisa melihat dengan jelas pijakannya. Sampai dia sempoyongan dan tubuhnya menabrak pagar pembantas dan terjatuh ke bawah. Tyas hanya bisa memejamkan matanya saat tubuhnya melayang, siap merasakan sakit saat tubuhnya membentur lantai.
"Sayang....." Ganesh berlari ke arah istrinya, dia menangkap tubuh Tyas yang terjatuh dari lantai atas hingga Ganesh pun ikut terjatuh. Tapi dirinya berusaha menahan tubuh istrinya agar tidak membentur lantai.
Brukk..
Keduanya terjatuh, tapi Tyas masih aman karena kepalanya di tahan kuat oleh tangan Ganesh. Ganesh mengerang kesakitan saat kepala dan tangannya membentur lantai dengan kuat. Tyas yang masih memejamkan matanya perlahan mulai membuka kelopak matanya saat tubuhnya tidak terasa sakit malah terasa menimpa sesuatu yang hangat yaitu tubuh suaminya.
"Mas, ya ampun" Tyas segera bangun dan duduk di lantai saat menyadari jika dirinya telah menimpa tubuh suaminya. "Ya ampun Mas, maafin aku ya. Ayo aku bantuin bangun"
Ganesh bangun dengan di bantu oleh istrinya. Dia memegangi belakang kepalanya yang terasa sakit juga tangannya. Tapi rasa sakit itu terkalahkan dengan rasa khawatir pada istrinya. Ganesh langsung memeriksa tubuh istrinya, takut ada yang terluka. Mengingat jarak lantai atas dan lantai bawah yang lumayan bisa membuat tubuh remuk.
"Sayang gak papa? Duh kamu mau kemana si, bikin aku jantungan aja tau" Ganesh langsung memeluk istrinya dan menciumi seluruh wajahnya.
"Maaf Mas, tadi aku cuma mau ambil minum di dapur"
"Ya ampun Sayang, kan ada Bu Diah bisa minta tolong dia saja"
"Iya maaf, aku tandinya gak mau ngerepotin. Lagian aku merasa udah baik-baik saja, tapi kepala aku tiba-tiba saja sangat pusing"
__ADS_1
"Bisa tidak kalau mulai sekarang jangan membuat aku semakin khawatir kayak gini. Jangan terlalu ceroboh Sayang, kalau sampai aku telah sedikit saja kamu pasti sudah membentur lantai keras ini"
"Iya Mas aku minta maaf"
Bu Diah yang mendengar keributan langsung ke luar dari kamar Gweny dengan menggendong bayi kecil itu. Dia terkejut melihat dua majikannya sedang duduk di lantai dengan saling berpelukan. Segera Bu Diah menghampiri mereka.
"Ya ampun Neng, ini ada apa?"
Tyas dan Ganesh melepaskan pelukan mereka. Ganesh menatap pengasuh anaknya itu. "Bu, Tyas hampir saja jatuh dari lantai atas. Kalau saya tidak datang mungkin dia sudah membentur lantai keras ini sekarang. Ibu sedang kemana sampai tidak tahu jika istriku keluar kamar? Ibu tahu 'kan kalau istriku ini sedang sakit"
Bu Diah menunduk merasa bersalah, dia juga tidak tahu kalau Tyas membutuhkan sesuatu karena sejak tadi dia selalu menawarkan makanan atau minum pada Tyas, tapi selalu di tolak oleh majikannya itu. Hingga Bu Diah sedah menidurkan Gweny untuk tidur siang, dia tidak sengaja ikut ketiduran hingga suara keributan ini terdengar dan membangukannya juga Gweny.
"Maaf Tuan, saya bersalah"
Ganesh menoleh dan menatap istrinya dengan datar. "Jadi bisa kalau mulai saat ini nurut sama aku. Kamu tahu kalau aku sangat takut kehilangan kamu, dan kalau saja aku terlambat barusan mungkin hidup aku akan benar-benar hancur melihatmu yang terluka"
"Iya Mas, aku benar-benar minta maaf. Ini memang keteledoran aku. Maaf ya"
Ganesh kembali menatap Bu Diah yang masih berdiri di tempatnya dengan menggendong Gweny. "Sekarang Ibu tidurkan lagi saja Gweny, aku saja yang mengurus istri nakal ku ini"
Ganesh benar-benar di landa amarah dan shock sekaligus. Melihat istrinya yang hampir saja meregang nyawa di depannya, benar-benar membuat Ganesh marah dan shock sekaligus. Ganesh menggendong istrinya dan membawa ke kamar mereka dengan masih tangannya yang bergetar. Semuanya masih teringat jelas oleh Ganesh. Bagaimana tubuh mungil dalam gendongannya ini melayang hampir membentur lantai yang keras jika dirinya tidak cepat datang.
"Maaf Mas" lirih Tyas yang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya. Dia tahu jika suaminya itu sedang benar-benar marah dan juga shock dengan kejadian barusan. Dirinya juga sangat shock dengan apa yang di alaminya.
__ADS_1
Ganesh menidurkan Tyas di atas tempat tidur. Mengelus kepala istrinya lalu mengecup keningnya. Setelah itu tanpa berkata apapun lagi, Ganesh pun berlalu ke ruang ganti. Dia ingin mandi dan berendam sejenak untuk menenangkan fikirannya yang baru saja mendapatkan hal yang mengejutkan hingga membuat jantungnya hampir terlepas dari tempatnya.
Ya Allah terimakasih karena masih melindungi ku dari marabahaya, lewat suamiku kau kirimkan pertolongan ini.
DI atas tempat tidur, Tyas tidak henti-hentinya bersyukur pada yang maha kuasa karena masih melindunginya dari segala marabahaya. Suaminya adalah malaikat penolong untuknya.
Beberapa saat kemudian, Ganesh kembali keluar dari ruangannya. Dia menatap istrinya yang duduk menyandar di atas tempat tidur. Hatinya mulai merasa bersalah karena dari tadi terus menekan istrinya karena kecerobohannya ini. Hingga nyawanya hampir terancam. Ganesh mendekati Tyas dan duduk di pinggir tempat tidur. Mencium kening istrinya dengan lembut.
"Lain kali lebih hati-hati lagi ya. Kamu tahu kalau aku sangat khawatir dengan keadaanmu. Aku tidak bisa melihat kamu yang seperti tadi, kamu hampir saja kehilangan nyawa karena itu. Aku benar-benar shock melihat itu"
Tyas langsung menghambur ke pelukan suaminya. Dia mengerti perasaan suaminya saat ini. Pasti shock banget. "Maaf ya Mas, aku benar-benar ceroboh tadi sampai hampir saja diriku sendiri yang terluka"
Ganesh mengelus kepala istrinya dan mengecupnya. "Iya, makanya jangan kayak gitu lagi ya. Aku benar-benar shock banget tadi. Pokoknya kali ini tidak ada penolakan apapun lagi, aku akan memperkerjakan asisten rumah tangga di rumah kita. Biarkan saja da datang pagi dan pulang sore. Aku tidak mau hal ini sampai terjadi lagi. Setidaknya masih ada yang mengawasi kamu kalau keadaan kamu sedang tidak sehat seperti ini"
Perkataan Ganesh yang tidak bisa lagi di tolak. Dan Tyas tidak mau membantahnya lagi. Dia akan menurut saja apa kata suaminya karena memang yang di lakukan suaminya juga untuk kebaikannya.
Bersambung
Like komen di setiap chapter.. Kasih hadiahnya dan votenya...
mampir yuk di karya temanku.. ceritanya bagus..
__ADS_1