
Ganesh melirik semua orang yang mengelilingi ranjang pasien yang di tempatinya itu. Namun, dari banyaknya orang yang mengelilinginya Ganesh tidak melihat keberadaan istrinya. Padahal dia jelas sekali mendengar suara Seira yang mengatakan 'istri dan anakmu' hal itu tentu membuat Ganesh yakin jika Tyas berada disini sekarang.
Namun, dia tidak mendapatkannya. Hampir Ganesh kecewa dengan harapannya sendiri, namun seseorang yang berjalan ke arah pintu dengan wajah menunduk membuat Ganesh langsung memanggilnya. Ganesh tahu siapa itu, dia adalah wanita yang di carinya selama ini.
"Tyas... Sayang"
Sekuat tenaga Ganesh memanggil Tyas dengan suara yang tertahan karena rasa sakit di lehernya yang masih terpasang gifs. Ganesh menatap nanar punggung Tyas yang terlihat bergetar. Mungkin dia sedang menahan tangisannya.
Tuhan, kehadiranku masih saja membuatnya menangis.
Di tempatnya Tyas masih mematung, tidak percaya dia bisa mendengar suara itu lagi. Meski suaranya saat ini terdengar sangat lemah. Tyas seolah tidak berani untuk membalikan tubuhnya menatap Ganesh saat ini. Tyas takut jika suaminya itu akan marah karena kehadirannya disini. Karena yang Ganesh harapkan hanya Siera, tentunya.
"Tyas, kemari Nak. Sepertinya Mama belum menjelaskan sama kamu"
Suara Mama semakin membuat Tyas bingung, dia ingin berbalik dan melihat langsung keadaan suaminya. Namun, Tyas tetap takut. Dia takut dengan respon Ganesh yang tidak seperti apa yang di harapkan Tyas. Melihat Tyas yang hanya diam, Gezia langsung menghampirinya. Mengusap punggu Tyas, lalu merangkulnya.
"Ayo Kak, semuanya pasti baik-baik saja. Mas Ganesh masih suami Kakak, sudah seharusnya Kakak ada disana sekarang. Berada di antara kami semua"
Tyas menoleh dan menatap Gezia, apa yang di katakan adik iparnya itu memang benar. Namun, Tyas masih ragu apa suaminya akan menerimanya atau malah tidak suka dengan kehadirannya. Gezia mengangguk meyakinkan Tyas yang menatapnya ragu. Gezia menatap prihatin pada Kakak iparnya itu, bahkan dia begitu takut hanya untuk melihat suaminya. Gezia tidak bisa membayangkan sesakit apa Tyas dengan semua perlakuan Kakaknya.
__ADS_1
"Ayo Kak" Gezia menuntun pelan Tyas menuju ranjang pasien, dimana semua orang berkumpul, mengelilingi ranjang pasien itu. Tyas terus menunduk saat Gezia menuntunnya ke arah Ganesh. Gezia membawa Tyas tepat di dekat kepala ranjang, agar Kakaknya dan kakak iparnya itu bisa berbicara lebih dekat lagi.
"Sayang"
Tyas semakin terisak mendengar panggilan Ganesh padanya. Panggilan yang bahkan dulu tidak pernah Tyas harapkan. Panggilan itu hanya sering Tyas dengar saat Ganesh memanggil Seira. Dan Tyas merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari bibir suaminya. Seolah bertanya-tanya, benarkah panggilan itu di tujukan padanya?
"Tyas, sebenarnya waktu itu Ganesh pernah datang ke rumah untuk mencarimu. Tapi Mama tidak memberi tahu dimana kamu berada. Semuanya Mama lakukan hanya untuk melihat perjuangan Ganesh untuk mencarimu. Dan Mama ingin melihat apa Ganesh benar-benar menyesal dengan apa yang telah dia lakukan padamu..."
"...Dan beberapa bulan ini, Mama benar-benar melihat ketulusan Ganesh dan dia benar-benar berubah. Ganesh benar-benar menyesali perbuatannya selama ini padamu. Tapi, Mama tidak akan pernah memaksa. Semuanya terserah pada keputusanmu, apa kamu masih mau bertahan bersama Ganesh atau ingin berpisah saja. Kami tidak aja memaksamu Tyas, semua keputusan ada di tanganmu dan kami semua akan selalu mendukungmu"
Deg...
Ganesh langsung menatap ke arah Mamanya dengan tidak suka. Dia tidak ingin berpisah dari Tyas, tapi Mamanya malah mendukung jika Tyas ingin berpisah darinya. Tyas mengusap air mata yang mengalir tiada henti di pipinya.
"Ma, Tyas tidak punya pilihan. Jika berpisah pun, Tyas tetap tidak bisa. Apalagi dengan kehamilan ini. Tyas akan berusaha mencoba untuk menerima kembali suami Tyas"
Tertekan... Tyas mengatakan semuanya dengan tertekan. Tyas tidak bisa membuat pilihan apapun, karena dirinya tidak punya pilihan. Namun, jauh di lubuk hatinya memang Tyas masih mengharapkan cinta dari suaminya. Jika boleh berharap, dia hanya ingin perubahan suaminya benar-benar tulus karena mencintainya. Bukan karena hal lain.
Ganesh menatap nanar wanitanya yang terlihat begitu terluka. Ganesh semakain menyesal ketika mengingat apa yang dia lakukan pada istrinya itu. Hingga membuat Tyas begitu takut hanya untuk menatapnya saja. Perlahan Ganesh mengangkat tangannya, ingin meraih tangan Tyas. Namun dia sudah meringis karena tangannya yang terasa begitu sakit.
__ADS_1
"Jangan di paksa Mas, tangannya masih sakit" kata Tyas begitu melihat Ganesh yang berusaha mengangkat tangannya lalu meringis kesakitan.
"Tyas.. Hari ini di depan semuanya, aku akan menyatakan jika kamu adalah istri pertama dan terakhir ku yang aku cintai hingga mati. Pegang ucapanku itu!" ucap Ganesh dengan sedikit sulit karena gerak mulutnya yang terbatas karena leher yang di gifs. Ganesh beralih menatap istrinya. "Ayuningtyas, aku mencintaimu"
Tyas menatap Ganesh tidak percaya, semuanya seolah mimpi baginya. Ganesh mengungkapkan cinta padanya bahkan di depan semua anggota keluarganya. Bahkan mantan kekasihnya pun ada disana, kekasih yang dulu sangat Ganesh cintai dan sayangi. Tyas menatap semua orang yang ada disana, semuanya tersenyum mendengar ungkapan Ganesh itu.
"Tyas, sekali lagi Mama serahkan semua keputusan padamu, Nak"
Tyas menatap suaminya yang seolah menunggu jawaban Tyas dengan harap-harap cemas. "Seperti yang sudah aku katakan tadi, aku akan mencoba kembali menerima Mas Ganesh dan mencoba kembali"
Ganesh menghembuskan nafas lega mendengar ucapan Tyas. Hatinya cukup lega, meski Ganesh tahu perjuangannya tidak akan berhenti di sini saja. Meski Tyas telah menerimanya kembali, namun Ganesh masih harus memohon maaf pada istrinya itu. Permintaan maaf itu akan dia katakan pada Tyas di saat mereka berdua saja. Tidak mau Tyas kembali tertekan hanya karena banyaknya orang disini. Ganesh hanya ingin Tyas memaafkannya dengan tulus, bukan karena paksaan atau tertekan.
Kalaupun tidak langsung di maafkan, Ganesh cukup tahu diri dengan itu. Apa yang dia lakukan pada istrinya sudah sangat keterlaluan. Ganesh akan terus mengemis maaf dari Tyas. Tidak peduli berapa banyak waktu yang dia luangkan hanya untuk mendapatkan maaf dari istrinya itu.
"Jangan pernah kau sia-siakan istrimu lagi, jika kau kembali menyakitinya. Jangan harap kau masih di anggap keluarga oleh Aditama" tekan Kakek, pria tua yang gagah itu tidak banyak bicara. Namun, sekalinya dia berucap selalu mampu membuat lawan bicaranya bungkam.
"Iya Kek, aku janji tidak akan melakukan kebodohanku lagi. Aku mencintai istriku sepenuhnya. Kehilangan dia membuatku sadar jika kehadirannya begitu berarti dalam hidupku"
Tyas hanya diam, dalam hatinya dia berharap jika apa yang Ganesh ucapkan adalah benar. Tyas masih saja takut, jika saat ini Ganesh hanya bersandiwara di depan semua orang saja. Jujur, Tyas masih terlalu ragu pada Ganesh. Dengan semua yang dia lakukan padanya, seolah hal yang tidak mungkij bagi Tyas untuk Ganesh mampu mengucapkan kata cinta padanya.
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa dukungannya... Like komen di setiap chapter... kasih hadiah dan votenya juga..